[Kabar] Pemerhati: Meski Tercapai Kesepakatan Gencatan Senjata, Masa Depan Gaza Belum Jelas!

[Kabar] Pemerhati: Meski Tercapai Kesepakatan Gencatan Senjata, Masa Depan Gaza Belum Jelas!

Muslimah News, INTERNASIONAL—Merujuk rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict (Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza), senjata para pejuang di Jalur Gaza Palestina harus sepenuhnya dilucuti. Belum jelas apakah pelucutan senjata Ham*s akan berhasil. Trump memberikan pernyataan yang kontradiktif, “Hampir seluruh kawasan telah menyetujui rencana untuk segera demiliterisasi Gaza, melucuti senjata Ham*s, dan memastikan bahwa Zion*s tidak lagi terancam,” ujarnya dalam pidato di Knesset, parlemen ”Isra*l’.

Menurut analisis dari lembaga think tank Amerika Serikat, Atlantic Council, proses pelucutan senjata Ham*s kemungkinan akan memakan waktu lama. Ham*s menganggap persenjataan mereka sebagai jaminan eksistensi baik secara militer, politik, maupun secara simbolis.  

Belum Jelas

Pemerhati isu politik dan perempuan Fatma Sunardi menilai, meskipun telah tercapai gencatan senjata di Gaza lewat skema Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict, tapi masa depan Gaza masih belum jelas. ”Jadi, terlalu dini jika mengatakan Gaza dan Palestina secara umum sudah merdeka. Beberapa persoalan masih tersisa, seperti tidak ada jaminan Zion*s tidak akan menyerang lagi, pemerintahan transisi, pelucutan senjata, dan masalah keamanan di Gaza siapa yang bertanggung jawab,” tuturnya kepada MNews, Ahad (26-10-2025).

Ia melanjutkan, jika ditelusur, gencatan senjata masih awal dan masih banyak hal-hal yang harus diputuskan. ”Di tengah ketidakjelasan proses itu, kita harus mewaspadai rencana jahat menjadikan Gaza sebagai kawasan demiliterisasi. Artinya, perlawanan rakyat Gaza akan dibungkam, bukan dengan peperangan tapi skenario licik AS yang didukung penguasa Arab dan penguasa muslim lain. Pengelolaan Gaza akan ada di tangan penjajah, baik pemerintahan maupun keamanannya,” ulasnya.  

Fatma mengingatkan, Gaza dan Palestina secara keseluruhan adalah tanah kaum muslim, haram siapa pun membiarkan AS dan entitas Yahudi menguasainya. ”Hari ini masalah Palestina makin dekat pada penguasaan penjajah, sebaliknya jauh dari pembebasan. Ini karena solusi syar’i, yakni jihad fi sabilillah diabaikan,” ucapnya prihatin.

Salah Paham

Fatma mengatakan, kesadaran umat akan makna jihad berkontribusi pada kuat dan lemahnya perlawanan terhadap penjajahan di tanah Palestina. ”Sayangnya, monsterisasi syariat jihad di negeri-negeri kaum muslim dengan adanya program war on terorism dalam berbagai bentuknya telah membuat umat salah paham dengan jihad,” sesalnya.

Padahal, sambungnya, jihad adalah syariat yang mulia, bukan aksi teror ataupun kejahatan, seperti yang dituduhkan Barat. ”Amerika  telah sukses memonsterisasi jihad sebagai tindakan ekstrimisme dan terorisme. Akibatnya, banyak umat yang takut bersuara tetang jihad ketika bicara tentang solusi Palestina. Kondisi ini akan melemahkan umat menuntut para penguasanya untuk melakukan respons militer terhadap genosida yang dilakukan entitas Yahudi di Gaza,” ulasnya.

Para penguasa muslim dan juga kalangan umat Islam yang salah paham tentang makna jihad, ucapnya, lebih suka mengambil solusi dua negara yang diusung Barat, dengan alasan narasi perdamaian.

”Lalu apa yang harus dilakukan umat? Jika Palestina masih terjajah, maka umat wajib terus menghidupkan perlawanan atas penjajahan dan genosida oleh entitas Yahudi yang didukung oleh Amerika. Hanya saja, perlawanan akan terus menyala jika umat memiliki kesadaran makna jihad. Sebaliknya, semangat perlawanan umat akan padam jika mereka menolak syariat jihad,” tegasnya.

Menurutnya, kesadaran tentang jihad hanya mampu dibentuk oleh partai politik ideologis yang memiliki visi perjuangan membebaskan umat dari belenggu penjajahan kapitalisme; baik penjajahan militer, politik, ekonomi, dan tsaqafah.

”Saat umat memiliki kesadaran syariat jihad,  umat akan terus meneriakkan tuntutan jihad pada pemimpin mereka. Para pemimpin umat adalah pemimpin muslim yang wajib  menjaga tanah Palestina dan melindungi penduduknya.  Kesadaran tentang syariat jihad juga akan menjadikan umat  tidak pernah percaya pada janji-janji penjajah hingga pertolongan Allah Swt. datang dengan hadirnya pemimpin politik  yang akan membebaskan tanah Palestina,” pungkasnya. [MNews/IA]

Share

2 thoughts on “[Kabar] Pemerhati: Meski Tercapai Kesepakatan Gencatan Senjata, Masa Depan Gaza Belum Jelas!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *