[Kabar] Aktivis: Terjadi Pengkhianatan terhadap Revolusi Syam dan Kejahatan di Palestina

[Kabar] Aktivis: Terjadi Pengkhianatan terhadap Revolusi Syam dan Kejahatan di Palestina

Muslimah News, INTERNASIONAL — Aktivis dakwah asal Pakistan Bilal al-Muhajir mengungkapkan pandangannya terhadap perkembangan yang terjadi di Syam, khususnya Suriah.

Kepada Kantor Berita ideologis internasional, Senin (2-6-2025), ia menuturkan bahwa sejak terjadi revolusi Syam 13 tahun lalu, ada rasa suka cita atas tanda-tanda kebaikan dan fajar Khilafah, terutama ketika rakyat Syam bangkit meneriakkan, “Kami tidak punya apa-apa selain Engkau, ya Allah”, “Ini untuk Allah, ini untuk Allah”, dan “Umat menginginkan Khilafah Islam”.

Kemudian, lanjutnya, saat seluruh kota terbebas dari cengkeraman tiran Bashar Assad, tampak sudah di depan mata waktu untuk menegakkan Khilafah dengan metode kenabian yang akan memerintah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah.

“Namun, pengkhianatan terjadi sekitar enam bulan setelah kaum revolusioner memasuki Damaskus dengan takbir dan sorak-sorai kemenangan. Pengkhianatan itu datang dari pihak berkuasa yang diharapkan akan membangun kembali di atas reruntuhan,” ujarnya.

Padahal, paparnya, pengorbanan telah dilakukan rakyat Suriah dan oleh para mujahidin yang datang dari seluruh dunia untuk mendukung saudara-saudara mereka—bukan agar sistem sekuler yang mereka lawan akan didaur ulang!

“Alih-alih mengumumkan dengan jelas bahwa pihak yang berkuasa berupaya menegakkan hukum Islam, tidak takut kepada siapa pun kecuali Allah Swt.—seperti yang kita ketahui selama bertahun-tahun berjihad dan berperang. Justru, para pemimpin faksi dan entitas politik itu berlomba-lomba membangun jembatan dengan rezim kriminal yang tidak kalah jahatnya dengan rezim Bashar,” kecamnya.

Misalnya, ia menguraikan, dengan mengulurkan tangan kepada rezim Turki yang pengkhianat, yang menjual Aleppo tanpa ragu-ragu, berulang kali mengkhianati Idlib, dan bekerja sama dengan Rusia dan Iran di bawah kerangka Astana dan Sochi.

“Mereka mengulurkan tangan kepada Amerika Serikat (AS) melalui kunjungan resmi dan koordinasi politik. Bahkan, perwakilan mereka berpartisipasi dalam konferensi-konferensi yang disponsori secara internasional, mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang memuji “legitimasi internasional” dan lembaga-lembaganya!” kecamnya.

Tidak hanya itu, ucapnya, pengkhianatan terus terjadi ketika menghadapi kejahatan Zion*s Yahudi di Gaza dan Tepi Barat, Palestina.

“Serangan berulang-ulang di wilayah Suriah diabaikan—seolah-olah kehormatan mujahid tidak lagi penting! Kemudian mulai menyerukan normalisasi dengan Zion*s, kadang-kadang atas nama “realisme politik” atau di waktu lain dengan kedok berunding untuk mendapatkan kembali Dataran Tinggi Golan atau akan bergabung dengan proyek-proyek pengkhianatan seperti Perjanjian Abraham,” kritiknya.

Skema AS

Padahal, tegasnya, ini adalah skema AS untuk secara paksa mengintegrasikan entitas Zion*s ke dalam jalinan Timur Tengah yang baru.

“Jadi, rezim macam apa ini, yang tidak merasa perlu melindungi darah, kehormatan, dan tanah kaum muslim? Di manakah pembalasan yang dirindukan oleh para saudari dan janda kita yang berduka di ash-Sham setelah kehilangan anak-anak mereka, menjadi janda, yatim piatu, dan kehormatan mereka dilecehkan? Di manakah keadilan bagi para penjahat?” tanyanya.

Selain itu, tuturnya, konstitusi yang disusun bukan berasal dari Kitabullah dan Sunah Rasul-Nya, melainkan versi yang menyerupai konstitusi sekuler Barat.

“Lebih parah lagi, mereka ikut serta dalam penyusunan konstitusi baru di bawah PBB—seolah-olah revolusi itu bangkit bukan untuk menggulingkan sistem tiran, tetapi hanya untuk menggantinya dengan sistem tirani lain yang berwajah baru,” cetusnya.

Lalu, tambahnya, kemenangan macam apa yang menjadikan darah para syuhada sebagai alat tawar-menawar? “Pemerintahan yang adil macam apa yang dikelola dari ruang intelijen Turki dan Amerika? Apakah mereka mencari keadilan atas dasar ketidaktahuan?” tanyanya mengutip QS Al-Maidah: 50, “Maka siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?”

Bilal menekankan, umat ​​tidak mengorbankan kekayaan dan nyawa mereka agar rezim Bashar versi lain diperkenalkan kembali.

“Umat masih menunggu orang-orang yang tulus, yang tetap teguh pada prinsip, yang tidak menjual agama mereka atau darah rakyat mereka, yang menolak tunduk pada tatanan internasional yang korup, dan yang percaya bahwa keselamatan sejati hanya terletak pada pendirian negara Islam, Khilafah Rashidah kedua berdasarkan metode kenabian,” ungkapnya.

Harus Diperbaiki

Untuk itu, ia mengingatkan kepada orang-orang yang tulus di Syam bahwa revolusi telah menyimpang ke jurang yang dalam dan harus diperbaiki sebelum terlambat.

“Yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang sadar dan tulus yang hanya tunduk kepada Allah Swt., mengambil petunjuk hanya dari syariat-Nya, menolak kehinaan dalam din-Nya, tidak akan berkompromi selain hanya bertujuan menegakkan pemerintahan Islam dan mencabut semua sistem kekufuran,” ujarnya.

Berkaitan dengan itu, hanya kelompok dakwah ideologis internasional yang jujur ​​kepada rakyatnya. “Jadi, bekerja samalah dengannya dan berikan dukungan Anda. Gantikan kepemimpinan saat ini yang gagal mencapai apa yang diridai Allah Swt., Rasul-Nya, dan orang-orang beriman. Revolusi tidak boleh berhenti di gerbang Amerika dan para anteknya,” tegasnya.

Ia menandaskan, ini belum berakhir dan sudah waktunya untuk mengembalikan revolusi ke jalan yang benar. “Maka, bangkitlah wahai orang-orang yang ikhlas. Ketahuilah bahwa Allah Swt. menolong orang-orang yang menolong-Nya dan kesudahan itu adalah milik orang-orang yang bertakwa,” pungkasnya seraya menyampaikan firman Allah Swt. dalam QS Al-Anfal: 24, “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul (Nabi Muhammad) apabila dia menyerumu pada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu! Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dengan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” [MNews/RA]

Share

One thought on “[Kabar] Aktivis: Terjadi Pengkhianatan terhadap Revolusi Syam dan Kejahatan di Palestina”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *