Muslimah News, NASIONAL — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didesak menangguhkan keanggotaan Zion*s Yahudi di organisasi tersebut sebagai sanksi atas pelanggaran hukum internasional dan penjajahan di wilayah Palestina.
Pelapor khusus PBB untuk kondisi HAM di Palestina, Francesca Albanese, yang mengusulkan hal tersebut berkata bahwa Majelis Umum PBB hendaknya mempertimbangkan penangguhan keanggotaan Zion*s Yahudi hingga mereka berhenti melanggar hukum internasional. Selain itu, Zion*s Yahudi juga tidak punya hak atas wilayah Palestina karena mereka hanya mencaplok wilayah negara tersebut tanpa izin.
Berhenti
Menyikapi hal tersebut, intelektual muslimah Nurul Mukhlisa, S.Farm., M.Pharm.Sci. menyampaikan, menyelesaikan masalah Palestina dengan berharap kepada PBB adalah sebuah bentuk kesia-siaan. “Umat harus berhenti berharap pada Barat dan PBB dalam menyelesaikan penjajahan di Palestina,” ucapnya kepada MNews, Selasa (28-1-2025).
PBB dan hukum internasional, jelasnya, sudah tidak bisa diharapkan lagi dalam menyelamatkan nyawa umat Islam di Gaza Palestina, karena Zion*s Yahudi didukung oleh negara adidaya Amerika Serikat dan Inggris, serta diselimuti oleh PBB. “PBB bersifat mandul kerena pelanggaran hak asasi manusia seberat apa pun yang dilakukan Zion*s Yahudi tidak dianggap masalah. Di balik itu semua, ada kepentingan besar negara adidaya yang senantisa mendukung Zion*s Yahudi,” paparnya.
Ia menjelaskan, selama umat masih berharap pada PBB, maka makin lama pula genosida yang akan dialami oleh saudara saudara kaum muslim di Gaza Palestina. “Kemandulan PBB ini adalah ketakmungkinan secara de juro maupun de facto untuk membawa pelaku pelanggaran HAM untuk dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” terangnya.
Solusi Tuntas
Nurul menegaskan, satu-satunya solusi tuntas atas Palestina adalah mewujudkan jihad melawan entitas Yahudi. “Kaum muslim harus menyeru kepada para penguasa muslim untuk menggerakkan pasukannya berjihad melawan Zion*s. Semua itu hanya dapat terwujud dalam komando Khilafah,” ucapnya.
PBB, ungkapnya, mustahil menghimpun tantara muslim untuk membebaskan Palestina. “Palestina adalah tanah kharajiyah yang diperoleh dengan darah dan air mata kaum muslim. Selamanya akan menjadi milik kaum muslim. Sementara itu, Zion*s Yahudi hanyalah entitas parasit yang menumpang hidup di Palestina. Keberadaannya sebagai negara dipaksakan oleh Barat,” paparnya.
Menghadapi Zion*s Yahudi, terangnya, bukanlah dengan diplomasi atau duduk manis berdiskusi, tetapi hanya bisa dengan memeranginya. “Masalah Palestina adalah masalah kaum muslim. Tidak boleh ada seorang pun yang berhak menyerahkan tanah kharajiyah kepada pihak lain, apalagi kepada penjajah Yahudi,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, sikap seharusnya terhadap Zion*s yang telah merampas tanah Palestina adalah sebagaimana yang telah Allah Swt. perintahkan, yakni memerangi dan mengusir. Lalu, a mengutip firman Allah Swt. dalam QS At-Taubah: 14, “Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum mukmin.”
Ia menegaskan bahwa harus ada kekuasaan Islam yang menyerukan jihad fi sabilillah. “Tidak ada solusi lain bagi Palestina selain Khilafah Islamiah. Dengan Khilafah, sekat bangsa akan tercerai, persatuan kaum muslim akan mewujud, akidah Islam menjadi fondasi kekuatan Islam,” tegasnya.
Menurutnya, khalifah pasti akan menyerukan jihad memerangi musuh-musuh Islam. “Hanya jihad dan Khilafah solusi tunggal dan fundamental untuk Palestina dan negeri muslim lainnya yang masih terjajah. Dengan Khilafah, kehormatan, nyawa, dan harta kaum muslim bisa terjaga. Semoga Allah segerakan untuk kita, amin,” pungkasnya. [MNews/IK]
