[Kabar] Aktivis: Green Skills, Solusi Semu Kapitalisme yang Menjerat Pemuda

[Kabar] Aktivis: Green Skills, Solusi Semu Kapitalisme yang Menjerat Pemuda

Muslimah News, NASIONAL — Pemuda dibidik menjadi target program green skills yang dicanangkan pemerintah sebagai bentuk komitmen pemerintah Indonesia untuk mendukung upaya internasional dalam mengatasi perubahan iklim. Jika ditarik mundur, hal ini ada kaitannya dengan Indonesia yang meratifikasi United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) dan The Kyoto Agreement.

Upaya mendorong keterlibatan pemuda utamanya mahasiswa terlihat pada kuliah umum yang diselenggarakan di Universitas Indonesia dan bekerja sama dengan holding BUMN Jasa survei seperti PT Biro Klasifikasi Indonesia, PT Sufindo, dan PT Surveyor Indonesia. Kuliah umum ini mengangkat tema “Green Skills For The Next Generation: A Pathway To Sustainable Leadership”.

Dalam pembahasannya, Direktur Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UI Agung Waluyo menyatakan bahwa untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan transisi keberlanjutan diperlukan green skills yang kemudian akan menunjang green jobs. Bahkan dengan adanya agenda kuliah umum ini merupakan bukti bukti sinergi antara dunia akademik dan industri dalam mencetak pemimpin masa depan yang peduli keberlanjutan.

Semu

Aktivis mahasiswa Yogyakarta Afifah Nisa mengatakan, secara terminologi, green skills merujuk kepada keterampilan yang difokuskan untuk meminimalisir kerusakan lingkungan dari aksi manusia dan menjawab tantangan global dalam aspek pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau.

“Namun, sejatinya ini hanyalah solusi semu yang dihadirkan kapitalisme untuk menjerat pemuda dan meredam isu lingkungan yang kian mencuat tanpa pernah menyentuh akar permasalahan lingkungan itu sendiri,” ujarnya kepada MNews, Jumat (20-12-2024).

Pemuda, ujarnya, digenjot untuk terlibat aktif dalam penyelesaian krisis iklim dunia. “Di sisi lain, pertambangan dibiarkan mengeksploitasi sumber daya alam tanpa batas. Deforestasi besar-besaran diperbolehkan bahkan diberikan kelonggaran hukum. Inilah fakta yang terjadi hari ini, problem besar kerusakan lingkungan yang kita rasakan adalah akibat ulah tangan manusia sendiri lewat penerapan kapitalisme,” jelasnya.

Kapitalisme

Kapitalisme, ungkap Afifah, dengan asas kebebasannya, membebaskan sebebas-bebasnya eksploitasi sumber daya alam untuk kepetingan segelintir kelompok. Hal ini, lanjutnya, sesuai dengan firman Allah Swt. dalam surah Ar-Rum: 41, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia.”

“Peran aktif pemuda sejatinya hanyalah tameng untuk menutupi bangkai keburukan kapitalisme. Sedangkan, penyumbang kerusakan lingkungan terbesarnya bebas melenggang tidak tersentuh hukum,” paparnya.

Ia menilai, seharusnya ketika berbicara soal kerusakan lingkungan, solusi semu seperti green skills dan green jobs tidak lagi menjadi pilihan karena mereka hanya tambal sulam tidak menyelesaikan secara hakiki. “Lantas darimana solusi hakiki itu berasal? Jawabannya adalah dikembalikan lagi pada aturan Allah Swt. yang telah menciptakan manusia beserta alam semesta dan seisinya,” terangnya.

Islam

Menurut Afifah, Islam dan syariatnya telah sangat jelas dan rinci mengatur interaksi manusia dengan lingkungan. “Banyak dalil Al-Qur’an maupun Sunah yang berbicara soal prinsip-prinsip pemanfaatan, pengelolaan, dan restriksi dalam hubungan manusia dengan lingkungannya,” imbuhnya.

Ia mencontohkan, seperti hukum kepemilikan, larangan menebang pohon saat berjihad, atau syariat tentang pengelolaan sumber daya alam. “Syariat Islam inilah yang kemudian akan menyelesaikan kerusakan lingkungan ini secara tuntas dan sempurnanya penerapan adalah di bawah naungan institusi yang menerapkan Islam kafah, yakni Khilafah,” tegasnya.

Bagian krusialnya, terangnya, adalah terkait hukum yang seharusnya dijadikan sebagai pedoman dalam mengatur urusan lingkungan. “Apakah hukum kapitalisme yang jelas-jelas berkontribusi besar dalam perusakan lingkungan atau hukum Allah yang memberikan petunjuk kepada manusia? Bagaimana memperlakukan lingkungan di sekitarnya, bahkan memberikan penyelesaian atas segala problematik manusia?” tandasnya. [MNews/IK]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *