[Kabar] Serangan Zion*s ke Pelabuhan di Yaman, Jubir: Tentara Kaum Muslim Hanya Diam  

[Kabar] Serangan Zion*s ke Pelabuhan di Yaman, Jubir: Tentara Kaum Muslim Hanya Diam  

Muslimah News, INTERNASIONAL — Zion*s melancarkan serangkaian serangan udara yang menargetkan tiga pelabuhan utama di Yaman, yakni Pelabuhan Hodeidah, Salif, dan Ras Isa yang diduga berada di bawah kendali Houthi di sepanjang garis pantai barat Yaman, Senin (5-5-2025). Serangan ini sebagai tanggapan atas serangan rudal Houthi baru-baru ini di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv.

Kaum Zion*s membanggakan bahwa lebih dari 30 pesawat ikut serta dalam serangan tersebut. Jet tempur mereka melancarkan sedikitnya delapan serangan dan 50 bom dijatuhkan di Pelabuhan Hodeidah dan sekitarnya. Kemudian, dalam waktu kurang dari 24 jam, angkatan udara Yahudi menyerang Yaman untuk kedua kalinya, menargetkan landasan pacu dan menara kontrol di Bandara Sana’a, sebuah pembangkit listrik, tangki bahan bakar, dan sebuah pabrik di daerah lain yang menyebabkan Bandara Sana’a ditutup.

Diam

Serangan Zion*s terhadap kota-kota muslim ini disorot juru bicara (jubir) kelompok dakwah ideologis internasional. Ia menyesalkan diamnya tentara-tentara kaum muslim terhadap serangan brutal Zion*s tersebut.

Kepada Kantor Berita ideologis internasional, Rabu (7-5-2025), ia menggambarkan amukan tentara Zion*s. “Pesawat-pesawatnya terbang di langit seluruh wilayah (target), membombardir Suriah, Lebanon, dan Yaman, menimbulkan korban jiwa dan merusak harta benda,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kaum Zion*s membanggakan hal tersebut dan tidak menyembunyikannya. “Mereka berusaha keras untuk memastikan keamanan mereka dan memulihkan martabat mereka yang telah hancur di tangan para mujahidin Gaza. Juga untuk memiliki kendali tunggal atas Gaza tanpa ada yang mengganggu pembantaian dan rencana mereka yang mungkin berlangsung lama,” paparnya.

Zion*s, lanjutnya, memiliki harapan untuk mewujudkan impiannya. “Mereka ingin menggusur penduduk Gaza dan menundukkan para mujahidinnya,” ucapnya.

Ini semua, jelasnya, dilakukan atas izin Amerika Serikat yang juga memasok senjata dan uang untuk Zion*s, termasuk keterlibatan penuh para penguasa negeri muslim yang membuka wilayah udaranya bagi pesawat-pesawat Zion*s untuk berkeliaran dan memamerkan kejahatannya.

“Para penguasa muslim ini tidak melakukan apa pun untuk menghentikan Zion*s. Sementara kita melihat Zion*s mengerahkan seluruh energinya untuk mencegat rudal-rudal yang menuju wilayahnya,” bebernya.

Bencana Terbesar

Dengan kondisi ini, jubir memandang, bencana terbesar terletak pada posisi pasukan muslim yang menjadi harapan umat. “Para pasukan muslim ini hanya tetap bertahan di barak-barak mereka. Sedangkan, mereka melihat dengan jelas bagaimana sekelompok kecil kaum Zion*s membunuh saudara-saudari (kaum muslim) di Gaza, mengebom ibu kota negara mereka di Asy-Syam, Lebanon, dan Yaman, juga mendatangkan malapetaka di seluruh wilayah. Sayangnya, pasukan muslim ini tidak bergerak!” kecamnya.

Padahal, ia mengingatkan, sudah menjadi tugas para tentara dan jenderal kaum muslim untuk mendukung Palestina, Syam, Yaman, dan seluruh negeri muslim, termasuk membersihkan wilayah kaum muslim dari “kanker ganas”—Zion*s  Yahudi—yang berusaha menguasai dan menyebar dalam tubuh umat.

“Zion*s Yahudi tidak akan terhentikan dari kejahatannya yang berlanjut, kecuali oleh gerakan tentara kaum muslim. Untuk itu, demi mendukung agama kalian, umat kalian, dan negara kalian, kami memanggil kalian, wahai perwira dan jenderal!” tandasnya menutup dengan QS At-Taubah: 39, “Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih serta menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” [MNews/RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *