Muslimah News, NASIONAL—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Wamen Stella Christie, menegaskan pentingnya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul sebagai kunci utama menghadapi tantangan global Artificial Intelligence (AI) dan ketahanan nasional. ”Kuncinya bukan pada teknologinya, tetapi pada manusianya. SDM yang memiliki empati, kreativitas, dan kemampuan berpikir analitis tidak akan tergantikan oleh AI,” kata Stela melalui keterangannya di Jakarta, Selasa (14-10-2025). Ia juga mengingatkan bahwa teknologi dapat melampaui manusia jika manusia berhenti mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan dan kapasitas berpikir.
Namun, pengamat pendidikan Desi Dwi A., S.P. menilai, sistem pendidikan sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan yang diterapkan saat ini sulit mencetak SDM yang mampu mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan. “Sulit mencetak SDM unggul yang diharapkan memiliki kepedulian kemanusiaan, kreatif dan berpikir analitis,” tuturnya kepada MNews, Jumat (31-10-2025).
Ia beralasan, liberalisme yang melekat dalam sekularisme justru menjadi penyebab munculnya nir-empati, pragmatisme dan kedangkalan berpikir, serta diperbudaknya manusia oleh barang, termasuk teknologi.
Metode Pembelajaran Khas
Desi lalu membandingkan dengan metode pembelajaran Islam. “Dalam Kitab Asy-Syakhsiyatu al-Islamiyyatu Jilid I, Syekh Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan bahwa Islam memiliki metode pembelajaran yang khas. Pertama, bahwa segala sesuatu dipelajari secara mendalam hingga dipahami hakikatnya dengan pemahaman yang benar sesuai dengan syariat Allah. Kedua, orang yang belajar mesti meyakini apa yang sedang dipelajarinya agar ia beraktivitas dengannya. Ketiga, seseorang mempelajarinya sebagai pelajaran yang bersifat praktis, sebagai solusi atas fakta yang bisa dijangkau dan diindra, bukan mengacu pada aspek teoritis melainkan sebagai solusi atas problematika dalam masyarakat,” paparnya.
Melalui metode pembelajaran semacam ini, sambungnya, sangat memungkinkan lahir para intelektual yang peduli terhadap problematika umat, taat pada aturan Allah, amanah dengan ilmu yang dimiliki. Dalam waktu yang bersamaan, ucapnya, mereka kreatif dan inovatif untuk terus melahirkan karya-karya baru dalam rangka mempermudah sarana kehidupan manusia. ”Ini semua dalam kerangka tujuan penciptaan mereka sebagai manusia, yakni untuk beribadah kepada Rabb-nya,” tegasnya.
Menurutnya, sistem pendidikan sekuler merupakan imbas dari tatanan politik demokrasi dan sistem ekonomi kapitalisme yang tidak menempatkan Allah sebagai Pencipta (Al-Khaliq) dan Pengatur (Al-Mudabbir) dunia. ”Oleh karena itu, sistem tersebut menempatkan manusia–yang tidak mengerti akan hakikat dirinya–sebagai pembuat hukum yang justru mengantarkan mereka pada keterpurukan dan penghambaan kepada dunia,” kritiknya.
Perubahan Menyeluruh
Desi menekankan, pentingnya mewujudkan sistem pendidikan Islam yang mampu mencetak individu yang cerdas secara intelektual, sekaligus bermoral, empati terhadap kemanusiaan, dan tidak lupa dengan jati dirinya sebagai hamba Allah. ”Diperlukan pergerakan politik untuk mewujudkan tatanan kehidupan Islam secara menyeluruh,” tandasnya.
Ia beralasan, sistem pendidikan sejatinya merupakan cabang yang lahir dari ideologi Islam. “Ideologi inilah yang akan melahirkan serangkaian sistem kehidupan, di antaranya sistem politik dan pemerintahan Islam, sistem ekonomi Islam berikut tatanan APBN-nya yang akan memastikan berjalannya sistem pendidikan Islam. Maka penerapan sistem kehidupan Islam secara menyeluruh dan paripurna adalah kunci dari berjalannya sistem pendidikan Islam berikut tatanan kehidupan lainnya,” yakinnya.
Desi menjelaskan, penerapan sistem kehidupan Islam akan menempatkan manusia sebagai subjek perubahan. ”Dalam sistem ini, kaum muslim akan terus melakukan riset untuk menyelesaikan problematika kehidupan manusia hingga menjadi bangsa dan umat yang terdepan dengan tetap memperhatikan kesesuaiannya dengan syariat Allah. Bukan sebagai objek bulan-bulanan yang justru dikendalikan oleh kepentingan duniawi sebagaimana yang terjadi hari ini,” ujarnya
Terakhir ia menyampaikan, sudah sepantasnya para intelektual menyambut seruan perjuangan penegakan kehidupan Islam, dan menjadi yang terdepan dalam pembelajaran syariat Islam kafah. [MNews/IA]

Maa syaa Alloh
sistem Islam solusi tuntas atasi semua masalah
Sepakat