[Kabar] Pengamat: Serangan Drone Iran terhadap Zion*s Bukan Bagian Kepedulian terhadap Gaza

[Kabar] Pengamat: Serangan Drone Iran terhadap Zion*s Bukan Bagian Kepedulian terhadap Gaza

Muslimah News, INTERNASIONAL — Pengamat hubungan internasional Hasbi Aswar, S.I.P., M.A. menyatakan bahwa serangan drone Iran ke negara Zion*s bukan bagian kepedulian terhadap Gaza.

“Kalau mengatakan [serangan] ini bagian dari kepedulian, saya kira terlalu jauh ya. Kalau memang betul-betul peduli, seharusnya dari awal Iran sudah berupaya sedemikian rupa untuk Gaza,” ungkapnya dalam acara Fokus: “Serangan ke Israil, Nyata atau Drama?” di kanal UIY Official, Ahad (21-4-2024).

Menurutnya, logika yang paling bisa dipahami adalah bahwa serangan drone Iran ini akibat perwakilan Iran di Damaskus, Suriah, diserang oleh Zion*s pada 1 April 2024.

“Kalau mencermati timeline-nya, Zion*s melakukan gangguan terhadap Iran sudah banyak sekali. Sejak Desember 2023, Iran sudah diganggu dengan cyber attack-nya Zion*s. Pada 25 Desember lalu, Zion*s sudah membunuh Jenderal Sayyed Razi Mousavi. Kemudian pada 20 Januari 2024, lima anggota Garda Revolusi di Iran juga terbunuh di Suriah,” bebernya.

Jadi, sebutnya, serangan-serangan Zion*s terhadap kepentingan Iran sebenarnya juga sudah terjadi sejak beberapa waktu yang lalu dan bukan hanya April kemarin.

“Oleh karenanya, serangan Iran terhadap Zion*s itu adalah serangan terbatas untuk merespons serangan Zion*s terhadap kepentingan Iran,” ucapnya.

Ia menuturkan, hal itu juga terkonfirmasi oleh pernyataan pejabat Iran yang sudah melakukan prakondisi dengan menyampaikan—termasuk kepada Amerika Serikat melalui Swiss—bahwa dalam 3 kali 24 jam atau sekitar 72 jam, Iran akan melakukan serangan terbatas kepada Zion*s.

“Bahkan sampai didetailkan serangannya itu berapa lama, kemudian senjata-senjata yang digunakan seperti apa. Kenapa demikian? Menurut sumber Iran sendiri, ini untuk mengurangi respons berlebihan dari negara-negara di Timur Tengah karena serangannya adalah serangan terbatas,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, setelah serangan Iran tersebut, Zion*s meliburkan sekolah hanya sehari, begitu pula dengan bandara yang hanya ditutup 7 jam.

Motif Domestik

Hasbi menerangkan, pada peristiwa ini ada motif domestik yang dapat dilihat. “Ketika Iran tidak merespons provokasi-provokasi Zion*s, maka bisa menimbulkan kritik yang besar di internal atau bahkan pergolakan domestik. Begitu pula saat Zion*s melakukan serangan balasan terhadap Iran, bisa diduga bahwa ini adalah bagian dari cara untuk menstabilkan opini-opini domestik di negara Zion*s,” ujarnya.

Memang, ulasnya, dengan hidup di dunia yang nasionalistis, maka setiap negara pun melakukan aktivitas untuk kepentingan nasionalnya masing-masing.

Apalagi, tambahnya, jika mencermati serangan Iran yang juga melakukan sweeping terhadap Zion*s di Selat Hormus setelah serangan Zion*s tersebut.

“Kalau Iran serius dari awal terhadap isu Gaza, seharusnya Iran sudah melakukan gerakan yang sifatnya efektif dengan memblokade Selat Hormus, tetapi ini baru kemarin setelah diserang di Suriah,” kritiknya.

Jadi, ucapnya, Iran tidak bisa diharapkan untuk bersikap ideologis. “Iran tidak berani terlalu banyak bermanuver. Ini karena politik sekuler pragmatis dan nasionalistis memang seperti itu, segala sesuatu diukur dengan kalkulasi-kalkulasi yang sifatnya untung rugi dan materialistis,” pungkasnya. [MNews/Ruh]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *