Ratu Erma Rachmayanti (Aktivis Muslimah Nasional)
Muslimah News, TOKOH BICARA — Hijrah Rasulullah saw. dari Makkah ke Madinah adalah peristiwa penting dalam sejarah umat Islam. Peristiwa tersebut menandai berdirinya Negara Islam pertama yang menjadi cikal bekal negara besar Khilafah Islam. Dengan adanya negara ini, Islam tampak dalam kehidupan nyata mengatur urusan kepentingan manusia. Gambaran bagaimana manusia beribadah, memenuhi kebutuhan jasmaninya, berinteraksi satu sama lain, dan hubungan umat Islam dengan bangsa lainnya. Islam menjadi hidup, bukan sekadar sebuah norma tanpa realitas.
Pertama kali Rasulullah saw. tiba di Madinah, beliau menyatukan kaum Muhajirin dan Anshar menjadi satu umat, serta membuat konstitusi yang mengatur penduduk Madinah. Aturan itu menjadi konstitusi pertama untuk sebuah negara adidaya yang kemudian menggantikan posisi Romawi-Persia.
Hijrah, tentunya bukanlah sebuah peristiwa biasa, apalagi sebuah peristiwa yang berlalu begitu saja. Hijrah adalah sebuah peristiwa yang layak dicatat oleh umat Islam. Khalifah Umar bin Khaththab bahkan menjadikannya sebagai awal tahun penanggalan umat Islam, Tahun Hijriah. Jika bukan karena hijrah, umat Islam tidak akan memiliki negara atau konstitusi.
Seharusnya momen hijrah Nabi Muhammad saw. dapat memberikan harapan kembali dalam jiwa kita menuju tegaknya Khilafah kedua dengan metode kenabian.
Sebagaimana Nabi saw. melakukannya, maka kita umat Islam pun harus berjalan mengikuti langkah beliau saw. tanpa menyimpang sehelai rambut pun. Sebagaimana beliau saw. dan para sahabatnya bersabar, demikianlah kita mesti bersabar.
Sebagaimana beliau saw. dan para sahabatnya yang mulia berkorban, kita berkorban, dan kita mengorbankan apa yang paling berharga, baik nyawa, waktu, pikiran, maupun harta, demi suatu tujuan yang kita sadari sangat krusial, yaitu diterapkannya hukum-hukum Allah secara riil oleh Khilafah Islam.
Hal yang harus disadari pada peringatan Hijrah ini bahwa umat Islam juga harus meneladan Nabinya dalam mendirikan Negara Islam sebagaimana beliau membangunnya. Merupakan hal aneh apabila kita menempatkan hijrah hanya sebagai sebuah cerita tanpa pelajaran atau makna apa pun.
Orang-orang kafir Quraisy dahulu menyadari bahwa hijrah adalah perpindahan Rasulullah saw. dan para sahabatnya untuk mendirikan negara umat Islam. Mereka pun membuat makar untuk menggerogotinya, sebagaimana kafir penjajah hari ini yang berusaha menjegal Khilafah sedemikian rupa.
Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita memaknai hijrah sebagaimana contoh Rasulullah dan melakukannya seperti yang Rasulullah dan sahabat lakukan. [MNews/GZ]
#AktivisMuslimahBicaraHijrah
#MuslimahBicara #Hijrah #Muharam
