[Kabar] Kesepakatan Gas antara Mesir dan Zion*s Bentuk Pengkhianatan terhadap Umat

[Kabar] Kesepakatan Gas antara Mesir dan Zion*s Bentuk Pengkhianatan terhadap Umat

Muslimah News, INTERNASIONAL— Mesir telah menandatangani kesepakatan impor gas senilai US$35 miliar atau setara Rp568 triliun dengan Zion*s “Israel”. Jumlah impor gas Mesir ini naik hampir dua kali lipat dan terbesar dalam sejarah “Israel”.

NewMed—perusahaan energi Israel—mengumumkan pada Kamis (7-8-2025) bahwa “Israel” akan menyalurkan gas senilai 130 miliar meter kubik (bcm) dari ladang lepas pantai Leviathan ke Mesir hingga tahun 2040 dan merupakan perluasan signifikan dari kesepakatan yang telah dicapai antara Mesir dan “Israel” pada 2018. “Israel” telah mengirimkan gas senilai 4,5 miliar meter kubik (bcm) ke Mesir setiap tahunnya.

Pengkhianatan

Juru bicara kelompok dakwah ideologis di Mesir menilai, kesepakatan ini mencerminkan tingkat kemerosotan kewibawaan rezim Mesir dan pengkhianatan terhadap umat.

“Gas alam tesebut berasal dari ladang Leviathan di tanah Palestina yang dirampas untuk memenuhi kebutuhan domestik Mesir. Kesepakatan ini dipromosikan sebagai peningkatan ketahanan energi, padahal kenyataannya merupakan pengkhianatan terhadap umat, pengabaian terhadap kekayaan umat, dan beraliansi dengan musuh umat,” bebernya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Jumat (8-8-2025).

Ia mengulas, dengan kondisi krisis ekonomi dan politik yang sedang dialami entitas Zion*s Yahudi, kesepakatan ini menjadi penyelamat finansial dan strategis bagi mereka karena menghasilkan miliaran dolar setiap tahunnya, menyediakan mitra ekspor yang andal, dan memungkinkan mereka untuk memantapkan diri sebagai pemain sentral dalam ekonomi energi regional.

“Sebagai imbalannya, rakyat Mesir terseret ke dalam ketergantungan, penghinaan, dan kemiskinan yang lebih besar karena kesepakatan ini tidak menghasilkan apa-apa selain utang, pajak, dan kenaikan harga, pada saat mereka menderita kekurangan listrik dan gas, serta tingginya biaya hidup,” kritiknya.

Bahkan, nilainya, ada kontradiksi yang berbahaya. “Mesir, negeri muslim, membeli gas dari entitas yang merampas Tanah Suci Palestina!” cetusnya.

Lebih buruk lagi, sambungnya, ladang Leviathan dan ladang-ladang lainnya tidak pernah menjadi hak bagi orang Yahudi di sana. “Ladang-ladang itu diberikan kepada mereka berdasarkan perjanjian demarkasi batas laut yang disepakati oleh rezim Mesir pada tahun 2018 dengan entitas Yahudi, Siprus, dan Yunani. Kesepakatan ini melepaskan sebagian besar hak umat di wilayah perairan ekonominya dan menegaskan keterlibatan penuh Mesir dalam kejahatan tersebut,” kecamnya.

Ia mengungkapkan, rezim Mesir mempromosikan kesepakatan ini sebagai sebuah keberhasilan ekonomi, padahal kenyataannya, kesepakatan ini merupakan bentuk penyerahan diri dan hubungan ekonomi dengan musuh yang merampas kekuasaan.

Perjanjian-perjanjian ini, lanjutnya, tidak sah menurut syariat karena merupakan penyerahan tanah, air, dan kekayaan kepada Yahudi, bahkan menjadi pengakuan eksplisit atas keberadaan Zion*s Yahudi.

“Kesepakatan gas merupakan kejahatan baru yang ditambahkan ke dalam catatan kelalaian rezim Mesir atas Tanah Suci dan rakyatnya, serta kerja samanya dengan entitas perampas,” cetusnya.

Bangkit

Untuk itu, ia mengimbau para prajurit Kinana (Mesir) untuk bangkit. “Bangkitlah sebelum sejarah mencatat kalian sebagai saksi dusta atas pengkhianatan terbesar yang pernah dialami umat di era modern ini. Bangkitlah, karena Allah akan menanyai kalian satu per satu tentang senjata yang didiamkan, tentang jeritan yang tidak terdengar, dan tentang umat yang dibantai di depan mata,” urainya.

Ia melanjutkan, hari perhitungan itu akan datang dan Allah Swt. tidak tertipu oleh slogan dan label. “Janganlah kalian menjadi buih seperti buih sungai. Janganlah kalian menjadi penjaga kebatilan yang menusuk agama kalian dari belakang, lalu mengibarkan bendera-bendera kebatilan di atas kalian,” paparnya seraya memperingatkan dengan firman Allah Swt. dalam QS Al-Maidah ayat 51, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [MNews/RA]

Share

One thought on “[Kabar] Kesepakatan Gas antara Mesir dan Zion*s Bentuk Pengkhianatan terhadap Umat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *