[Kabar] Jubir: Masa Jabatan Kedua Donald Trump Akan Lebih Kacau dan Destruktif

[Kabar] Jubir: Masa Jabatan Kedua Donald Trump Akan Lebih Kacau dan Destruktif

Muslimah News, INTERNASIONAL — Juru bicara kelompok dakwah ideologis di Amerika Serikat (AS) menilai, masa jabatan kedua Donald Trump sebagai Presiden AS akan lebih kacau dan destruktif daripada masa jabatan pertamanya.

“Ini karena pernyataan yang dilontarkan Trump menunjukkan kembalinya dinamika kolonialisme dan dapat memicu kerusuhan global,” ulasnya pada Kantor Berita ideologis internasional, Sabtu (11-1-2025).

Ia membeberkan beberapa pernyataan Trump, seperti penggantian nama Teluk Meksiko, pencaplokan Kanada, perebutan Terusan Panama, dan pembelian Greenland dengan kedok keamanan nasional menandakan perubahan dramatis dalam kebijakan luar negeri AS.

“Setelah pemerintahan Biden dengan nilai-nilai liberalnya —yang mendukung rezim otoriter di seluruh dunia , termasuk entitas Zion*s yang terus melakukan agresi militer dan pembersihan etnis di Palestina—akan berubah menjadi ambisi kolonial militer,” ucapnya.

Hanya saja, ia mengatakan, usulan Trump untuk mencaplok Kanada atau merebut Greenland dengan paksa dapat memicu respons NATO berdasarkan Pasal V [The North Atlantic Treaty] bahwa serangan terhadap satu anggota sebagai serangan terhadap semua anggota.

“Selain itu, di seberang Atlantik, para pemimpin Eropa telah menolak usulan Trump untuk membeli Greenland dan mencaplok Kanada. Meskipun, Denmark tampak bersedia mengakomodir kekhawatiran keamanan Trump yang mencerminkan ketakmampuan Uni Eropa secara umum untuk melawan Amerika Serikat,” ungkapnya.

Menurutnya, Trump berupaya mengubah Pax Americana menjadi versi kekaisaran Eropa lama yang berupaya menjajah negara lain untuk mendapatkan sumber daya berharga atau kepentingan strategis yang terkait dengan keamanan nasional, seperti ketakutan akan persaingan dari peradaban Islam yang sedang bangkit.

“Mentalitas “siapa yang kuat, siapa yang benar” mendorong sistem internasional kembali ke keadaan sebelum tahun 1945 dan berisiko memicu aneksasi tidak terkendali terhadap negara-negara yang lebih lemah oleh negara-negara besar,” ulasnya.

Peluang

Dalam konteks ini, ia menilai, Khilafah makin siap untuk naik ke panggung. “Erosi hukum internasional dan adanya penurunan legitimasi kekuatan Barat menciptakan peluang bagi Khilafah menjalankan kebijakan untuk menyatukan negeri-negeri muslim,” jelasnya.

Ia menambahkan, ini menghadirkan peluang pula bagi Khilafah untuk menawarkan perlindungan kepada negara-negara yang lebih lemah terhadap kekuatan kolonial sebagai imbalan atas diterapkannya keadilan Islam.

“Namun pertanyaannya, apakah ada orang di dalam pasukan dunia muslim yang siap untuk memanfaatkan keadaan global saat ini, mendirikan Khilafah, dan memulihkan perdamaian dan keadilan di dunia?” pungkasnya. [MNews/RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *