Muslimah News, INTERNASIONAL — Anadolu Ajansi memberitakan (9-7-2025), Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Zion*s “Israel” Benjamin Netanyahu pada Selasa (8-7-2025) untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
Pertemuan di Ruang Oval berlangsung selama lebih dari satu jam, tanpa akses pers, menyusul pertemuan makan malam sebelumnya yang lebih lama di Gedung Putih pada Senin (7-7-2025).
Perhatian
Juru bicara kelompok dakwah ideologis internasional menyayangkan perhatian umat Islam pada umumnya, jurnalis, analis, pengamat, dan mereka yang berkepentingan, justru tertuju pada hasil pertemuan di Gedung Putih, bukan ke istana para penguasa muslim yang belum membebaskan Gaza.
“Akankah Trump menekan Netanyahu agar dengan murah hati menyetujui penghentian perangnya di Gaza?” ungkapnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Kamis (10-7-2025).
Ia menilai, orang-orang yang paling peduli untuk mengakhiri perang di Gaza adalah rakyat Gaza sendiri—yang terbakar dalam api perang itu, terbunuh, terluka, kelaparan, dan mengungsi—serta sebagian besar rakyat di negeri-negeri muslim yang terbelenggu oleh batas-batas buatan dan para penguasa yang menghalangi jihad dalam mendukung rakyat Gaza dan seluruh Palestina.
“Kita melihat saluran-saluran satelit dan situs-situs berita di negeri-negeri muslim yang mengundang para analis dan pemikir politik untuk menganalisis berbagai kejadian, posisi-posisi, dan pernyataan-pernyataan hanya sekadar untuk kemenangan media atau berita-berita jurnalistik!” sesalnya.
Padahal, ucapnya, berbagai peristiwa dan konspirasi dilakukan untuk melawan umat Islam. “Kalian hanya diam menyaksikan dan menunggu? Saudara-saudara kalian dibunuh, kelaparan, dan terusir sementara kalian hanya menyaksikan dan menganalisis! Bukankah umat Islam memiliki pasukan yang dilimpahi uang, dengan senjata canggih yang dibeli miliaran dolar, yang di bawah panji-panji mereka mengabdi putra-putra terbaik umat, siap berjuang dan mengorbankan nyawa serta harta demi membela umat, kesucian, dan kehormatannya?” tanyanya lugas.
Ia mempertanyakan, bukankah umat Islam adalah penguasa dunia selama berabad-abad? “Bukankah kalian para influencer dan pelaku aktif dalam politik internasional? Apakah kalian lupa bahwa pasukan kalian pernah disebut sebagai “pasukan yang tidak terkalahkan?” tanyanya lagi.
Hari ini, lanjutnya, sekelompok kecil manusia paling keji dan pengecut di dunia, menduduki tanah kaum muslim yang diberkahi. “Mereka membunuh, menggusur, membuat saudara-saudara kalian kelaparan, dan menjelajahi langit kalian dengan pesawat-pesawat mereka tanpa takut satu tembakan pun kalian lepaskan!”cetusnya.
“Tirai” Telah Tersingkap
Ia menegaskan, peristiwa hari ini tidak lagi membutuhkan analisis karena “tirai” telah tersingkap. “Musuh-musuh kalian secara terbuka menyatakan permusuhan mereka terhadap kalian dengan jelas dan terang-terangan di setiap kesempatan. Kedok para penguasa kalian telah terbongkar. Kesetiaan mereka kepada bangsa-bangsa kolonial terlihat jelas bagi siapa pun yang memiliki mata,” ucapnya.
Untuk mempertahankan takhtanya, ia mengungkapkan, para penguasa itu mempertahankan perpecahan kalian, mencegah persatuan kalian, dan menyerahkan kalian kepada. “Maka, tidak heran jika mereka menghalangi kalian untuk mendukung saudara-saudara kalian di Palestina dan di tempat lain,” bebernya.
Oleh karena itu, ia menekankan lagi bahwa sudah saatnya mata kaum muslim tertuju ke istana para penguasa di negeri-negeri muslim, alih-alih ke Gedung Putih menunggu Trump menekan Netanyahu agar dengan murah hati mengakhiri perang.
“Sudah saatnya mata kalian tertuju ke barak-barak tentara kalian, mendesak mereka untuk bergerak dan membebaskan tanah yang diberkahi serta membersihkannya dari Zion*s Yahudi, juga untuk menebarkan ketakutan kepada mereka yang berada di belakang bangsa-bangsa colonial,” tegasnya.
Untuk itu, ia berharap kaum muslim mendukung kelompok dakwah ideologis internasional yang memimpin dengan tulus, mengemban proyek kebangkitan umat, dan mengajak kaum muslim untuk bekerja sama agar menuju kemenangan, kehormatan, dan martabat yang didambakan. [MNews/RA]

Hanya Jihad dan Khilafah yang dapat membebaskan Palestina dan Negeri-negeri Muslim yang lain.
Semoga kaum muslimin segera bangkit dan bersatu