[Kabar] Aktivis: Rajab Tidak Selalu Mengingatkan pada Kesedihan dan Kehancuran

[Kabar] Aktivis: Rajab Tidak Selalu Mengingatkan pada Kesedihan dan Kehancuran

Muslimah News, INTERNASIONAL — Aktivis muslim asal Pakistan Musab Umair menuturkan bahwa Rajab tidak selalu mengingatkan kepada kesedihan dan kehancuran. ”Pada Rajab, terjadi Perang Mu’tah, pertempuran besar pertama antara kaum muslim dan Romawi, pertempuran melawan kekuatan kafir terbesar pada saat itu, negara adidaya di eranya. Dalam pertempuran itu, Pedang Allah Khalid bin Al-Walid ra., mundur bersama 3.000 pejuang muslim dalam manuver yang penuh kemenangan, melawan pasukan Romawi yang hampir berjumlah 200.000 orang. Meskipun demikian, kaum muslim tidak dikalahkan, dan Romawi tidak meraih kemenangan,” tuturnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Rabu (24-12-2025).

Ia melanjutkan, pembebasan Al-Quds oleh Salahuddin al-Ayyubi juga terjadi pada Rajab. ”Dengan pembebasan itu, Masjidilaqsa kembali dalam pangkuan Islam setelah puluhan tahun dalam pendudukan Tentara Salib,” terangnya.

Pada Rajab, kata Musab, kaum muslim mengalahkan Mongol dalam pertempuran Ain Jalut. ”Pada bulan yang sama, kita juga menyaksikan penaklukan Amuria pada masa Kekhalifahan Al-Mu’tashim, saat khalifah menjawab seruan seorang muslimah yang berseru, “Waa Mu’tashimah!” (di mana engkau Mu’tashim, tolonglah aku!) Khalifah memimpin pasukan yang besar dan meraih kemenangan yang menakjubkan,” bebernya.

Kehidupan yang Menyengsarakan

Namun, Musab menyesalkan, sejak runtuhnya Khilafah pada 28 Rajab 1342 H, umat Islam berada dalam kehidupan yang penuh dengan pendudukan, serangan, kekalahan, penghinaan, kemiskinan dan kesengsaraan.

”Selama dua tahun yang menyakitkan, para penguasa muslim, agen-agen Barat, mencegah pengerahan pasukan kita melawan entitas Yahudi. Kemudian Firaun masa kini, Trump, memerintahkan gencatan senjata yang licik, di mana umat muslim harus berhenti menembak, sementara entitas Yahudi terus menerus menghujani mereka dengan tembakan. Sekarang, dengan bantuan agen-agennya di dunia Islam, Trump sedang mempersiapkan pengumpulan pasukan muslim, di bawah komando militer Amerika, untuk mengamankan entitas Yahudi dan melucuti senjata para mujahidin!” bebernya.

Di samping pengkhianatan para penguasa muslim, ucapnya, entitas Yahudi mempertahankan pengepungan kejamnya terhadap Gaza. ”Entitas Yahudi mencegah masuknya bantuan tempat perlindungan yang menyelamatkan jiwa, tenda, selimut, dan perlengkapan penting lainnya, sementara ratusan ribu umat muslim menghadapi badai musim dingin yang membawa hawa dingin yang menusuk, angin kencang, hujan lebat, dan banjir yang meluas,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan, siapa yang akan melindungi jutaan perempuan muslimah hari ini yang menjerit minta tolong. ”Siapa yang akan menjadi pendukung umat, pembebas tanahnya, dan pembela kaum tertindas, sementara Tentara Salib Barat telah bersatu melawan umat dengan segenap kekuatan dan sumber dayanya?” tanyanya retoris.

Menaati Allah

Musab mengingatkan kepada setiap muslim bahwa nanti akan berdiri di hadapan Allah Taala untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan untuk memperbaiki keadaan umat ini. ”Setiap dari kita harus mendukung agama, dengan menaati Allah Taala dan berupaya menerapkan agama-Nya. Barulah Allah Taala akan mendukung kita dan meneguhkan kedudukan kita,” tegasnya sembari menyampaikan firman Allah surat Muhammad ayat 7 yang artinya, ” Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

Ia menerangkan, Khilafah adalah sistem yang diwajibkan Allah Taala sebagai institusi kepemimpinan umum bagi seluruh muslim dalam hal agama dan urusan duniawi. ”Menegakkan Khilafah adalah kewajiban syariat, karena sistem inilah yang menjaga persatuan umat dan memastikan penerapan Islam. Tanpa itu, maka umat ​​Islam akan terus terpecah belah dan lemah,” tegasnya.

Musab berharap agar umat ini menjadi penolong agama Allah Taala sebagaimana kaum Ansar di Madinah. “Tidakkah kalian ingin nama kalian tercatat dalam catatan illahi sebagai penakluk dan penyelamat umat ini dengan berjuang menegakkan Khilafah berdasarkan metode kenabian?” tanyanya menutup penuturan. [MNews/IA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *