[Kabar] Aktivis: Penguatan Cengkeraman Yahudi di Tepi Barat Merupakan Kebijakan Pengusiran Sistematis

[Kabar] Aktivis: Penguatan Cengkeraman Yahudi di Tepi Barat Merupakan Kebijakan Pengusiran Sistematis

Muslimah News, INTERNASIONAL — Tanah-tanah di Tepi Barat tidak lagi direbut secara diam-diam, tapi terang-terangan di hadapan seluruh dunia. Saat ini, entitas Yahudi makin memperketat cengkeramannya terhadap penduduk Tepi Barat. Mereka menghancurkan rumah-rumah, mengambil tanah, menghapus identitas, dan mengepung perkotaan serta pedesaan hingga mereka hampir tidak bisa bernapas.

Menyikapi hal tersebut, aktivis muslim Abdullah an-Nabali menyampaikan, hal itu tidak mengejutkan karena ini bagian kisah panjang pengusiran rakyat Palestina dari tanah mereka. “Apa yang dilakukan entitas Yahudi saat ini bukan sekadar peningkatan keamanan sementara. Ini adalah langkah menuju fase hukum dan administratif baru dari sebuah proyek sistematis yang bertujuan untuk menggusur penduduk Tepi Barat,” ucapnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Rabu (18-2-2026).

Menurutnya, secara tidak langsung entitas Yahudi melancarkan proyek pencabutan yang komprehensif, yakni mencabut tanah, mencabut ingatan, mencabut hak, dan mencabut harapan. “Ini adalah proyek yang mengatakan kepada rakyat Palestina untuk pergi dari Tepi Barat atau hidup sebagai orang asing di tanahmu sendiri, tanpa naungan, tanpa atap, tanpa masa depan,” terangnya.

Pada saat yang sama, ungkapnya, rakyat Palestina menghadapi tekanan, tidak hanya dari pendudukan, tapi juga dari otoritas domestik. “Otoritas Palestina yang memandang perjuangan Palestina sebagai proyek keuangan untuk mengisi rekening bank para pejabatnya, terus membebani rakyat dengan pajak dan biaya. Otoritas Palestina terus menguras keuangan rakyat dan tidak menunjukkan sedikit pun upaya dalam menghadapi proyek pemukiman tersebut,” jelasnya.

Menghadapi permasalahan ini, ungkapnya, bukan hanya melalui pidato-pidato emosional semata. “Hal ini membutuhkan pemahaman mendalam tentang membangun kembali kesadaran umat Islam sehingga mereka menyadari bahwa perjuangan ini bukan tentang satu rumah di sini atau satu jalan di sana. Namun tentang tanah yang telah disirami oleh darah syuhada. Ketika umat Islam benar-benar memahami hal ini, tidak akan ada penjajahan. Tanah Suci Palestina akan menjadi jantung kaum muslim,” pungkanya. [MNews/IK]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *