Muslimah News, NASIONAL— Pegiat Palestina dan motivator Annisa Theresia Maqdisia, S.Sos., M.Si. menyesalkan sikap kaum muslim terhadap Gaza. ” Kalau kita bicara tentang Gaza, Gaza yang saat ini sudah habis hanya tinggal 58% saja setelah Thufan al-Aqsha. Bukannya kita sadar, kebanyakan umat muslim malah asyik berkhianat,” tuturnya di acara Bincang Hangat Tokoh Muslimah bertajuk ”Ramadan Momentum Melejitkan Ketakwaan dan Ukhuah”, Jumat (13-2-2025).
Untuk itu, ia mengajak umat Islam memiliki sudut pandang (point of view) yang benar agar bisa memahami Gaza secara benar. “Operasi Thufan al-Aqsha pada 7 Oktober 2023 tujuannya untuk menyelamatkan Masjidilaqsa yang menjadi kiblat pertama Rasulullah saw. seharusnya menjadi pemantik membangunkan umat Islam sedunia,” harapnya.
Ia menjelaskan, Masdilaqsa adalah masjid yang disucikan, tanah disekelilingnya adalah tanah yang disucikan (al-ardhu muqaddasah). Ia mengutip firman Allah Taala QS Al-Isra: 1, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Menurutnya, Yahudi dan Nasrani yang menjadi pendukung Trump juga menjadikan kitab mereka sebagai landasan teologi untuk masalah Palestina. “Alhamdulillah kitab Al-Qur’an itu Allah jamin dalam surat Al-Hijr ayat 9 enggak akan diubah sampai Hari Kiamat. Ini beda dengan Torah dan Injil yang sudah dibuat versi mereka, maka kita enggak akan bisa ngikutin milahnya mereka,” tandasnya.
Keutamaan Syam
There menerangkan, antara negeri Syam dan Palestina tidak bisa dipisahkan. ”Negeri Syam adalah kawasan yang sekarang meliputi empat negara, yaitu Palestina, Yordania, Lebanon. dan Suriah. Syam memiliki keutamaan, baik dalam Al-Quran maupun Hadis,” terangnya.
Ia mengutip hadis Rasulullah saw. riwayat Bukhari dari Ibnu Umar yang berkata, “Nabi saw. bersabda, ‘Ya Allah, berkatilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami.’ Ibnu Umar berkata, “Para sahabat berkata, ‘Juga untuk negeri Najed kami.’ Beliau kembali berdoa. ‘Ya Allah, berkatilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami.’ Para sahabat berkata lagi, ‘Juga untuk negeri Najed kami.’ Ibnu ‘Umar berkata, “Beliau bersabda, ‘Di sanalah akan terjadi berbagai bencana dan fitnah, dan di sana akan muncul tanduk setan.’.”
Yang dikehendaki musuh Islam, ucapnya, mengambil semu,a yaitu membentuk greater Israel yang meliputi Ciprus, Palestina, Libanon, Syria, Jordan, Irak, Kuwait, Mesir, Iran, Saudi Arabia, dan Turki. Ia mempertanyakan di mana umat Islam saat wilayah Islam dikerat-kerat menjadi banyak negara.
”PBB telah merancang Palestine U.N. Partition Plan (1947) dengan membagi wilayah Palestina menjadi wilayah Yahudi dan wilayah Arab. Padahal saat itu negara Yahudi belum berdiri. Kok bisa? Ya itulah konspirasi mereka,” bebernya.
Satu Solusi
Karenanya, menurut There, hanya ada satu solusi untuk Gaza yaitu sebagaimana dijelaskan Rasulullah saw. ”Sesungguhnya sebaik-baik jihad kalian adalah ribath dan sebaik-baik ribath kalian di Asqolan (kota yang kini masuk wilayah Zion*s, terletak di utara Gaza).”
Pembantaian Gaza, kata There, membuka mata umat Islam. ”Dari peristiwa pembantaian genosida Gaza kita akan melihat dengan jelas kalau kita masih punya mata, masih punya hati nurani, masih punya akal sehat, akan diperlihatkan mana manusia punya jiwa, mana manusia yang sudah jadi agen dajal,” tandasnya.
Tidak hanya Gaza, menurutnya, sejak Daulah Utsmaniyah runtuh, umat Islam terus menjadi hidangan kaum kufar. ”Mereka bilang perang Gaza adalah bencana kemanusiaan, tetapi hakikatnya adalah agenda sistemis mereka untuk Zion*s Yahudi,” jelasnya.
Terkait Board of Peace, There menyebut orang-orang yang menjadi pengurus inti akan diuntungkan dengan BoP ini, dan semua menjadi pendukung Zion*s, ada Marco Rubio, Steve Wifkoff, Jared Kushner, Tony Blair, dan lainnya. ”Gaza ingin dijadikan tempat maksiat baru bagi crazy rich,” tandasnya.
Ia menyayangkan, penguasa di negeri-negeri muslim terjangkiti penyakit wahn (cinta dunia) sehingga ikut bekerja sama dengan para penjajah itu. ”Mereka menjadi oxymoron (Zion*s dari kalangan umat Islam),” ucapnya. Ia juga menyesalkan, dukungan penguasa muslim terhadap perdamaian Sharm el-Sheikh di Mesir Oktober 2025 lalu yang salah satu pointnya adalah pelucutan senjata Ham*s. ”Padahal kita tahu, Ham*s adalah basis perjuangan terakhir umat, bukan hanya di Gaza, tetapi umat Islam sedunia,” pungkasnya. [MNews/IA]
