[Kabar] Trump dan Zion*s Memobilisasi Impian Ideologis pada Ambisi Kolonialnya

[Kabar] Trump dan Zion*s Memobilisasi Impian Ideologis pada Ambisi Kolonialnya

Muslimah News, INTERNASIONAL— PM Zion*s Yahudi Netanyahu berkata dalam sebuah konferensi pers, Sabtu (14-3-2026), “Saya percaya kita semua menyadari bahwa pada akhirnya kita akan mencapai Kerajaan Surga. Kita akan mencapai tahap persiapan untuk kembalinya Mesias. Kita dapat mengamankan masa depan kita berkat kekuatan spiritual dan fisik yang luar biasa ini.” Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konfrontasi yang sedang berlangsung adalah “perang kebangkitan” yang akan mengarah pada perubahan peta Timur Tengah.

Selain itu, sebelumnya, beredar sebuah adegan Presiden AS Trump dikelilingi oleh para pendeta di dalam Gedung Putih yang meletakkan tangan mereka di bahunya untuk menawarkan doa dan berkat baginya dan untuk kemenangan dalam perangnya melawan Iran.

Di sisi lain, sekitar 30 anggota Kongres dari Partai Demokrat menyerukan penyelidikan internal atas ratusan pengaduan yang diajukan oleh tentara Amerika Serikat (AS) yang menyatakan bahwa perang AS-Zion*s terhadap Iran disajikan kepada mereka sebagai nubuat Alkitab yang bertujuan untuk mempercepat kembalinya Mesias.

Bukan Fenomena Sementara

Menurut juru bicara (jubir) jemaah dakwah ideologis internasional, isu mobilisasi ideologis pada ambisi kolonial telah menjadi ciri menonjol dari pemerintahan Trump dan pemerintahan Netanyahu untuk menghancurkan umat Islam. “Ini bukanlah fenomena sementara, melainkan telah mengungkapkan keyakinan di dalam diri mereka, walaupun itu hanya delusi yang mewakili keyakinan dan doktrin yang teguh,” jelasnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Senin (23-3-2026).

Bahkan, ungkapnya, beberapa pekan lalu, Dubes AS untuk Zion*s Mike Huckabee menyatakan bahwa ia tidak melihat ada masalah dengan orang Yahudi yang mengendalikan seluruh Timur Tengah dan mengklaim bahwa Palestina adalah tanah yang diberikan Tuhan kepada umat pilihan. “Sebelumnya, Menlu AS muncul dengan salib yang digambar di dahinya, juga Menhan yang memublikasikan foto dirinya dengan tato salib di tubuhnya,” terangnya.

Ia mengatakan, dalam agresi dan perang terhadap umat Islam dan tanahnya, orang-orang ini menambahkan keyakinan agama dan impian ideologis pada ambisi kolonial mereka, mengumpulkan pengikut dan ekstremis di sekitar mereka untuk menjadi pendukung dan penolong mereka. Allah Swt., lanjutnya, berfirman dalam QS Al-Mu’min: 37, “…Demikianlah dijadikan Firaun memandang baik perbuatan yang buruk itu dan ia dihalangi dari jalan (yang benar). Dan tipu daya Firaun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.”

Ini terjadi, tuturnya, setelah slogan-slogan demokrasi, kebebasan, modernitas, dan hak asasi manusia terungkap dan terkubur di bawah jejak tank-tank mereka dan di bawah berton-ton puing dan rumah-rumah yang hancur akibat bom mereka.

Oleh karena itu, ia mengingatkan, ini mengharuskan umat muslim, khususnya pasukannya, untuk menanggapi masalah ini dengan sangat serius. “Jika mereka tidak segera membela agama, umat, dan tanah air mereka, maka mereka harus tahu bahwa para penjahat ini bertekad untuk memperbudak mereka, merebut tanah mereka, dan menodai tempat-tempat suci mereka untuk mencapai ambisi kolonial dan mimpi ideologis palsu mereka. Mereka tidak menyembunyikan hal ini,” cetusnya.

Namun, tegasnya, itu tidak akan mudah jika orang-orang yang tulus di antara umat Islam tetap teguh pendirian. “Untuk itu, wahai prajurit muslim yang setia, mantapkanlah keputusanmu sebagaimana Allah Swt. berfirman dalam QS Al-A’raf: 128, “…Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah. Dia memberikannya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” [MNews/RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *