Muslimah News, TOKOH BICARA — Para tokoh muslimah merespons genosida di Gaza oleh Zion*s yang masih berlanjut dan dilakukan secara sistemis. Mereka menilai, perlu kesadaran bersama dari kaum muslim untuk memahami akar persoalan yang sebenarnya dan menyatukan langkah untuk segera menerapkan sistem Islam untuk membebaskan Palestina.
Memahami Islam Kafah
Mari jadikan musibah genosida di Gaza yang masih terus membuat saudara-saudara kita berada dalam keterpurukan sebagai komitmen bersama, pintu masuk untuk kita sama-sama memahami Islam secara kafah. Ini karena tidak ada solusi lain selain menegakkan Islam dengan seluruh sistem syariatnya agar kita punya junnah, agar kita punya orang-orang yang insyaallah akan memperjuangkan sistem ini untuk tegak berdiri melindungi umat Islam di seluruh belahan dunia mana pun, khususnya di ardhul muqaddasah (tanah suci), tanah kharajiyah, tanahnya umat Islam.
Para penjaga Masjidilaqsa, garda terdepan saudara-saudara kita di Gaza, saat ini terus penuh bersimbah darah. Untuk itu, mari kita satukan frekuensi dengan niat lillahi taala, dengan ilmu, dan terus belajar agar tidak hanya pemikiran kita saja yang sudah disinkronisasikan, tetapi juga cara dan jalannya dengan itibak kepada Rasulullah ﷺ, mengikuti jejaknya, dan insyaallah kita akan memantaskan diri menuju kepemimpinan terbaik ala minhajin nubuwwah yang sudah Rasulullah ﷺ kabarkan sebagai bentuk pertolongan Allah bagi hamba-hambaNya yang mukmin. Kemudian terus memantaskan diri dan bertawakal kepada Allah dengan bersama-sama dalam jemaah. Insyaallah kemenangan itu dekat.
-Annisa Theresia Maqdisia, S.Sos., M.Si. (Motivator dan Pegiat Palestina)-
Memantaskan Diri
Saat ini, terutama di Indonesia, yang bisa dilakukan oleh para ibu dan umat tentu saja boikot produk-produk Yahudi. Namun, itu tidak menjadi suatu hal yang berujung instan, yakni bebasnya Palestina. Yang terpenting lagi adalah kita harus memboikot ideologinya. Kemudian untuk men-stop genosida di Palestina, para penguasa muslim di Indonesia maupun negeri-negeri Arab harus mengirimkan militernya.
Kita harus memantaskan diri dengan mengikuti apa yang dimaui Allah Swt. dan Rasulullah saw. telah memberi contoh agar kita menjadi muslim yang kafah. Kita bukan hanya dituntut pintar, tapi kita harus dituntut cerdas, mengetahui seluruh permasalahan, baik secara sejarah maupun fakta.
Kita harus yakin dengan bisyarah (kabar gembira) Rasulullah saw. bahwa bantuan Allah Swt. itu akan datang. Namun, bantuan Allah Swt. akan datang apabila kita telah berikhtiar semaksimal mungkin, menyatukan umat Islam menjadi satu umat, one ummah. Bukan umat Islam yang terpecah belah saat ini dengan 50 negara. Harus satu, one ummah, satu umat Islam dengan hukum yang sama dengan teladan yang sama pula sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw..
-Ziyah Karim (Ustazah Peduli Negeri)-
Tanah Umat Muslim
Marilah kita berdakwah memperjuangkan muslim di Palestina. Tanah Palestina adalah tanah umat muslim yang wajib kita bela. Kita rebut kembali untuk membebaskan umat muslim di sana. Mari berjuang dengan lisan kita, dakwah tiada henti, doa tiada henti. Insyaallah, Allah ijabah doa-doa kita.
-Hj. Asnidar (Mubaligah Bogor)-
Mendukung Palestina
Manusia yang paling cedas adalah manusia yang mempersiapkan kematiannya dengan saksama. Upaya mendukung Palestina adalah salah satu bagian mutlak dari umat Islam di seluruh dunia untuk menjadi umat pilihan yang kelak menjadi penghuni janah-Nya.
Sebenarnya kalau seluruh umat muslim di dunia dan penguasa-penuasa yang beragama Islam mau kompak, dengan mudah kita bisa mengusir Zion*s Yahudi dari tanah Palestina. Kita bisa membantu kemerdekaan Palestina dengan memobilisasi militer di negeri-negeri Islam, mulai yang terdekat. Mesir seharusnya bisa support Palestina, bukan malah menjadi «tangan» Amerika untuk merangsek ke Gaza. Mari memobilisasi kekuatan militer negeri Islam. Ayo bantu saudara kita. Kita satukan kekuatan militer karena kalau satu per satu kita tidak bisa
Kita percaya dengan nubuwat baginda Rasulullah saw. bahwa suatu saat Palestina akan merdeka. Namun, kita tidak bisa menjadi umat yang diam. Diam itu bisu. Sebenarnya kita bisa juga memutus tali diplomatik dengan negara penjajah. Bisakah kita hidup tanpa Amerika? Bisa. Karena kita punya sumber daya alam yang luar biasa kaya.
-Santi Mia Sipan (Wise Woman)-
[MNews/RA]
#GazaSystematicsStarvation #armiestoaqsa #aynalmuslimun #PalestinaNeedsJihad

Semoga umat semakin cerdas hingga mau belajar Islam Kaffah dan khilafah segera tegak