[Kabar] Ribuan Anak Afganistan Terancam Kematian Adalah Realitas Menyedihkan

[Kabar] Ribuan Anak Afganistan Terancam Kematian Adalah Realitas Menyedihkan

Muslimah News, INTERNASIONAL — Save the Children (26-1-2026) melaporkan, hujan salju lebat dan suhu beku di Afganistan timur memperburuk risiko kesehatan bagi ribuan anak yang masih tinggal di tenda darurat lima bulan setelah gempa bumi dahsyat di wilayah tersebut.

Menurut Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 5.700 keluarga masih tinggal di kamp-kamp sementara di Provinsi Kunar dan Nangarhah setelah gempa bumi pada Agustus tahun lalu hanya dengan terpal plastik untuk melindungi mereka dari salju lebat, angin dingin yang menusuk, dan suhu yang anjlok.

Karenanya, ribuan anak di Afganistan menghadapi kematian akibat kedinginan dan jutaan lainnya menghadapi kematian akibat kelaparan.

Realitas Menyedihkan

Menyikapi hal tersebut, juru bicara (jubir) Divisi Perempuan jemaah ideologis internasional menyampaikan, ini realitas menyedihkan. “Hal yang paling memalukan dan tidak termaafkan adalah kondisi negeri-negeri muslim berlimpah kekayaan, makanan, dan sumber daya, tetapi tidak peduli akan hal itu,” ucapnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Rabu (4-2-2026).

Menurutnya, ini akibat dunia muslim terpecah-belah menjadi negara-negara bangsa yang lemah karena hilangnya Khilafah, sistem yang menyatukan negeri-negeri muslim menjadi satu negara politik, ekonomi, dan militer yang kuat,”

Tragedi ini, imbuhnya, merobek jantung persatuan dan meninggalkan umat muslim di satu negeri terlantar dan terisolasi dari dunia muslim. “Mereka dipaksa untuk berjuang menghadapi dampak bencana alam atau genosida, bahkan penindasan massal sendirian,” sesalnya.

Sementara rezim itu, tambahnya, di negara-negara muslim lainnya mengabaikan penderitaan mereka dan menolak untuk membantu mereka karena mereka dipandang sebagai orang asing di negeri asing, bukan sebagai saudara seiman.

Solusi

Ia mengatakan, solusi untuk penderitaan anak-anak di Afganistan dan di berbagai wilayah dunia muslim bukanlah sekadar amal atau seruan untuk bantuan keuangan yang lebih banyak dari pemerintah Barat atau lembaga-lembaga mereka.

Bantuan Barat, ucapnya, hanya memperdalam ketergantungan kita pada entitas asing. “Hal ini membuat kita rentan terhadap manipulasi, dampak sanksi, dan pengabaian berdasarkan agenda politik mereka,” tegasnya.

Solusinya, ungkapnya, adalah menyatukan kembali tanah, kekayaan, sumber daya, dan pasukan kita di bawah pemerintahan Islam berdasarkan metode kenabian. “Persatuan umat muslim yang tercipta di bawah negara inilah yang bisa menolong mereka. Sesungguhnya, hanya melalui pembentukan Khilafah, perlindungan, persatuan, dan kemakmuran yang diciptakan oleh sistem Islam saja, dapat kembali ke tanah kita,” pungkasnya. [MNews/IK]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *