Muslimah News, INTERNASIONAL — Seiring meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dengan Iran, AS secara signifikan meningkatkan kehadiran militernya di seluruh Timur Tengah. Dari pantauan satelit dan data pelacakan penerbangan menunjukkan peningkatan tiga kali lipat lebih besar daripada hari normal kekuatan udara AS di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania. Pergerakan pesawat angkut juga meningkat tajam. Peningkatan ini merupakan bagian dari penempatan ulang pasukan yang lebih luas dan penguatan sistem pertahanan udara di pangkalan-pangkalan di Yordania, Arab Saudi, dan negara-negara sekitarnya.
Berkhianat
Aktivis muslim Amerika Haitham Ibn Thbait mengaku tidak heran ketika AS menggunakan Yordania sebagai tempat parkir dan landasan peluncuran manuver militernya sebelum serangannya ke Iran. “Kehadiran militer AS di Yordania adalah bagian perluasan intervensi Amerika yang akan membawa pertumpahan darah di seluruh dunia muslim, termasuk Suriah, Irak, Afganistan, Yaman, dan bagian Timur Tengah. Ini adalah bentuk pengkhianatan nyata rezim Yordania terhadap kaum muslim,” paparnya kepada kantor media ideologis internasional, Jumat (27-2-2026).
Ia menerangkan, komando pusat AS telah memperkuat amunisi pertahanan udara untuk melindungi pasukan dari potensi pembalasan Iran, sementara para pejabat AS mengklaim penempatan tersebut dimaksudkan untuk mencegah Iran dan menjaga fleksibilitas strategis di tengah perundingan tidak langsung yang terhenti mengenai program nuklir Iran.
Pengerahan ini, ungkapnya, memprioritaskan dominasi AS daripada keselamatan penduduk setempat, memosisikan Yordania sebagai pangkalan Barat terdepan dalam potensi konfrontasi regional, terutama di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. “Rezim Yordania bekerja secara membabi buta untuk menundukkan umat muslim kepada penjajah mereka dengan mencegah pembebasan dan pembelaan Palestina,” cetusnya.
Rezim Yordania, jelasnya, digunakan oleh AS sebagai alat yang mudah dikendalikan. “Rezim Yordania telah lama memfasilitasi kehadiran militer dan intelijen AS untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sendiri, secara terang-terangan mengkhianati Islam, kaum muslim, dan kesuciannya. Pertanggungjawaban di hadapan Allah akan sangat berat jika pengkhianatan dan keterlibatan ini diabaikan atau dibenarkan rezim Yordania,” ucapnya.
Ia menegaskan, AS adalah musuh yang utama. “Mereka menyadari signifikansi strategis tanah kita dan mengeksploitasinya untuk melancarkan perang penghancuran dan dominasi. Sudah saatnya kita menyadari pentingnya militer dan geografis kita sendiri sebagai landasan kemerdekaan dan pembebasan. Kaum muslim harus berupaya melanjutkan kehidupan Islam dan bersatu di bawah kepemimpinan Islam,” pungkasnya. [MNews/IK]
