[Kabar] Aktivis: Tanpa Khilafah, Umat Islam Akan Tetap Terpecah dan Terfragmentasi

[Kabar] Aktivis: Tanpa Khilafah, Umat Islam Akan Tetap Terpecah dan Terfragmentasi

Muslimah News, INTERNASIONAL — Situasi umat Islam hari ini dipenuhi dengan kesengsaraan, penindasan, dan dominasi Barat. Menyikapi hal tersebut, aktivis muslim Rana Mustafa menyampaikan, jalan satu-satunya setelah satu abad kemunduran adalah dengan mengembalikan kehidupan Islam dalam naungan Khilafah ala minhaj an-nubuwwah. “Tanpa Khilafah, umat Islam akan tetap terpecah belah, terfragmentasi, kekuatannya terforsir dalam konflik, berada dalam kelemahan dan pelemahan, dominasi, dan eksploitasi yang terus berlangsung,” ucapnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Ahad (11-1-2026).

Menurutnya, agar umat Islam bangkit dari keterpurukan, maka harus kembali menuju keadaan alaminya, yakni berada dalam sistem pemerintahan Islam sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad saw. ketika mendirikan negara di Madinah. “Negara ini (Khilafah) menghasilkan cara hidup yang khas dengan karakter unik karena menyatukan semua orang dengan hukum Islam dan otoritasnya. Otoritas ini menyatukan umat Islam menjadi satu kesatuan, di bawah satu sistem dan satu panji,” jelasnya.

Orang-orang kafir, ungkapnya, mengetahui sumber kekuatan yang terletak pada persatuan umat Islam dan keberadaan otoritas mereka sehingga mereka berupaya untuk memecah belah umat Islam. “Tanggal 28 Rajab menjadi peringatan yang menyakitkan, yakni runtuhnya Khilafah. Kemudian mereka mengikutinya dengan Perjanjian Sykes-Picot, perbatasan nasional yang sangat berkontribusi pada pelemahan umat Islam. Mereka tidak berhenti sampai di situ, melainkan berupaya untuk merobek apa yang sudah robek dan memecah-mecah apa yang sudah terpecah-pecah,” urainya.

Khilafah

Rana menyampaikan, umat Islam harus menyadari bahwa yang dibutuhkan umat muslim saat ini adalah satu negara dan satu pemimpin di bawah panji Islam. “Mereka berjuang, mencari perlindungan, dan membela diri dari penindasan musuh-musuhnya dalam satu kepemimpinan. Pemimpin ini akan menerapkan Islam secara sempurna dan menyampaikan Islam ke dunia melalui dakwah,” jelasnya.

Persatuan umat muslim, imbuhnya, berdasarkan akidah dan syariat saja tidak cukup karena tidak menggantikan persatuan politik dan kelompok yang bersatu di bawah satu Khalifah. “Upaya untuk mengembalikan Khilafah adalah kebutuhan dan kewajiban syariat. Kaum muslim akan menjadi umat ideologis yang memiliki pemikiran luas dan tanggung jawab terhadap bangsa lain. Umat ini akan mampu mempersiapkan diri dalam merumuskan kepentingannya dalam skala global dan menyatukan umat manusia yang bangkit, bersatu, dan kuat,” bebernya.

Ia menegaskan, persatuan umat Islam tidak mungkin terwujud, kecuali melalui entitas politik yang didasarkan pada ideologi yang mencakup sistem komprehensif Islam. “Ideologi umat Islam adalah Islam. Oleh karena itu, tugas kaum muslim adalah kembali kepada fondasi Islam dengan mengambil darinya sistem dan solusi. Islam memiliki semua unsur sebuah bangsa yang mulia dan besar, yaitu ideologi, akidah, dan hukum-hukum yang sumbernya adalah wahyu ilahi,” pungkasnya. [MNews/IK]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *