Muslimah News, NASIONAL — Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan dapat mengirim seribu dai-daiah ke wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) selama Ramadan 2025. Program ini bertujuan memperkuat syiar Islam dan meningkatkan literasi keagamaan di daerah yang minim akses terhadap pendakwah. Dalam program ini, selain aspek spiritual, Kemenag juga menargetkan penguatan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, hingga pengentasan kemiskinan di daerah 3T.
Mubaligah nasional Ustazah Kholishoh Dzikri mengapresiasi program Kemenag ini. Namun, lanjutnya, pengiriman dai ke daerah 3T seharusnya dilakukan tidak hanya selama Ramadan, tetapi sepanjang tahun. “Targetnya tidak sekadar memperkuat syiar Ramadan, tetapi juga memahamkan Islam kafah,” ujarnya kepada MNews, Rabu (15-1-2025).
Menurutnya, umat Islam di daerah 3T memang sangat butuh dipahamkan agamanya. “Tidak hanya mengajarkan masalah ubudiah dan akhlak, tetapi juga mengajarkan syariat Islam kafah yang mengatur seluruh tatanan kehidupan,” terangnya.
Hal tersebut, jelasnya, penting agar umat Islam memahami bahwa Islam bukan hanya mengatur aspek ruhiyah, tetapi juga mengatur aspek siyasiah (politik). “Adapun terkait pengentasan kemiskinan menjadi tanggung jawab negara tanpa harus menggandeng dai atau lembaga lain. Apalagi perbankan syariat, ujung-ujungnya pemberdayaan ekonomi dengan memberikan pinjaman riba. Padahal, riba haram,” tegasnya.
Menurutnya, tanpa menggandeng lembaga lain, negara pasti mampu mengentaskan kemiskinan ketika semua sumber kekayaan alam yang melimpah dikelola dengan baik oleh negara dan hasilnya digunakan untuk menyejahterakan rakyat. “Negara pun tidak perlu memungut pajak dan utang luar negeri. Dengan pendapatan yang melimpah, negara akan sangat mudah mengentaskannya, insyaallah,” tandasnya. [MNews/IK]
