Muslimah News, TELAAH KITAB – Bagaimana suatu kolompok dakwah dapat mengokohkan bangunannya dan mengarahkan aktivitasnya ke suatu target tertentu yang dapat mewujudkan tegaknya Islam di tengah masyarakat internasional? Metode apa yang harus ditempuh harakah islamiah untuk mencapai target tersebut?
Sesungguhnya berbagai macam organisasi, kelompok dakwah, dan partai politik Islam didirikan untuk mencapai target tertentu yang telah digariskan oleh masing-masing golongan. Ketiga macam golongan ini menentukan tata cara dan metode tertentu untuk mencapai target yang telah digariskan dan tentu saja sudah menjadi suatu keyakinan bagi mereka.
Ini adalah fakta mengenai keberadaan setiap golongan tersebut. Tidak ada suatu perkumpulan pun di antara ketiga macam golongan tersebut yang akan menyimpang dari kaidah ini. Dengan demikian, dapatlah diringkas masalah ini ke dalam tiga topik pambahasan.
Pertama, pembentukan suatu organisasi/kelompok dakwah. Ketika suatu organisasi atau partai didirikan, tentu saja pendirinya telah mengusahakan untuk menentukan suatu gambaran tertentu mengenai individu-individu yang akan menjadi bagian dari organisasi atau partai tersebut.
Begitu pula halnya bagi kelompok dakwah. Gambaran tersebut antara lain meliputi syarat-syarat keanggotaan, serta sıfat-sifat dan keahlian minimal yang harus dimiliki individu agar dapat menjadi anggota golongan tersebut.
Namun, syarat-syarat, sifat-sifat, dan keahlian itu bagi setiap individu tergantung pada jenis, ketetapan, dan golongan. Misalnya saja ada organisasi profesi yang menjadikan kepemilikan ijazah seseorang sebagai penentu keanggotaannya. Ada pula organisasi sosial yang menentukan syarat, sifat, dan keahlian tertentu yang berbeda dengan organisasi profesi.
Contohnya, ada organisasi pemelihara seni Islam atau lembaga sosial, semisal Badan Pembangunan Masjid atau Rumah Sakit Islam, Panti Asuhan, Kepanduan Islam, dan lain-lain. Masing-masing organisasi ini menentukan syarat-syarat, sifat-sifat, dan keahlian yang berbeda dengan organisasi palang merah, misalnya, atau Organisasi Kesetiakawanan Nasional, dan lain sebagainya.
Begitu pula halnya dengan suatu harakah islamiah atau pun partai politik Islam. Masing-masing menentukan syarat dan sifat yang berbeda terhadap individu-individu yang ingin menjadi anggotanya.
Setiap harakah islamiah ataupun partai politik Islam menentukan batas minimum terhadap setiap orang yang ingin menjadi anggota, kemudian dibina dan disiapkan agar mampu meraih suatu kedudukan tertentu berdasarkan kemampuan dan keahliannya. Syarat dan sifat yang dikenakan agar seseorang dapat menjadi anggotanya tergantung pada asas harakah atau partai tersebut.
Misalnya saja, harakah islamiah atau partai politik Islam tidak akan menerima siapa pun menjadi anggotanya, serta tidak manawarkan keanggotaannya, kecuali jika individu-individu tersebut berakidah Islam, rajin menjalankan ibadah, berakhlak islami, dan menjadikan halal dan haram sebagai tolok ukur dalam berinteraksi dengan masyarakat, bukan maslahat.
Ini merupakan batas-batas minimum yang harus dimiliki oleh orang yang menawarkan dirinya menjadi anggota dalam suatu harakah islamiah ataupun partai politik Islam. Kelompok dakwah Islam manapun tentunya tidak mungkin akan menerima orang-orang kafir menjadi anggotanya. Mereka pun tidak akan setuju (tidak berdiam diri) apabila terdapat seorang munafik atau fasik sebagai anggotanya yang secara terang-terangan berbuat maksiat.
Kelompok dakwah Islam juga tidak akan mengizinkan para anggotanya untuk melakukan perbuatan apapun yang tidak sesuai dengan akhlak seorang muslim, khususnya bagi para hamilud dakwah.
Inilah batas minimum yang diperlukan. Akan tetapi masing-masing anggota tentu saja berbeda-beda tingkatannya. Ada yang hanya melakukan hal yang fardu, ada pula yang melakukan hal yang fardu dan sunah muakadah.
Begitu juga ada yang melakukan hal yang fardu, sunah, serta menjauhkan diri dari perbuatan yang syubhat (yang belum diketahui status hukumnya). Juga akan terdapat banyak perbedaan dari setiap anggotanya, baik dalam kemampuan, semangat, maupun wawasan tentang target yang berusaha dicapai. [MNews/RY-YG]
Sumber: Abdurrahman Muhammad Khalid, Soal-Jawab Seputar Gerakan Islam.
