Penulis: dr. Hamdan Fahmi
Muslimah News, TELAAH KITAB — Tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh Daulah Islamiah ada dua jenis. Masing-masing jenis memiliki beberapa turunan. Sesuai dengan kemampuan yang ada, kami akan menyebutkannya disertai dengan penjelasan dan perincian.
Kemudian akan kami paparkan hasil ijtihad kami untuk menghadapi, menangkal, dan menolak. Berikutnya tentu untuk bisa mengalahkan berbagai tantangan itu dan mengungguli berbagai kekuatan kebatilan dan permusuhan yang berdiri di belakang berbagai tantangan itu.
Jenis tantangan pertama adalah tantangan luar negeri. Tantangan ini utamanya ada tiga.
Pertama, perang fisik dengan segala bentuk dan jenisnya serta segala turunannya.
Kedua, politik pendistorsian dan penyesatan, serta perang pemikiran dengan segala macamnya.
Ketiga, embargo, baik secara politik, pemikiran, maupun ekonomi.
Adapun jenis tantangan dan kesulitan yang kedua adalah tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan dari dalam negeri. Ini adalah kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh negara dan orang-orang yang mengatur berbagai urusan negara, serta secara umum dihadapi oleh seluruh rakyat yang hidup di bawah kekuasaan negara.
Jenis tantangan ini di antaranya ada yang berkaitan dengan luar negeri, seperti para politisi yang menjadi antek asing sebagai warisan sistem sebelumnya. Di antaranya ada yang berkaitan dengan keterbatasan kemampuan dibandingkan dengan besarnya tantangan. Di antaranya juga ada yang berkaitan dengan tingkat kesadaran dan pemahaman yang dimiliki umat dan hal-hal lain yang menjadi sebab kesulitan-kesulitan itu.
Secara umum tantangan-tantangan dalam negeri dapat dibatasi dalam lima perkara, yang darinya bisa dirinci bentuk-bentuk lain yang berhubungan dan menjadi turunannya. Kelima perkara itu adalah.
1. Aktivitas mobilisasi secara pemikiran maupun maknawi untuk menghadapi akibat-akibat peperangan dengan segala jenisnya.
2. Keterbatasan kemampuan dibandingkan dengan besarnya tantangan dalam negeri dan luar negeri. Perkara ini berkaitan dengan masalah peningkatan persenjataan dan berbagai persiapan secara militer.
3. Penerapan Islam secara revolusioner dan berbagai kesulitan yang menghadang, khususnya pada masa awal.
4. Pemberantasan berbagai realitas rusak warisan sistem sebelumnya dan aktivitas perombakan bentuk kerusakan dalam segala seginya, baik politik, ekonomi, maupun sosial. Perkara ini memiliki empat cabang.
a. Pendidikan dan kurikulum.
b. Pers dan media massa.
c. Mata uang dan berbagai mata uang yang beredar.
d. Pribadi-pribadi penguasa dan para pegawai yang bermasalah, serta berbagai kerusakan yang diakibatkan warisan sistem sebelumnya dalam bidang pemerintahan, peradilan, atau keuangan.
Inilah tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan utama, baik dari luar negeri maupun dalam negeri, yang akan dihadapi daulah. Saya akan memaparkan masalahnya disertai dengan pembahasan, analisis, dan penjelasan. Saya akan merumuskan solusi syar’i untuk menyelesaikan masalah itu, jika memang ada solusi syar’i yang digali dari dalil-dalil yang rinci.
Saya akan berusaha merumuskan solusi-solusi politis administratif yang berkaitan dengan berbagai cara dan sarananya. Perkara ini, seperti yang sudah saya sebutkan, merupakan pintu persiapan dan upaya untuk mengambil hukum sebab musabab.
Hal itu tentu saja disertai dengan keimanan dan keyakinan bahwa kemenangan pada akhirnya akan berada di pihak umat Islam melalui pengaturan Daulah Islamiah.
Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” (QS Al-Hajj: 38—39).
“Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (QS Ar-Rum: 47).
“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi.” (QS Al-Qashash: 5—6).
“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (Hari Kiamat).” (QS Ghafir: 51).
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS An-Nur: 55).
Kami memohon kepada Allah Swt. agar menjadikan ini sebagai pengetahuan baru yang akan menambah perbendaharaan pengetahuan para pengemban dakwah. Dengan demikian, mereka akan mengaktifkan akal dan pemikiran mereka untuk melakukan kreasi dan pengkajian dalam masalah yang sangat penting ini. Sebagaimana kami juga memohon kepada Allah Swt. agar menuntun kami dalam berijtihad kepada kebenaran.
Kami juga memohon kepada Allah Swt. agar pengetahuan ini memberikan manfaat kepada saudara-saudara kami, para pengemban dakwah, pada tahapan ini dan nanti setelah Daulah Khilafah Islamiah Rasyidah Kedua tegak kembali dalam waktu dekat dengan seizin Allah Taala. [MNews/RY-YG]
Sumber: dr. Hamdan Fahmi, Khilafah Rasyidah.
