[Telaah Kitab] Membentuk Kesatuan Antargerakan (Bagian 4/4)

[Telaah Kitab] Membentuk Kesatuan Antargerakan (Bagian 4/4)

Sambungan dari Bagian 3/4

Muslimah News, TELAAH KITAB — Jika kesadaran telah muncul, maka hilanglah fanatisme golongan, partai, jemaah, atau fanatisme terhadap pemimpin gerakan. Sebabnya, loyalitas seorang muslim haruslah untuk Islam semata. Begitu juga ketaatannya, harus menjadi ketaatan yang lahir atas dasar kesadaran, bukan taklid buta.

Oleh karena itu, apabila telah terbentuk suatu kontak pertemuan di antara para pemimpin dan pengikut masing-masing jemaah atau gerakan, berarti telah terbentuk pula satu kesatuan aktivitas atau kerja sama (ta’awun) yang akan mendatangkan keuntungan bagi dakwah Islam. Dengan demikian ini akan menjadi pendorong dakwah untuk bergerak maju dengan kehendak Allah Taala.

Selain itu, hendaklah semua gerakan Islam menyadari bahwa Khilafah (pemerintahan Islam) adalah Khilafah Islamiah semata, bukan Khilafah milik golongan atau gerakan tertentu. Juga perlu disepakati bahwa Khalifah yang dibaiat oleh umat merupakan Imam (pemimpin) bagi seluruh kaum muslim. Khalifah yang mewakili umat dalam melaksanakan hukum syarak serta mengembangkan dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia dengan jalan jihad.

Seorang Khalifah tidak boleh mewakili kepentingan satu golongan tertentu atau mendahulukan kepentingan satu partai politik tertentu yang pernah diikutinya atau masih aktif di dalamnya lebih daripada kepentingan kaum muslim keseluruhannya. Ini karena dengan terlaksananya baiat (pengangkatan terhadap Khalifah), ia telah menjadi wakil kaum muslim dalam melaksanakan seluruh syariat Islam dan mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru dunia.

Di samping itu, ia harus mengatur dan memelihara urusan kaum muslim secara keseluruhan, termasuk urusan ahluz zimmah. Sebabnya, mereka selaku rakyat, sedangkan ia selaku pemimpin yang bertanggung jawab atas mereka.

Oleh karenanya, setiap gerakan harus beranggapan bahwa apabila salah satu gerakan telah berhasil menegakkan Khilafah Islamiah, maka yang lain harus ikut tunduk kepada Khalifah yang diangkat oleh gerakan tersebut dengan membaiatnya (bai’atuth thaat) selaku Amirulmukminin.

Juga, hendaklah setiap gerakan berusaha untuk menggabungkan semua wilayah yang menjadi pusat gerakan mereka dengan wilayah-wilayah Khilafah tanpa melihat lagi gerakan mana yang telah berhasil mendirikan Khilafah Islam.

Contohnya, apabila jemaah kaum muslim yang ada di Pakistan telah berhasil mendirikan suatu negara yang berbentuk Khilafah Islamiah. Negeri tersebut juga telah memenuhi semua persyaratan sebagai Darul Islam, yakni keamanan masyarakat dan kekuasaan di sana, yang sebelumnya berada di bawah naungan kekufuran, telah berubah status di bawah kekuasaan dan keamanan Islam. Dengan demikian pada saat itu wajib bagi seluruh gerakan lainnya yang beroperasi di luar wilayah Pakistan untuk segera berbaiat kepada Khalifah. Mereka juga harus berusaha menggabungkan negeri Islam lainnya dengan Negara Khilafah.

Oleh karena itu, tidak begitu penting siapa yang mendapatkan pertolongan Allah Swt. (nashrullah) lebih dahulu. Akan tetapi yang terpenting adalah pertolongan Allah Swt. itu terlebih dahulu jatuh kepada salah satu gerakan. Sebabnya, Khilafah tersebut adalah untuk seluruh kaum muslim dan kemenangan itu diperuntukkan bagi semua gerakan yang ada di dunia, bukan untuk salah satunya saja.

Dengan demikian, keberagaman gerakan merupakan faktor positif yang dapat menumbuhkan semangat bergerak dalam diri umat. Ini juga akan mendekatkan semua kaum muslim kepada pertolongan Allah Swt. yang diharapkan umat Islam akan tiba dalam waktu dekat.

Demikianlah sebagian garis besar jawaban terhadap pertanyaan di atas. Semua itu dapat dilaksanakan melalui diskusi atau pertemuan langsung, bukan melalui surat menyurat atau cara-cara lainnya. Hanya inilah yang dapat membuka wawasan yang kuat antargerakan Islam untuk berjuang melaksanakan kegiatan dakwahnya yang tidak mungkin dilaksanakan sendiri-sendiri.

Akhirnya marilah kita memohon kepada Allah Swt. agar berkenan memberikan kekuatan dan taufik kepada semua gerakan Islam untuk berjuang sesuai keridaan-Nya. Kita juga memohon kepada Allah Swt. agar menetapkan semua gerakan Islam di jalan yang hak, serta berupaya menegakkan Khilafah Islam yang keberadaannya sangat penting bagi umat Islam, bahkan bagi semua umat manusia. Kita juga memohon kepada Allah Swt. agar pencapaian cita-cita semua gerakan dapat terlaksana, yaitu dengan tegaknya Khilafah Islam dan terhimpunnya kekuatan kaum muslimin, serta terciptanya kesatuan antarnegeri-negeri Islam.

Alhamdulillah, perasaan dan semangat Islam yang demikian telah mulai muncul dan bersemi di kalangan umat Islam yang kini cenderung untuk bangkit. Oleh karena itu, kita juga memohon kepada Allah Swt. agar semua gerakan Islam dapat berhasil mencapai tujuan ini. Selanjutnya semua akan lepas landas demi membebaskan manusia dari berbagai tindak kezaliman, kerusakan, kenistaan, keresahan, serta kekacauan. Tercapainya tujuan tersebut bukanlah suatu hal yang sulit bagi Allah Taala. [MNews/RY-YG]

Sumber: Abdurrahman Muhammad Khalid, Soal-Jawab Seputar Gerakan Islam.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *