[Kabar] Pengakuan Bersyarat Pemerintah Australia terhadap Palestina Adalah “Hadiah” atas Genosida

[Kabar] Pengakuan Bersyarat Pemerintah Australia terhadap Palestina Adalah “Hadiah” atas Genosida

Muslimah News, INTERNASIONAL — Perdana Menteri Australia Anthony Albanese telah resmi mengumumkan kesiapan Australia untuk mengakui negara Palestina.

Namun, ia menyampaikan, pengakuan negara Palestina bergantung pada pengakuan Palestina atas pendudukan Zion*s, penerimaan perbatasan permanennya, demiliterisasi negara Palestina pada masa depan, juga penyingkiran total Hamas dan segala upaya perlawanan yang diwujudkannya.

“Hadiah”

Pernyataan ini disorot juru bicara kelompok dakwah ideologis Australia. Menurutnya, ini bentuk pemberian “hadiah” atas genosida, bukan keadilan, dan menawarkan negara khayalan yang kosong.

“Ini karena Palestina dilucuti kemampuannya untuk mempertahankan diri, dipaksa melepaskan tanah kepada pencuri, didikte oleh kekuatan Barat tentang siapa yang harus memerintah, dan dipaksa menormalkan hubungan dengan entitas kriminal biadab,” ungkapnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Senin (11-8-2025).

Bahkan, sambungnya, syarat ini bukan untuk keadilan. “Inilah tujuan yang justru dicari entitas Zion*s dan para pendukungnya dari Amerika Serikat setelah hampir dua tahun genosida,” kecamnya.

Ia menilai, Australia hanya ingin membantu penyerahan diri secara diplomatik setelah pendudukan Zion*s gagal secara militer. “Mereka berharap “fantasi” negara Palestina dapat menjadi umpan yang efektif setelah menggunakan genosida,” ulasnya.

Ironisnya, ia mengatakan, Australia telah mengumumkan keinginannya untuk mengakui negara Palestina, tetapi gagal mengakui keberadaan warga Palestina.

“Kebijakan dehumanisasi dan menyalahkan korban yang diterapkan pemerintah telah membuat penderitaan warga Palestina tidak terlihat dan kejahatan Zion*s penjajah pun tidak dapat dipertanggungjawabkan. Baru setelah sebagian besar warga Palestina terbunuh atau terusir, Australia kini berupaya mengakui Palestina, padahal tidak ada lagi yang perlu diakui,” ucapnya.

Dalam pandangannya, saat ini dunia merasa ngeri karena pendudukan Zion*s berada di ambang mewujudkan “solusi akhir” di Palestina.

“Australia, di sisi lain, mati-matian berusaha berpura-pura tidak bersalah atas keterlibatannya, padahal hal ini makin menegaskan kesalahannya,” jelasnya.

Meskipun demikian, ia menyatakan, aliansi Zion*s-Barat telah runtuh di hadapan dunia dan retorika atau gestur simbolis apa pun tidak akan pernah menyembunyikan kenyataan pahit yang terjadi. [MNews/RA]

Share

2 thoughts on “[Kabar] Pengakuan Bersyarat Pemerintah Australia terhadap Palestina Adalah “Hadiah” atas Genosida”

  1. Australia caper dengan sikapnya merespon isu palestina, sejatinya istilah “pengakuan bersyarat” menunjukkan langkah politik bernilai moral tinggi yakni mengakui kemerdekaan hak rakyat palestina untuk merdeka, justru di persempit dengan diplomasi bersyarat kepentingan geopolitik, kopromi kepentingan Barat serta sekutunya di Timur. Maka ‘’hadiah atas genosida’’ kenyataan keras yang menegaskan Australia seperti terlihat progresif, di sisi lain tidak konsisten pada pelanggaran HAM berat oleh Israel. Sebagaimana dilaporkan PBB, Amnesty Internasional, dan Human Rights Watch. Maka pengakuan bersyarat ini bukan keberpihakan sejati, melainkan simbol politik memberi ruang imunitas bagi Israel.
    Hal ini menjadi refleksi atas lemahnya solidaritas global terhadap Palestina, Negara-negara Barat, termsuk Australia sering menggunakan standar ganda dalam isu HAM. Contoh mendukung Ukraina tanpa syarat, tetapi syarat berlaku untuk Palestina, ini orbit politik AS tawar menawar geopolitik.
    Persoalan pengakuan bersyarat bukanlah Solusi, melainkan bagian dari problem. Selama dibungkus syarta-syarat tentu menguntungkan Israel, tidak akan pernah menjadi bentuk keadilan bagi rakyat Palestina, justru menjadi ‘’hadiah politik’’ yang memperpanjang penderitaan, karena akan mengaburkan subtansi utama hak rakyat Palestina di atas tanah, kedaulatan, dan kehidupan yang Merdeka.

  2. Bukan hadiah yg di dapatkan rakyat Palestina tapi ketidak Adilan yg di dapatkan.
    Mereka menawarkan perdamaian bersyarat untuk memojokkan palestina. Miris nya kebungkaman pemimpin negeri2 kaum muslimin dan juga yg cepat hanyut oleh jebakn mereka, tanpa sadar telah membiarkan saudaranya menderita sendirian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *