[Kabar] Akademisi: Generasi Muslim Pelopor Perubahan Menuju Islam Kafah

[Kabar] Akademisi: Generasi Muslim Pelopor Perubahan Menuju Islam Kafah

Muslimah News, NASIONAL — Akademis sekaligus ahli ekonomi Dr. R.A. Vidia Gati, S.E.Ak., M.E.I. menyatakan kepada MNews, Kamis (11-12-2025), bahwa generasi muslim seharusnya menjadi pelopor perubahan menuju Islam kafah.

Ia menggambarkan, jumlah populasi muslim pada 2025 diperkirakan mencapai lebih dari 2 miliar jiwa atau sama dengan 25% populasi dunia. “Berbeda dengan pertumbuhan populasi di negara-negara Barat yang cenderung melambat bahkan stagnan, maka negara dengan mayoritas penduduk muslim seperti Indonesia, india dan Pakistan memiliki angka pertumbuhan populasi hingga 21%, artinya populasi muslim akan terus bertambah,” urainya.

Lalu, sambungnya, untuk generasi mudanya, di Indonesia sendiri bisa mencapai 100 juta jiwa. “Jumlah yang sangat besar dan penting untuk keberlanjutan dan berpotensi menjadi kekuatan besar bagi umat Islam,” cetusnya.

Menurutnya, jumlah pemuda muslim sangat signifikan dan merupakan segmen demografis yang besar dan penting dalam menggerakkan perubahan. “Mengapa harus berubah? Hampir tidak ada yang memungkiri bahwa kondisi saat ini adalah kondisi yang tidak ideal. Dunia saat ini sedang mengalami krisis melahirkan manusia yang amanah menjadi pengurus bumi,” jelasnya.

Banyak Kerusakan

Vidia mengulas bahwa saat ini semua mata menyaksikan keserakahan kapitalisme yang telah membuat manusia-manusia rakus melakukan banyak kerusakan. “Bumi telah dieksploitasi dengan brutal yang mengakibatkan kerusakan lingkungan. Manusia tidak lagi menemukan fitrahnya, kasih sayang seorang ayah, ibu, anak menjadi rusak oleh hawa nafsu sehingga melahirkan perilaku yang lebih rendah dari hewan,” ungkapnya miris.

Tidak hanya itu, sambungnya, kasih sayang sesama manusia pun tergerus oleh egoisme sehingga tidak lagi ada perasaan iba dan semangat menolong. “Begitu juga setingkat pemimpin yang seharusnya mengayomi dan melayani, justru sibuk memperkaya diri dan haus validasi,” kritiknya.

Vidia menuturkan, untuk mengatasi berbagai masalah tersebut, umat menunggu cahaya Islam menjadi solusi. “Mengapa lslam? Islam adalah anugerah terindah yang diturunkan oleh Allah Swt. untuk umat manusia. Sayangnya, syariat itu telah lama diabaikan,” ujarnya.

Oleh karena itu, terangnya, harapan adanya perubahan tertuju pada generasi muda. “Generasi muda memiliki potensi yang luar biasa, mereka energik, adaptif, peka terhadap masalah sosial, terbuka terhadap pembaruan. Lihat saja kebangkitan generasi muda yang memanfaatkan media sosial untuk menuntut keadilan hampir merata di berbagai belahan dunia,” imbuhnya.

Perubahan Menuju Islam

Vidia menyampaikan, perubahan menuju Islam hendaknya diemban generasi muslim. “Sebabnya, dalam lintasan sejarah peradaban, kemampuan umat Islam menunjukkan kejayaannya selama lebih dari 13 abad, ternyata diiringi oleh sekelompok anak muda. Lihat saja, siapa para sahabat yang ada dalam pusaran dakwah Rasulullah saw.? Mereka adalah para pemuda, seperti Ali bin Abi Thalib yang mantap menyatakan keislamannya pada usia 10 tahun. Arqam bin Abi Arqam (15 tahun) yang menyediakan rumahnya sebagai pusat pengkaderan untuk dakwah Islam. Talhah bin Ubaidillah (16 tahun) bertekad menjadi pelindung nabi dari orang-orang kafir dengan menjadikan tubuhnya sebagai tameng dari belati dan anak panah. Zayd bin Tsabit (13 tahun) berkontribusi dalam mengumpulkan lembaran Al-Qur’an sekaligus penghafal Al-Qur’an. Usamah bin Zaid (17 th) diangkat menjadi panglima perang oleh Nabi saw.. Saad bin Waqqas (17 tahun), termasuk golongan pertama yang masuk Islam dan sepuluh sahabat Nabi saw. yang dijamin masuk surga, serta masih banyak lagi,” paparnya.

Jadi, ia menegaskan, generasi muda muslim memiliki “trah” sebagai pelopor perubahan sehingga sudah seharusnya segera mempersiapkan diri dengan potensi terbaik yang dimilikinya. “Islam adalah din yang kamil dan syamil. Ketika keagungan Islam diemban oleh anak-anak muda, akan dapat mempercepat arus perubahan dan menjadi pengawal kebaikan dengan efek jangka panjang. Ini karena hanya Islam yang memiliki aturan yang sempurna dan garansi aturan terbaik dari Sang Pencipta,” tuturnya.

Peran Aktif

Vidia berharap generasi muda dapat mengambil peran aktif saat masa puncaknya sebagai manusia. “Disebut masa puncak karena usia muda momen terbaik dari sisi kemampuan berpikir dan kekuatan fisik. Untuk itu, harus belajar dan menyerap sebanyak mungkin tsaqafah Islam yang mulia. Menajamkan daya pikir dan analisis untuk menjadikan Islam sebagai solusi atas berbagai persoalan yang terjadi. Kemudian menggaungkan Islam sebagai satu-satunya solusi agar masyarakat mengambilnya dan ikut memperjuangkannya,” urainya.

Aksi ini, lanjutnya, tentu akan makin terakumulasi bersama barisan pemuda-pemuda lainnya yang memiliki visi yang sama untuk menegakkan kalimatullah. “Sabar dan istikamah dalam rel perubahan yang diwariskan Nabi saw., seraya memperbanyak taqarub Ilallah, Insyaallah, cahaya keagungan dan kemenangan akan segera terwujud,” tandasnya. [MNews/RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *