Muslimah News, INTERNASIONAL — Merespons serangan Zion*s di berbagai wilayah, juru bicara kelompok dakwah ideologis internasional menyampaikan ulasannya.
Kepada Kantor Berita ideologis internasional, Jumat (19-9-2025), ia membeberkan bahwa Zion*s telah melancarkan serangan terhadap kepemimpinan Ham*s di Doha, Qatar pada Selasa (9-9-2025) dan menewaskan 13 orang. “Namun, serangan ini tidak ditanggapi penguasa muslim dengan respons yang setara. Sebaliknya, malah kecaman kosong yang dilontarkan,” ujarnya.
Hal ini, jelasnya, memberi tambahan ruang bagi Zion*s untuk terus menyerang siapa pun yang berada di daftar berikutnya. “Yordania menjadi target berikutnya. Panglima Komando Pusat tentara Zion*s mengumumkan pembentukan divisi militer baru yang disebut Divisi Gilead. Tujuan divisi ini untuk melindungi orang-orang Yahudi di perbatasan timur Lembah Yordan dan Laut Mati,” imbuhnya.
Ia menerangkan, ini terjadi setelah Zion*s mengancam akan memperluas wilayahnya, termasuk membentuk Israel Raya yang mencakup Yordania dan wilayah lainnya.
“Namun, penguasa muslim kembali menanggapinya dengan diam. Sebuah sikap yang seolah memberi lampu hijau bagi Zion*s untuk mengambil langkah apa pun yang diinginkannya demi mencapai tujuannya,” kritiknya.
Meskipun demikian, ia menuturkan, serangan yang dilakukan Zion*s ke Palestina jauh melampaui ancaman terhadap Yordania dan Qatar.
“Sebelumnya, entitas mengerikan itu tidak hanya menyerang Iran, berencana menghancurkan fasilitas nuklirnya, tetapi juga Suriah dan Yaman,” ungkapnya.
Bahkan, lanjutnya, serangan telah dilakukan oleh Zion*s di Yaman. “Pada Agustus lalu, entitas kriminal tersebut menargetkan pejabat Houthi dan membunuhnya. Serangan terbaru terjadi pada 16 September, ketika entitas Yahudi menyerang lokasi infrastruktur militer di pelabuhan Laut Merah, Al-Hudaydah, Yaman,” urainya.
Di Suriah, jelasnya, Zion*s menghujani Suriah dengan rudalnya. “Pertama di Damaskus untuk menghancurkan pangkalan militer Suriah. Kemudian, setelah tidak mendapat reaksi setara dan hanya kecaman kosong, Zion*s melakukan serangan udara di sekitar As-Suwayda, menewaskan ratusan orang dengan dalih melindungi kaum Druze,” kecamnya.
Sampai Kapan?
Jubir mempertanyakan, sampai kapan kaum muslim menunggu balasan setara dari para penguasa muslim terhadap serangan Zion*s?
“Mereka hanya mengucapkan kutukan kosong dan membiarkan Zion*s melakukan apa pun yang diinginkannya,” cetusnya.
Untuk itu, ia menegaskan, sudah saatnya bagi angkatan bersenjata umat untuk bertindak dan bergerak dengan cara yang diridai Allah Swt.. “Sudah saatnya bagi mereka untuk bersatu di bawah satu panji, panji La ilaha illallah Muhammadurrasulullah dan melawan entitas mengerikan yang mengendalikan Masjidilaqsa, serta membunuh dan menumpahkan darah saudara-saudari muslim kita,” ucapnya.
Namun, ia mengingatkan, hanya ketika kaum muslim memiliki Khilafah Rasyidah (Kekhalifahan yang dipimpin dengan benar) yang berlandaskan kenabian, barulah kaum muslim dapat terbebas dari kehinaan ini. [MNews/RA]
