[Khilafah Rasyidah] Metode Menghadapi Potret Penyesatan (Bagian 1/2)

[Khilafah Rasyidah] Metode Menghadapi Potret Penyesatan (Bagian 1/2)

Penulis: dr. Hamdan Fahmi

Muslimah News, TELAAH KITAB — Sesunguhnya potret menyesatkan yang diputarbalikkan itu bukanlah hal yang sulit bagi Daulah Islamiah dan para dai Daulah Islamiah yang mukhlis untuk membantahnya satu per satu. Demikian pula untuk mengokohkan potret yang benar di dalam benak Barat.

Masalah penyesatan pertama, yaitu pengobaran spirit permusuhan dan mobilisasi melawan Daulah Islamiah. Masalah ini dapat dibantah dengan menonjolkan potret yang benar dari sejarah Islam kepada bangsa-bangsa kafir.

Pertama, dipaparkan bahwa Islam tidak berperang demi kepentingan duniawi murahan sebagaimana yang dilakukan Barat. Demikian pula Daulah Islamiah tidak berperang demi perang itu sendiri untuk membunuh, menghancurkan, dan meluluhlantakkan. Akan tetapi Daulah Islamiah berperang demi mengemban ideologi Islam kepada bangsa-bangsa yang tersesatkan. Ini dilakukan guna mengeluarkan mereka dari kegelapan dan kebengkokan berbagai pemikiran, serta dari kezaliman manusia.

Islam pada setiap pembebasannya yang berlangsung sepanjang sejarah Islam tidak bertujuan, meski hanya sekali saja, untuk merampok sesuatu dari bangsa-bangsa yang dibebaskan. Sebaliknya, Islam justru menjaga harta, kehormatan, dan darah mereka setelah pembebasan, bahkan tempat-tempat peribadahan mereka.

Tidak seorang pun yang diperintah untuk memeluk Islam secara paksaan. Ini berkebalikan dengan berbagai perang agama yang terjadi di antara kelompok-kelompok Nasrani, baik Katolik maupun Protestan. Di Maria, jutaan nyawa dilenyapkan, kekayaan-kekayaan dirampok, kehormatan dilanggar, dan manusia dipaksa untuk meninggalkan keyakinan mereka.

Demikian pula pembebasan Islam itu berkebalikan dengan perang-perang agama yang dilangsungkan oleh Barat terhadap kaum muslim di Andalusia. Masyarakat Andalusia dibantai karena agama mereka dan mereka dipaksa memeluk Nasrani atau mati.

Begitu pula berbeda seratus delapan puluh derajat dengan perang salib yang dilancarkan orang-orang Nasrani di negeri-negeri Islam di Timur. Pada Perang Salib itu, manusia dibunuh, meskipun mereka berlindung di rumah-rumah ibadah. Ini seperti yang terjadi pada peristiwa pembantaian Al-Quds di Masjid Al-Aqsha al-Mubarak.

Islam adalah agama yang diemban oleh para pemeluknya dengan keyakinan yang bersifat akliah (rasional). Manusia tidak akan dipaksa untuk memeluknya. Pada waktu yang sama, Islam menjaga tempat-tempat ibadah agama lain. Islam juga menyediakan suasana yang aman bagi para pemeluknya untuk menunaikan agama mereka.

Berkaitan dengan masalah sistem kebebasan dan sikap Islam secara syar’i dan tegas, masalah ini memerlukan keahlian dan pengalaman dalam memahamkan Barat. Sesungguhnya sistem kebebasan merupakan sistem yang secara rasional adalah batil dan merusak. Sistem kebebasan merupakan perbudakan terhadap umat manusia lebih dari perbudakan yang dilakukan oleh gereja.

Memerlukan keahlian dan pengalaman dalam memahamkan bahwa Islam merupakan agama pembebas bangsa-bangsa. Islam membebaskan umat manusia dari penyembahan kepada manusia menuju penyembahan kepada Allah Taala. Oleh karenanya, dalam hal ini wajib diluruskan beberapa potret dalam bentuk sebagai berikut.

Pertama, sistem kebebasan di Barat datang dari pemikiran yang batil dan tidak bersandar kepada akal. Sistem kebebasan itu merupakan ide kompromi antara dua perkara yang sama-sama salah, yaitu dominasi kaum agamawan dan ide penghapusan agama. Ini seperti yang menjadi tuntutan kaum reformis.

Jalan tengah (kompromi) merupakan pemikiran yang tidak bisa diterima oleh akal. Sebabnya, kompromi itu tidak bersandar kepada aspek rasional yang sahih. Berbagai perkara kondisinya kalau tidak benar, tentu salah. Tidak ada kondisi pertengahan di antara keduanya (setengah benar dan setengah salah).

Kedua, di dalam ide kebebasan terdapat pencederaan atas aspek kemanusiaan yang sahih. Misalnya, kebebasan personal. Kebebasan ini memperbolehkan manusia keluar ke jalanan secara telanjang, melakukan homoseksual, serta mengisap opium dan ganja. Bahkan ide kebebasan memperbolehkan manusia untuk membunuh dirinya sendiri dan membebaskan diri dari kehidupan.

Orang yang berakal akan dengan mudah melihat apa yang telah dicapai oleh kebebasan personal di negeri-negeri Barat. Capaian tersebut berupa pelanggaran terhadap kemuliaan manusia, berbagai penyakit, dan kriminalitas yang tidak terhitung banyaknya.

Adapun masalah perbudakan yang ada di dalam persepsi kebebasan, hal itu tampak dalam masalah kepemilikan. Ini karena kebebasan kepemilikan di Barat telah menyebabkan penimbunan oleh para pemilik perusahaan besar. Demikian juga berlangsung dominasi atas harga komoditas dan upah. Hal itu pada akhirnya menjadikan perusahaan-perusahaan tersebut menjadi tuan yang mengendalikan rezeki manusia, upah, dan kehidupan mereka.

Masyarakat akhirnya menjadi pelayan bagi para pemilik perusahaan itu. Masyarakat harus bekerja siang dan malam sekadar untuk bisa mendapatkan sesuap makanan. Jadi, inilah ide kebebasan yang diserukan oleh Barat dan yang ditakutkan Daulah Islamiah akan menghancurkannya.

Dengan paparan yang jelas dan benar ini, menjadi jelaslah potret yang benar tentang tata cara Islam membebaskan manusia. Islam menetapkan hukum-hukum syarak yang mengatur kehidupan manusia dalam wujud yang paling baik dan bentuk yang paling tinggi.

Sebagai contohnya, Islam menetapkan hukum syarak dalam masalah perkawinan. Hukum Islam mengatur kehidupan manusia secara seksual dengan pengaturan yang sahih dan menghancurkan semua bentuk kerusakan.

Sebaliknya dengan kebebasan personal, seorang laki-laki akan membangun hubungan terbuka dengan perempuan tanpa batasan, ikatan, atau pengaturan. Ikatan itu berdiri di atas aspek syahwat hewani semata. Akibatnya, manusia dan masyarakat terjerumus ke dalam kesempitan hidup akibat berbagai masalah sosial dan penyakit mematikan yang tidak kenal belas kasihan. [MNews/RY-YG]

Sumber: dr. Hamdan Fahmi, Khilafah Rasyidah.

Share

One thought on “[Khilafah Rasyidah] Metode Menghadapi Potret Penyesatan (Bagian 1/2)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *