[Kabar] UIY: Hijrah Nabi ﷺ Bukan Sekadar Perjalanan Fisik, tetapi Transformasi Besar Membentuk Kekuatan Politik

[Kabar] UIY: Hijrah Nabi ﷺ Bukan Sekadar Perjalanan Fisik, tetapi Transformasi Besar Membentuk Kekuatan Politik

Muslimah News, NASIONAL — Memperingati Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, cendekiawan muslim Ustaz Ismail Yusanto (UIY) menyatakan, hijrah Nabi ﷺ bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi transformasi besar membentuk kekuatan politik. “Yang mereka semua lakukan itu bukan hanya perjalanan fisik, tetapi transformasi besar dalam kehidupan umat. Dari semula keadaan yang penuh tekanan, keterasingan, dan penindasan menuju kepada kebebasan dan membentuk kekuatan politik,” ucapnya dalam “Fokus: Hijrah, Inspirasi Perjuangan Menuju Peradaban Baru”, Ahad (29-6-2025) di YouTube UIY Official.

Ia menjelaskan, Rasulullah saw. kemudian memimpin komunitas masyarakat plural, yakni sesuatu yang tidak didapatkan di Makkah. “Michael Hart menyebut Nabi Muhammad saw. sebagai orang paling berpengaruh dalam sejarah kehidupan manusia, maka pengaruh besar itu dimulai ketika beliau di Makkah dan puncaknya di Madinah,” paparnya.

Madinah, bebernya, merupakan wujud dari semua proses yang berjalan sebelum itu dan sesudah itu, dan munculnya Madinah tidak bisa dilepaskan dari Makkah. “Namun kemudian, juga tidak berhenti sampai perjalanan di Madinah, tetapi kemudian 10 tahun di Madinah itu kan berproses, berproses menghasilkan sebuah tatanan masyarakat yang itu menjadi basis dari sebuah peradaban unggul,” jelasnya.

Masa keemasan (golden age), lanjutnya, dapat dikatakan terjadi berpangkal dari hijrah Rasulullah saw. dari Makkah ke Madinah. “Tidak akan kita pernah menyebut Madinah kecuali hijrah, setelah hijrah. Sehingga, hijrah tidak dapat dipahami hanya sekadar perjalanan fisik, ekstase rohani personal, serta transformasi spiritual. ” Hijrah juga sebagai transformasi politik bahkan ideologi sebenarnya yang menghasilkan masyarakat yang sama sekali berbeda dengan Makkah, bahkan kemudian Makkah menjadi seperti Madinah. Jadilah masyarakat beda sekali dengan sebelumnya dan itu yang membuat nabi dan para sahabat itu sebutlah terusir dari Makkah,” tandasnya. [MNews/IK]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *