Muslimah News, INTERNASIONAL — Juru bicara (jubir) kelompok dakwah ideologis Palestina menyeru kepada para penguasa muslim dan tentara muslim agar membawa tentaranya ke pelataran Masjidilaqsa.
“Gaza menyeru kalian untuk membawa para prajurit Islam ke pelataran Masjidilaqsa, dengan mengagungkan Allah. Tidak ada pengampunan atas darah Gaza kecuali dengan melakukan hal ini. Jika kalian melakukannya, kalian akan menjadi tentara Allah, yang melalui tangan-tangan kalian Allah akan menganugerahkan kemenangan,” ungkapnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Senin (7-4-2025).
Pasalnya, menurut jubir, Gaza telah terperangkap di antara pengepungan dan pembunuhan yang tidak menyisakan ruang untuk kehidupan.
”Hak Gaza atas kalian lebih besar dari sekadar demonstrasi atau pemogokan sehari. Hak Gaza atas kalian lebih besar dari sekadar mengutuk dan menuntut diakhirinya agresi. Hak Gaza atas kalian lebih besar daripada mencabut blokade dan mengizinkan masuknya makanan, obat-obatan, dan kain kafan,” tandasnya.
Menyingkirkan Musuh
Ia menegaskan, hak penduduk Gaza atas para penguasa muslim dan para tentara adalah menyingkirkan musuh yang telah melakukan pembunuhan terhadap penduduknya, serta memutus jalur pasokan yang melewati negeri-negeri Islam.
”Hak Gaza yang diridai Allah dari kalian adalah agar para prajurit kalian bergerak seperti para mujahidin yang tulus menuju pembebasan. Hak Gaza atas kalian adalah kalian tidak berhenti sampai kalian melihat barak-barak tentara berdiri dan kosong dari para penghuninya menuju Masjidilaqsa, sambil mengingat Allah dan menggempur benteng-benteng musuh dengan artileri dan pesawat-pesawat mereka sampai mereka terbebas,” serunya.
Para tentara itu, lanjutnya, hendaknya tidak kembali sebelum berhasil menjatuhkan rezim-rezim pengkhianat yang bersekongkol dalam pembunuhan penduduk Gaza dan membuka wilayah udara mereka untuk agresi Yahudi terhadap Levant (wilayah Mediterania Timur) dan Yaman.
”Para penguasa kriminal ini telah mencegah pasukan-pasukan untuk melakukan jihad di jalan Allah dan mencegah mereka untuk mendukung saudara-saudara mereka, dan membebaskan kiblat pertama mereka. Mereka sebelumnya telah menyelimuti kalian dengan rasa takut dan lapar, membiarkan rumah-rumah kalian diserbu oleh musuh-musuh kalian, dan memerangi kalian demi agama dan urusan duniawi kalian,” bebernya.
Para penguasa muslim itu, ucapnya, hendaknya menolak setiap solusi untuk masalah Palestina, kecuali solusi pembebasan karena solusi selain pembebasan Palestina adalah pengkhianatan.
Ia mengingatkan para penguasa muslim dan tentaranya dengan menukil surah An-Nisa ayat 74—76, ”Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.
Mengapa kalian tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita-wanita, maupun anak-anak yang semuanya berdoa, ’Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya, dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!’
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan tagut. Sebab itu, perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.” [MNews/IA]
