[Kabar] Iffah Ainur Rochmah: Mewujudkan Kutlah Rasulullah Masa Kini untuk Mencapai Kejayaan

[Kabar] Iffah Ainur Rochmah: Mewujudkan Kutlah Rasulullah Masa Kini untuk Mencapai Kejayaan

Muslimah News, NASIONAL — Aktivis dakwah nasional Iffah Ainur Rochmah menerangkan tentang cara mewujudkan keberadaan kutlah Rasulullah saw. pada masa kini untuk mencapai kejayaan.

“Imam Malik pernah berkata bahwa umat ini tidak akan jaya, kecuali dengan cara pertama kali ia dijayakan oleh generasi awalnya,” ujarnya dalam acara Meneruskan Warisan: “Kelompok Dakwah Rasul Masa Kini untuk Perubahan” di kanal Supremacy, Sabtu (15-3-2025).

Artinya, ia menuturkan, kalau kaum muslim mencontoh apa yang dilakukan oleh generasi pertama untuk mendapatkan kejayaan—seperti para sahabat dan kutlah Rasul meraih kejayaan dengan titik tolaknya adalah memiliki Daulah Islam di Madinah—, maka hanya dengan itu saja umat Islam akan kembali berjaya.

“Ini karena problem multidimensi sedang menimpa umat ini, bukan hanya problem dunia, tetapi problem yang khusus menimpa umat Islam juga tidak bisa lagi kita pilah problemnya di satu aspek saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Syekh Taqiyuddin an-Nabhani mengatakan dari Imam Al-Amidi dalam Al-Ihkam li Ushulil Ahkam, tentang beberapa hal yang harus dipenuhi untuk membangun kutlah atau organisasi dakwah.

“Meneladan Rasulullah saw. dalam membangun kutlah atau organisasi dakwah, maka yang harus dilakukan sama persis seperti cara Rasulullah melakukan perubahan, memiliki arah dan bentuk perjuangan yang sama dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw., juga menuju target dan tujuan yang sama seperti tujuan Rasulullah saw.,” ungkapnya.

Membentuk Sistem Politik

Ia mengungkapkan, Rasulullah tidak berhenti pada dakwah tauhid kepada Allah secara ruhiyah. “Rasulullah saw. bahkan mencontohkan dengan sangat gamblang bahwa beliau saw. mendakwahkan risalah Islam yang diturunkan oleh Allah untuk membentuk sebuah sistem politik atau negara yang baru. [Kemudian] menggantikan politik rusak yang saat itu bercokol di Jazirah Arab,” urainya.

Hal ini, lanjutnya, tampak dari ekspresi para kabilah Arab. “Contohnya, pemuka Bani Amr yang menyatakan bahwa kalau sampai bisa mengambil pemuda Quraisy ini [Muhammad saw.], maka ia akan menguasai seluruh bangsa Arab,” jelasnya.

Bahkan, terangnya, pada saat Rasulullah menawarkan dirinya, melakukan thalab an-nusroh, dan meminta agar dakwah beliau saw. dimenangkan, pemuka Bani Amr ini menyatakan, “Kalau kami mendukungmu kemudian Allah memenangkan dirimu dalam menghadapi kaum yang menentangmu, apakah kami akan mendapatkan kekuasaan sepeninggalmu?”

Peristiwa ini, ungkapnya, membawa kesimpulan bahwa dakwah Rasulullah saw. tidak hanya menyampaikan risalah tauhid secara ruhiah, tetapi ingin membangun sebuah kekuasaan atau sistem politik berdasarkan wahyu Allah.

“Jika dibandingkan dengan kekuasaan sekuler saat ini, kekuasaan dan politik Islam itu dibimbing oleh wahyu Allah Taala,” ujarnya.

Selanjutnya, Iffah menyampaikan metode yang ditempuh kutlah tersebut hingga sampai pada kekuasaan politik di Madinah. “Diawali dengan membina kader-kader dakwah yang menjadi tulang punggung perubahan. Mereka dibina di dalam satu kelompok dakwah yang disebut hizb ar-Rasul atau organisasinya Rasul. Disebut demikian karena mereka bertemu secara rutin dengan Rasulullah saw. di baitul Arqam untuk mendengar wahyu, juga melatih diri mereka menjalankan perintah-perintah yang diturunkan di dalam wahyu tersebut,” tuturnya.

Pola Manajemen

Pada waktu itu, jelasnya, Rasulullah saw. membangun pola manajemen. “Ada sahabat yang diberikan perintah untuk menyampaikan kepada keluarganya, ada sahabat yang kemudian mengajukan dirinya untuk menyampaikan ajaran Islam di sekitar Ka’bah, juga berdiskusi untuk mengelilingi Ka’bah secara berbaris dalam dua barisan,” bebernya.

Jadi, sambungnya, itulah sesungguhnya hizb ar-Rasul. “Rasulullah saw. membina para sahabat di dalamnya dengan pembinaan tauhid sekaligus pembinaan kemampuan untuk bergerak melakukan amanah-amanah sebagaimana diperintahkan oleh Rasulullah saw.. Di situ ada pembinaan mental, pembinaan kualitas pelaksanaan ibadah, sekaligus evaluasi terhadap apa yang dilakukan,” jabarnya.

Oleh karena itu, urainya, dapat dipahami bahwa karakter amal yang lebih banyak dilakukan oleh kutlah Rasulullah adalah amal politis atau amal siyasi.

“Ada pembinaan kader, kemudian menyampaikan pemahaman Islam kepada masyarakat atau yang belum masuk Islam agar mau masuk Islam. Yang sudah masuk Islam juga dijelaskan apa saja yang harus dilakukan. Ini bisa disebut sebagai pembinaan umum,” katanya.

Selain itu, imbuhnya, Rasulullah saw. dan para sahabat mengomentari praktik-praktik kecurangan dalam takaran dan timbangan. “Ini amal politik, yakni menyerang praktik-praktik ekonomi yang terjadi di masyarakat pada waktu itu, bahkan “menyerang” penguasa-penguasa musyrik yang mendominasi masyarakat dengan ajaran-ajaran menyesatkan, seperti menyembah Latta dan Uzza,” ucapnya.

Ia mengutarakan, ada banyak contoh yang menggambarkan bahwa aktivitas dakwah Rasulullah saw. dan para sahabatnya ini adalah aktivitas politik, bukan aktivitas praktis menyelesaikan problem masyarakat.

“Misalnya, saat seorang budak bernama Bilal bin Rabah ditindih batu, ternyata Rasulullah saw. tidak membebaskan Bilal dengan mengerahkan orang-orang yang sudah masuk Islam untuk memprotes sang majikan Umayyah bin Khalaf. Justru Rasulullah tidak mengabulkan permintaan sahabat yang ingin show of force memaksa Umayyah bin khalaf membebaskan Bilal bin Rabah,” katanya.

Hal ini, tambahnya, menunjukan bahwa ada batasan amal yang dilakukan sepanjang beliau saw. berdakwah di Makkah sebelum tegaknya Daulah Islam di Madinah.

“Artinya, kita harus menjauhkan pikiran dan perhatian kita yang boleh jadi akan terdistraksi dengan banyaknya orang-orang yang membutuhkan bantuan praktis, seperti dari praktik ekonomi ribawi. Sebaliknya, kita tetap harus fokus pada karakter politik atau karakter dakwah pemikiran di mana amal untuk benar-benar membebaskan umat dari kemaksiatan, termasuk riba nantinya akan bisa ditegakkan saat Khilafah sudah hadir kembali di tengah kehidupan kita,” jelasnya. [MNews/RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *