[Kabar] Tokoh Muslimah: Perubahan Hakiki Hanya dengan Menerapkan Islam Kafah

[Kabar] Tokoh Muslimah: Perubahan Hakiki Hanya dengan Menerapkan Islam Kafah

Muslimah News, LENSA DAERAH — Besarnya animo para tokoh muslimah wilayah Jombang dan Mojokerto untuk mengikuti forum Risalah Akhir Tahun (RATU) 2024, Ahad (29-12-2024) di luar ekspektasi. Bahkan, panitia harus menambah tempat duduk dan meja lebih dari jumlah yang telah disiapkan.

Lebih dari 130 peserta yang merupakan simpul umat dari berbagai bidang tersebut tidak beranjak sedikit pun dari tempat duduk mereka, meskipun acara berlangsung kurang lebih tiga jam. Mereka menyimak satu per satu rangkaian acara mulai dari penayangan video, paparan pemateri, hingga doa penutup.

Mengusung tema “Kepemimpinan Sekuler Menyengsarakan, Kepemimpinan Islam Harapan Masa Depan”, acara dimulai pukul 8.30 WIB diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dilanjutkan penayangan video kondisi masyarakat hari ini. Tampak bahwa kondisi masyarakat hari ini berada dalam berbagai kesulitan yang mengancam keberlangsungan hidup mereka. Mulai dari kerusakan lingkungan, kelangkaan air, bencana alam, dan sebagainya.

Sumber Malapetaka

Ustazah Amiroh, selaku pembicara pertama menjelaskan bahwa kesengsaraan yang dialami masyarakat saat ini, tidak terlepas dari masalah kepemimpinan. “Perlu diketahui meski mayoritas di negeri ini penduduknya muslim, pemimpin negaranya juga muslim akan tetapi aturan yang digunakan tidak berasal dari Islam. Itulah yang menjadi sumber malapetaka bagi rakyat,” urainya. 

Ia juga menyampaikan bahwa menegakkan sistem kepemimpinan Islam, Khilafah, merupakan mahkota kewajiban. “Ini karena dengannya, aturan-aturan Allah Taala bisa ditegakkan secara menyeluruh di muka bumi,” ucapnya.

Pembicara berikutnya, Ustazah Nida berujar, “Mengapa kita tetap perlu membahas masalah kepemimpinan di saat kontestasi pemilihan pemimpin di negeri ini sudah usai? Karena permasalahan kepemimpinan di negeri ini belum selesai. Buktinya rakyat masih menderita dan sengsara.”

Ia menjelaskan secara gamblang gambaran kepemimpinan di dalam Islam, sebuah kepemimpinan yang dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Allah Taala. Ia pun menunjukkan keindahan masa kepemimpinan Islam yang menimbulkan kerinduan di tengah peserta.

Saat itu, ujarnya, hak-hak rakyat dipenuhi secara adil, akidah dan kehormatan rakyat dijaga, pemimpin me-riayah (melayani) rakyatnya dengan segenap jiwa dan raga, dan rakyatnya pun mencintai serta mendo’akan pemimpinnya.

Renungan

Suasana makin syahdu ketika sebuah renungan dibacakan. Renungan tentang kerinduan umat terhadap kepemimpinan yang dilandaskan pada aturan dari Sang Pencipta sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah. Juga tentang harapan kelak bisa bertemu dengan Rasulullah saw. di Telaga Kautsar karena meneladan perjuangan beliau saw. untuk menegakkan hukum-hukum Allah Taala di muka bumi.

Sebelum acara ditutup, seluruh peserta yang hadir sepakat bahwa akar persoalan negeri saat ini adalah diterapkannya sistem sekuler kapitalisme yang melahirkan pemimpin populis otoritatif dan perubahan hakiki hanya mampu diraih dengan menerapkan Islam secara kafah atau menyeluruh dalam naungan Khilafah. Mereka pun sepakat memberikan kontribusi secara nyata demi tegaknya Islam rahmatan lil’alamin. [MNews/Kontributor: Kin]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *