[Kabar] Aktivis: Islam Solusi Sistemis Krisis Ketenagakerjaan Global

[Kabar] Aktivis: Islam Solusi Sistemis Krisis Ketenagakerjaan Global

Muslimah News, NASIONAL – Peringatan Hari Buruh (May Day) setiap 1 Mei seolah menjadi seremonial belaka. Menyorot hal tersebut, aktivis dakwah nasional Ir. Ratu Erma Rachmayanti menegaskan bahwa akar masalah dari kemiskinan dan pengangguran adalah penerapan sistem ekonomi sekuler kapitalisme. “Islam memiliki solusi sistemis soal krisis ketenagakerjaan global karena Islam memiliki aturan komprehensif yang melakukan perbaikan dari dasar. Kita tidak kekurangan solusi, tetapi kekurangan pemahaman dan keberanian untuk mengubah sistem rusak kapitalisme ini,” tuturnya dalam Bincang Hangat Muslimah bertajuk “Masa Depan Ketenagakerjaan Suram? Solusi Tuntas Islam Kafah”, Jumat (8-5-2026).

Ia menjelaskan, dalam sistem kapitalisme, negara hanya berperan sebagai regulator, sementara pasar bebas dibiarkan mendominasi. “Prinsip ekonomi yang sekadar berorientasi pada profit maksimal menyebabkan perusahaan dengan mudah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) demi efisiensi, termasuk melalui otomatisasi dan digitalisasi,” urainya.

Pekerja dalam sistem ini, tambahnya, hanya dianggap sebagai faktor produksi. “Kondisi ini menciptakan fenomena working poor, yakni pekerja tetap miskin karena upah yang minim; daya tawar yang rendah; serta terbatasnya lapangan kerja yang sangat bergantung pada investasi dan pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Di sisi lain, ia juga menolak anggapan bahwa sistem sosialisme bisa menjadi alternatif. Menurutnya, sosialisme bersifat reaktif dan melawan fitrah manusia dengan membatasi kepemilikan pribadi. “Negara yang terlalu dominan dan represif dalam sistem sosialisme justru mematikan motivasi, inovasi, dan kreativitas individu, yang akhirnya berujung pada stagnasi ekonomi,” ucapnya.

Jadi, tegasnya, kapitalisme telah terbukti gagal menyejahterakan buruh karena justru kapitalisme yang menjadikan buruh hari ini diberi tuntutan kerja tinggi, tetapi gaji yang tidak manusiawi. “Begitu pun sosialisme, sistem ini hanya memberikan ilusi kesejahteraan yang tidak pernah terwujud,” jelasnya.

Solusi Islam

Ratu Erma mengatakan, satu-satunya solusi mengatasi permasalahan ketenagakerjaan yang tidak kunjung selesai adalah dengan menerapkan Islam secara komprehensif. “Islam memiliki sistem ekonomi Islam yang menempatkan negara sebagai raa’in atau penanggung jawab langsung atas kepentingan rakyat,” tuturnya.

Dalam pandangan Islam, terangnya, negara memiliki peran vital. “Pertama, membuka sektor riil secara aktif dan mendistribusikan sumber daya secara merata. Kedua, mengelola sumber daya alam (SDA) yang merupakan milik umum untuk kepentingan rakyat, bukan diserahkan kepada korporasi. Ketiga, menjamin kebutuhan pokok setiap individu rakyat. Keempat, memastikan ketersediaan lapangan kerja, khususnya bagi laki-laki sebagai pemberi nafkah utama,” bebernya.

Ia menekankan bahwa kesejahteraan pekerja dalam Islam didukung oleh pemenuhan kebutuhan dasar, serta jaminan terhadap kebutuhan sekunder dan tersier melalui kebijakan negara yang tepat. “Hubungan kerja pun didasarkan pada akad yang jelas dan adil melalui kemitraan (syirkah) yang tunduk pada hukum Allah Taala,” ungkapnya.

Untuk itu, ia menyatakan, sudah saatnya umat kembali pada syariat Islam secara kafah. “Selama aturan dasarnya salah, perbaikan parsial hanya akan memperpanjang masalah. Perubahan besar dimulai dari pemahaman yang benar dan tindakan yang bertanggung jawab. Tanggung jawab kita sebagai seorang muslim adalah bersama-sama mengembalikan kehidupan Islam yang akan memberikan solusi atas semua permasalahan hidup,” pungkasnya. [MNews/IK]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *