[Khilafah Rasyidah] Pengaburan Potret Daulah Islamiah (Bagian 3/3)

[Khilafah Rasyidah] Pengaburan Potret Daulah Islamiah (Bagian 3/3)

Penulis: dr. Hamdan Fahmi

Sambungan dari Bagian 2/3

Muslimah News, TELAAH KITAB — 2. Memprovokasi bangsa Barat untuk menentang ide-ide dan deskripsi-deskripsinya, khususnya pandangan terhadap empat ide kebebasan.

Sudah diketahui bersama bahwa kebebasan bagi Barat adalah capaian paling mahal yang pernah diraih. Apa pun yang menyentuh kebebasan itu artinya telah menyentuh sesuatu yang diagungkan dan dimuliakan di tengah kehidupan mereka.

Pemerintah-pemerintah Barat akan melontarkan potret Daulah Islamiah dan berbagai aktivitasnya dengan potret yang berlawanan dan telah dipotong di sana sini. Hal itu untuk menancapkan di dalam benak orang Barat bahwa Daulah Islamiah memerangi kebebasan, menyerukan untuk memberangus kebebasan, dan mempersempit manusia.

Hal itu demi menimpakan kesempitan terhadap manusia dan membelenggu mereka, tanpa menyebutkan sedikit pun aspek pemikiran dalam pandangan kaum muslim terhadap masalah kebebasan. Juga tanpa menyebutkan secuil pun masalah salah dan benar dalam perkara kebebasan itu.

3. Memutarbalikkan berbagai fakta historis dalam menggambarkan potret buram tentang Daulah Islamiah. Hal ini dilakukan berdasarkan anggapan bahwa hal itu mirip dengan gambaran masa kegelapan abad pertengahan dalam kehidupan Barat.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Barat membenci masa-masa abad pertengahan. Sebabnya, abad pertengahan merepresentasikan masa sulit dan menderita di tengah kehidupan Barat akibat berbagai tindakan buruk yang dilakukan oleh kaum gerejawan.

Perkara ini akan dieksploitasi oleh pemerintah kafir dengan para intelektual yang menyesatkan dalam memprovokasi Barat menentang Daulah Islamiah yang baru. Mereka beranggapan bahwa Daulah Islamiah merepresentasikan sejarah hitam yang buruk. Juga merepresentasikan kezaliman, kegelapan, dan kemunduran dengan segenap potret dan bentuk-bentuknya, baik fisik maupun maknawi.

4. Memutarbalikkan berbagai fakta di hadapan Barat dalam menggambarkan potret masa lalu dan kontemporer yang merepresentasikan potret para penguasa sesat yang keluar dari ajaran-ajaran Islam. Pada saat yang sama, dipaparkan potret kemiskinan dan kepapaan dari beberapa bangsa di berbagai kawasan bangsa-bangsa Islam di negeri-negeri kaum muslim dan di hadapan generasi-generasi Islam di Eropa. Kemudian mereka melekatkan semua itu dengan Islam sebagai suatu ideologi (mabda).

Hal yang benar adalah bahwa sejarah Islam itu di dalamnya terdapat penyimpangan dan keburukan. Hampir-hampir tidak ada satu masa pun yang kosong dari penyimpangan dan keburukan itu, kecuali masa Khilafah Rasyidah dan masa khalifah yang adil, yakni Umar bin Abd al-‘Aziz, baik keburukan itu terjadi dalam masalah fitnah dan peperangan meraih kekuasaan atau yang lainnya.

Adapun potret kemiskinan, sesungguhnya kemiskinan pada hari ini tampak menonjol di setiap negeri dunia Islam tanpa terkecuali. Hampir-hampir negeri-negeri paling kaya di kawasan Teluk pun tidak kosong dari masalah kemiskinan. Hal itu akibat penjajahan, baik politik, militer, maupun ekonomi atas negeri-negeri kaum muslim.

Inilah di antara potret penyesatan dan pengaburan yang dimaksudkan dalam masalah ini, yang akan dilontarkan oleh negara-negara kafir untuk menentang Daulah Islamiah. Hal itu demi memobilisasi Barat melawan Daulah Islamiah dan memprovokasi mereka di dalam peperangannya menghadapi Daulah Islamiah. [MNews/RY-YG]

Sumber: dr. Hamdan Fahmi, Khilafah Rasyidah.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *