[Kabar] Liqo Muharam dan Konsolidasi Mubaligah Nasional 1447 H, Semangat Perjuangan Islam Kafah

[Kabar] Liqo Muharam dan Konsolidasi Mubaligah Nasional 1447 H, Semangat Perjuangan Islam Kafah

Muslimah News, NASIONAL — Ratusan mubaligah, para pemangku pondok pesantren, penggerak majelis taklim, serta para ustazah dari berbagai daerah di Jabodetabek, Karawang, Subang, Tangerang, dan Banten menghadiri Liqo Muharam dan Konsolidasi Mubaligah Nasional 1447 H di Jakarta, Ahad (6-7-2025).

Acara ini digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah dengan semangat baru perjuangan Islam kafah serta mengkonsolidasikan kekuatan dakwah muslimah agar lebih terarah, sistematis, dan terorganisir secara ideologis.

Acara dibuka dengan suasana ruhiyah dan kekhidmatan yang mendalam. Ucapan ahlan wa sahlan menyambut kedatangan peserta, diikuti pembukaan resmi oleh MC yang memandu dengan semangat perjuangan. Dilanjutkan tilawah QS. Ali Imran: 110—114 yang menggugah kesadaran peserta akan urgensi peran umat Islam sebagai umat terbaik yang wajib menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Tiga narasumber nasional hadir menyampaikan materi utama yang menjadi titik tolak kesadaran ideologis para peserta.

Aktivis dakwah nasional Hj. Iffah Ainur Rochmah memaparkan bahwa proyek deradikalisasi dan moderasi beragama sejatinya adalah bagian dari strategi global Barat untuk menghentikan arus kebangkitan Islam kafah.

Menurutnya, umat Islam terutama para tokoh muslimah harus waspada terhadap upaya sistematis yang menjadikan Islam hanya sebatas ritual dan menghapus aspek politiknya. “Moderasi beragama telah menjadi alat kekuasaan untuk membungkam dakwah syariat secara menyeluruh,” ucapnya.

Berikutnya mubaligah nasional Ustazah Hj. Dedeh Wahidah Ahmad dalam pemaparannya bertema “Islam Kafah, Sistem Terbaik Harapan Umat” menegaskan bahwa berbagai krisis yang melanda umat saat ini—mulai dari kemiskinan, rusaknya moral generasi, hingga maraknya kekerasan dan eksploitasi terhadap perempuan—merupakan buah dari diterapkannya sistem kapitalisme sekuler yang menolak syariat Islam.

“Islam tidak cukup dipahami secara parsial, tetapi harus diterapkan sebagai sistem hidup total, termasuk sistem pemerintahan. Bahkan, hanya sistem Islam kafah dalam institusi Khilafah yang mampu menjadi solusi tuntas dan permanen bagi problem umat dan bangsa,” tegasnya.

Ujung Tombak Perubahan

Sementara itu, mubaligah nasional Ustazah Kholishoh Dzikri sebagai pembicara ketiga menegaskan bahwa perjuangan Islam kafah menuntut peran aktif para mubaligah sebagai ujung tombak perubahan. “Mubaligah tidak cukup hanya menyampaikan pengajian rutin, tetapi harus menjadi agen penyadaran politik umat, membina pemikiran Islam, serta mengonsolidasikan kekuatan dakwah untuk perubahan sistem,” ungkapnya.

Ia juga mendorong agar para ustazah dan penggerak majelis taklim membekali diri dengan tsaqafah Islam kafah dan terus menguatkan peran sebagai pembina umat dan pelopor perubahan hakiki.

Acara dilanjutkan dengan sesi konsolidasi yang melibatkan para peserta dalam refleksi perjuangan, tukar gagasan, serta penyusunan langkah konkret dakwah ke depan.

Para peserta menyampaikan tekad untuk tidak hanya menyuarakan Islam kafah, tetapi juga aktif membina lingkungan sekitar dengan menghidupkan halaqah dan pengajian ideologis. Komitmen bersama dirumuskan dalam bentuk pernyataan sikap untuk terus memperjuangkan tegaknya Islam kafah dan kesiapan mengikuti daurah Islam kafah sebagai bekal ilmu dan pemahaman yang benar.

Selain itu, berdasarkan hasil kuesioner yang diisi oleh peserta, panitia menyebutkan sebanyak 98,5% menyatakan acara ini sangat dibutuhkan dan menggugah semangat perjuangan. Sebanyak 97–99% menyatakan sepakat dan mendukung perjuangan Islam kafah serta pentingnya tegaknya sistem Islam dalam bingkai Khilafah. Adapun 98,5% peserta menyatakan siap terlibat dalam perjuangan secara langsung dan berkomitmen mengikuti daurah Islam kafah secara rutin sebagai bentuk kesungguhan menuntut ilmu dan memperdalam tsaqafah Islam.

Panitia menyatakan, Liqo Muharam Mubaligah ini bukan sekadar ajang silaturahmi tahunan, melainkan telah menjadi tonggak penting kebangkitan kesadaran ideologis para mubaligah. “Mubaligah bukan hanya penyampai nasihat, tetapi menjadi pelopor perubahan sistemis menuju penerapan Islam secara kafah dalam seluruh aspek kehidupan,” ujarnya menutup dengan yel yel “Bersama Liqo Muharram Mubaligah, saatnya berjuang untuk tegaknya islam kafah. Allahu Akbar!” [MNews/SM-RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *