[Kabar] AS dan Zion*s Yahudi Menyerang Iran dengan Brutal!

[Kabar] AS dan Zion*s Yahudi Menyerang Iran dengan Brutal!

Muslimah News, INTERNASIONAL— Ledakan mengguncang ibu kota Teheran, dan beberapa kota lainnya, termasuk Qom, Isfahan, Kirmansyah, dan Karaj, setelah Amerika Serikat (AS) dan entitas Yahudi melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada Sabtu (28-2-2026).

Presiden AS Donald Trump mengatakan, “Kami baru saja memulai operasi tempur skala besar di Iran.” Chanel 12 Zion*s melaporkan bahwa Zion*s menyerang puluhan target milik pemerintah Iran. Dengan penuh arogan, Trump menegaskan bahwa Amerika dan militernya adalah yang terkukuh dan terkuat di dunia, serta tidak akan mentolerir Iran memiliki senjata nuklir dan rudal.

Menlu Iran Abbas Araqchi menyatakan bahwa negaranya akan menggunakan kemampuan militernya untuk membela diri dalam kerangka hak inherennya membela diri secara sah.

Orbit Amerika

Juru bicara (jubir) jemaah dakwah ideologis internasional menilai, serangan brutal yang dilancarkan AS terhadap Iran terjadi saat Iran beredar di orbit Amerika. “Iran telah memberikan pelayanan-pelayanan dalam perang AS terhadap Irak, di Afghanistan dan di banyak bagian kawasan tersebut,” ujarnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Sabtu (28-2-2026).

Selama Iran berada di orbit AS, ia melanjutkan, AS tidak mengungkit isu rudal dan senjata nuklirnya. “Bahkan Obama mengikat perjanjian tahun 2015 dengan partisipasi negara-negara Eropa dalam mengizinkan Iran melakukan pengayaan (pemurnian) nuklir hingga batas pengayaan 3,67%,” imbuhnya.

Iran, ucapnya, tetap berada di orbit AS selama tahun tahun itu. ”Ketika Trump berkuasa, ia menginginkan Iran menjadi negara pengikut dan agen Amerika, mengatakan apa yang ia katakan, dan melakukan apa yang ia inginkan,” terangnya.

Untuk meraih keinginannya itu, sambungnya, pada Juni 2025 Trump masuk melalui pintu tipu daya dalam negosiasi di Muscat, yang berlangsung sekitar lima putaran. “Kemudian terjadilah serangan oleh Trump dan Yahudi, yang disebut serangan dua belas hari. Inilah yang terjadi secara riil. Trump mengumumkan penargetan tiga fasilitas nuklir Iran, menegaskan keberhasilan serangan Amerika,” ungkapnya.

Trump, ucapnya, mengindikasikan penargetan situs nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan, menyeru Iran untuk membuat perdamaian dan mengakhiri perang. Menteri Pertahanan Amerika, Brett Heggsett, lanjutnya, menegaskan bahwa serangan Amerika telah melenyapkan ambisi nuklir Iran.

“Serangan-serangan itu tidak berhasil membuat Iran beralih dari negara satelit yang beredar di orbit AS, menjadi negara pengikut (agen). Sebaliknya, muncul suara-suara yang menyerukan pelepasan diri dari orbit. Maka AS kembali ke manuver negosiasi lagi, berfokus pada isu yang sama, yaitu pelucutan senjata rudal dan nuklir Iran. Dan seperti yang terjadi pada kali pertama dengan serangan setelah lima putaran negosiasi, sekarang terjadi serangan setelah tiga putaran negosiasi!,” ulasnya.

Azab Pedih di Akhirat

Jubir menyesalkan, para penguasa di negeri muslim tidak memahami bahaya loyal kepada kaum kafir dan itu merupakan kehinaan di dunia dan azab pedih di akhirat. Ia mengutip firman Allah Taala QS An-Nisa: 139, “(Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan itu kepunyaan Allah.”

”Mereka tidak memahami bahwa negara-negara kafir itu pada derajat pertama mementingkan kepentingannya dan pada malam dan siangnya mengusung permusuhan kepada Islam dan kaum muslim. Jika negara-negara kafir itu menampakkan sesuatu keridaan pada satu negara yang beredar di orbitnya atau agennya, maka negara kafir itu tidak menginginkan kebaikan untuk negara-negara itu, melainkan menyembunyikan keburukan dan menampakkannya secara terbuka,” bebernya.

Jubir mengatakan, andai para penguasa muslim itu baik yang beredar di orbitnya atau yang menjadi agen-agennya paham bahwa AS tidak memberi mereka bobot sedikitpun ketika kepentingan Amerika mengharuskan mereka disingkirkan, niscaya mereka akan belajar dari fakta sejarah.

“Berapa banyak agen yang telah digulingkan setelah habis perannya dalam melayani Amerika. Seandainya para penguasa ini berakal, niscaya mereka akan mencampakkan orang-orang kafir, tetapi mereka tuli, bisu, dan buta sehingga mereka tidak kembali. Loyalitas mereka kepada kaum kafir penjajah telah mencapai titik di mana jika salah satu negeri mereka diserang, yang lain tidak bergerak untuk membantunya. Sebaliknya, mereka hanya menghitung korban tewas dan terluka! Seperti yang terjadi dengan serangan terhadap Iran,” sesalnya.

Kembalinya Daulah Islam

Jubir mengingatkan, sesungguhnya kemuliaan umat Islam adalah saat Daulah Khilafah kembali tegak. “Jemaah dakwah kami adalah pelopor yang tidak membohongi umat, telah menazarkan dirinya untuk berjuang penuh kesungguhan dan ikhlas dengan izin Allah, untuk melanjutkan kehidupan islami dengan tegaknya Khilafah ar-Rasyidah,” jelasnya.

Menurutnya, inilah yang menyelamatkan umat dan mengembalikan kemuliaannya, mengukuhkan kekuatannya, dan membuat musuh-musuhnya berpikir seribu kali sebelum menyerangnya. “Kembalinya Khilafah akan menyinari bumi dengan kebaikan dan keadilannya. Khilafah pernah menghancurkan arogansi Kaisar Kisra, maka Khilafah akan menghancurkan arogansi para pengikut mereka, seperti Trump dan semisalnya dari kalangan penjajah,” tegasnya.

Adapun Entitas Yahudi, kata jubir, ia lebih hina dari sekedar untuk diberi bobot sebagaimana yang Allah firmankan dalam QS Ali Imran: 111,َ “Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudarat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja. Jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.”

Entitas Yahudi, sambungnya, telah memutus tali hubungan dengan Allah, dan merajut tali manusia dari Amerika, Eropa, dan agen-agen mereka di antara para penguasa pengkhianat di negeri muslim yang diam tidak bergerak dalam menghadapi serangan Yahudi yang brutal. ”Jadi persoalannya ada pada para penguasa muslim yang loyal kepada kaum kafir penjajah, musuh-musuh Islam dan kaum muslim,” cetusnya.

Terakhir, jubir menandaskan, sesungguhnya musibah kaum muslim ada pada para penguasa mereka dan loyalitas mereka kepada kaum kafir penjajah. ”Mereka menaati perintah kaum kafir penjajah dan menjauhi larangan mereka. Seharusnya loyalitas mereka kepada Allah Swt. dengan menegakkan hukum-hukum-Nya, berjihad di jalan-Nya, dan meneladan Rasul-Nya sehingga Islam dan kaum muslim menjadi mulia, kemudian kekufuran dan kaum kafir menjadi hina dina,” pungkasnya. [MNews/IA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *