[Kabar] Mubaligah Jawa Timur Pantang Menyerah Memperjuangkan Islam Kafah

[Kabar] Mubaligah Jawa Timur Pantang Menyerah Memperjuangkan Islam Kafah

Muslimah News, LENSA DAERAH — Muharam yang dikenal sebagai bulan hijrah menjadi momen berkumpulnya para mubaligah Jawa Timur di Surabaya, Ahad (20-7-2025). Hadir ratusan peserta yang berasal dari pemangku pesantren, ustazah, dan pimpinan majelis taklim dari seluruh Jawa Timur.

Mengusung tema “Muharam 1447 H, Saatnya Mubaligah Berjuang Menegakkan Islam Kafah”, para mubaligah siap mendukung dan meneguhkan komitmen untuk berjuang menegakkan Islam kafah. Seperti yang dinyatakan salah satu peserta Ustazah Een mubaligah asal Tulungagung. “Saya dukung dan ikut berjuang tegaknya Islam kafah,” ujarnya.

Dukungan yang sama juga diberikan Ustazah Sururin Mudayana. Bahkan, mubaligah yang juga asal Tulungagung ini turut menyemangati peserta meski usianya menginjak 75 tahun. Usia yang tidak lagi muda, tetapi semangat mengkaji dan mendakwahkan Islam kafah tetap membara. “Setelah pulang (dari LMM, penj.) harus lebih semangat untuk menyampaikan materi yang kita terima. Menyampaikan ilmu yang didapat adalah hal penting,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar para mubaligah tidak takut dengan ancaman karena Allah Taala akan menjamin sehingga penting untuk berdakwah dalam sebuah jemaah. “Jika ada ketakutan untuk menjelaskan Khilafah, siapa yang akan menyampaikan. Jika ada yang masih takut, berdoa kepada Allah untuk memunculkan keberanian,” urainya penuh semangat.

Dalam forum ini diungkap bahwa tidak sedikit pula mubaligah yang dicap radikal karena mendakwahkan Islam kafah. Namun, karena kegigihan dan keyakinan kuat bahwa ini adalah jalan yang benar dan juga perintah Allah, mereka pun tidak gentar terus berdakwah. “Karena ini perintah Allah, jadi kita pantang menyerah,” tutur Ustazah Fathonah, ustazah dari Ngawi.

Menanggapi semua respons peserta, salah satu narasumber Ustazah Qisthi Yetty Handayani menguatkan hati para mubaligah. “Mubaligah Jawa Timur harus berani dan harus tegas untuk segera menjelaskan masalah sekarang solusinya hanya Islam kafah,” ujarnya.

Ketidaktakutan mubaligah, lanjutnya, adalah bagian dari penolakan terhadap proyek deradikalisasi. “Keistikamahan datang karena keyakinan bahwa dakwah Islam kafah adalah perintah Allah. Ancaman-ancaman itu justru datang bukan dari Islam, melainkan dari sistem sekuler kapitalisme yang diterapkan saat ini. Untuk itu, semua harus turut berpartisipasi dalam pembinaan dengan Islam kafah,” jelasnya.

Acara ini diakhiri dengan acara konsolidasi dan komitmen bersama. Sebelumnya, tiga narasumber menyampaikan materi yang diikuti peserta dengan antusias. Materi pertama oleh Ustazah Asma Amnina berjudul “Deradikalisasi Proyek Barat Mengadang Islam Kafah” memberikan uraian yang jelas di balik proyek deradikalisasi. Dilanjutkan materi kedua oleh Ustazah Nurul Imaroh bertema “Islam Sistem Kehidupan yang Sempurna” yang makin memberikan gambaran jelas kesempurnaan Islam. Paparan berikutnya “Mubaligah sebagai Ujung Tombak Perjuangan Menegakkan Islam Kafah” dijelaskan dengan lugas oleh Ustazah Qisthi Yetti Handayani. [MNews/Kontrbutor daerah: ASL/Jatim]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *