Muslimah News, NASIONAL — Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bulan lalu mengatakan akan membagikan 288 ribu unit smart TV ke sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini dianggap sebagai upaya membuka akses pembelajaran virtual dari guru-guru terbaik bagi siswa-siswa yang selama ini kesulitan mendapat pendidikan berkualitas.
Nantinya, guru-guru terbaik akan dikumpulkan dan dipusatkan di sebuah studio untuk mengajar ke seluruh sekolah se-Indonesia. Hal ini dinilai akan membantu guru-guru di semua sekolah, sekaligus dapat membantu mengatasi kekurangan guru.
Peningkatan Kompetensi Guru
Menanggapi hal tersebut, pemerhati pendidikan Layli Triana mengungkapkan, masalah utama pendidikan hari ini adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ditandai dengan rendahnya tingkat literasi siswa. “Jangan hanya bagi-bagi smart TV, apalagi menggantikan peran guru dengan smart TV. Seharusnya pemerintah fokus dulu meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperbaiki kualitas SDM berupa peningkatan kompetensi guru. Lagipula, sarana belajar virtual berpotensi membuat siswa bosan dan tidak dapat memahami secara utuh pembelajaran (learning loss),” jelasnya kepada MNews, Senin (8-9-2025).
Digitalisasi pembelajaran, ucapnya, memang menjadi tuntutan saat teknologi komputasi dan digital melaju sangat pesat.
“Namun, kenyataan di lapangan masih banyak masalah lain yang dihadapi sekolah 3T. Banyak sekolah di wilayah ini yang berkendala terkait akses internet dan infrastruktur digital. Jika smart TV ini jadi diberikan, apakah sekolah-sekolah di daerah terpencil mampu menggunakannya? Mengingat dalam penggunaanya akan butuh listrik dan internet yang stabil, belum lagi perangkat ini nantinya perlu perawatan yang memerlukan anggaran khusus,” ujarnya.
Ia menyampaikan, sarana pembelajaran yang memadai memang perlu diwujudkan dan disediakan oleh negara. “Namun, berbagai sarana fisik itu tidak akan berarti jika tidak disertai dengan tersedianya SDM guru yang berkualitas dan infrastruktur yang memadai. Apalah artinya kemajuan teknologi jika tidak memperhatikan pendidikan karakter? Yang terjadi akan lahir generasi yang mampu menguasai teknologi tapi minim iman dan akhlak sehingga terjadi kerusakan di tengah masyarakat. Persis seperti yang terjadi di negara-negara Barat yang maju teknologinya, tetapi rusak masyarakatnya,” paparnya.
Kurikulum Terbaik
Hal terpenting yang menjadi jaminan kualitas pendidikan, menurut Layli, adalah adanya kurikulum terbaik yang mampu melahirkan SDM unggul yang berkepribadian luhur. “Sumber daya manusia yang unggul ini tidak akan terwujud selama kurikulum yang diterapkan adalah kurikulum sekuler kapitalisme yang berorientasi hanya pada kemajuan materi. Meskipun guru-guru yang ditampilkan adalah guru yang berkualitas, tetapi nyatanya tidak mampu memberikan pengaruh, terutama dalam pembentukan karakter dan kepribadian,” bebernya.
Dalam negara Islam, paparnya, pendidikan tidak hanya diperhatikan dari aspek sarana fisik semata, tetapi yang terpenting adalah penerapan kurikulum pendidikan yang berbasis akidah Islam yang bertujuan melahirkan sumber daya manusia yang berkepribadian islami, menguasai beragam ilmu pengetahuan, dan tsaqafah Islam. “Negara Islam juga akan menjamin terpenuhinya akses pendidikan bagi setiap warga negara di seluruh wilayah dengan menyediakan infrastruktur pendidikan yang layak dan juga pengajar yang berkualitas. Hal ini tentu didukung dengan adanya penerapan sistem ekonomi Islam, sehingga semua ini dapat diakses oleh setiap warga negara secara gratis,” tuturnya.
Pembiayaan pendidikan, urainya, berasal dari baitulmal dan salah satu sumber pemasukannya berasal dari pengelolaan kekayaan alam. “Negara akan menjamin kesejahteraan setiap guru di seluruh wilayah sehingga tidak akan terjadi masalah kekurangan guru di daerah terpencil seperti saat ini. Hanya dengan penerapan Islam secara kafah, pendidikan berkualitas dan lahirnya generasi bertakwa akan terwujud. Tidak akan ada masalah sulitnya akses pendidikan di daerah tertinggal karena dalam Islam pembangunan terjadi secara merata baik di perkotaan maupun di pedesaan,” pungkasnya. [MNews/IK]

Maa syaa Alloh
Hanya Islam solusinya