Muslimah News, NASIONAL —Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati pada 12 November. Tahun ini merupakan peringatan yang ke-60 dengan tema “Gerak Bersama Sehat Bersama”. Tema ini memiliki makna pentingnya menjaga kesehatan, mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan, membangun semangat dan optimisme untuk terus sehat, serta mengingatkan pentingnya melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif, serta memberikan dampak positif untuk semua elemen kehidupan.
Dalam rangka memperingati HKN ke-60, Kementerian Kesehatan menggelar kampanye “Janji Hidup Sehat” (#JanjiHidupSehat) yang menyoroti perilaku sehat, seperti melakukan skrining kesehatan; beraktivitas fisik selama 30 menit setiap hari; tidak merokok; mengonsumsi sayur dan buah; serta menjaga pola istirahat yang cukup.
Berbagai kegiatan lain juga diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup sehat dengan melibatkan seluruh para pemangku kepentingan, baik dari sektor kesehatan maupun nonkesehatan.
Kepalsuan dan Kelalaian
Menyorot peringatan HKN ke-60 ini, pengamat kebijakan publik Dr. Rini Syafri mengatakan, tidak mungkin masyarakat sehat bisa terwujud dengan seremonial tahunan. “Artinya, hal ini adalah kepedulian palsu negara di samping bukti nyata kelalaian negara dalam merawat kesehatan masyarakat,” ucapnya kepada MNews, Selasa (12-11-2024).
Bahkan, lanjutnya, negara demokrasi menjadikan hajat hidup masyarakat sebagai objek industrialisasi/bisnis dan komersialisasi yang negara hadir menfasilitasi perkara berbahaya ini.
“Bagaimana mungkin masyarakat sehat akan terwujud dengan kegiatan seremonial, sementara di saat bersamaan kebijakan pemerintah, baik di luar sektor kesehatan maupun di sektor kesehatan sendiri justru menjadi pabrik pemicu kerusakan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, hal itu terlihat dari jutaan anak pengidap stunting, jutaan pengidap penyakit degeneratif, seperti jantung, diabetes dan gagal ginjal. “Angka yang sama juga terjadi pada berbagai penyakit menular, seperti tuberkulosis (TBC), demam berdarah (DBD), HIV/AIDS, dan gangguan mental. Bahkan, dari waktu ke waktu, semua kategori penyakit ini angkanya cenderung meningkat,” paparnya.
Kunci
Rini mengingatkan, kunci masyarakat sehat hanya akan terwujud dengan kehadiran negara yang mampu menjamin pemenuhan kebutuhan hidup publik. “Sebabnya, terpenuhinya kebutuhan hidup yang bersifat fisik dan nonfisik dengan pola hidup yang benar adalah kunci rahasia terawatnya kesehatan setiap insan sepanjang hayatnya,” bebernya.
Sementara itu, katanya, pola hidup yang benar itu adalah buah ketika seluruh aktivitas kehidupan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya terikat dengan hukum syarak atas dorongan ketakwaan kepada Allah Swt. dari pola pikir, pola perasaan, hingga berbagai pola aktivitas,” jabarnya.
Oleh karenanya, ia menjelaskan, dibutuhkan kehadiran negara yang berfungsi sebagai junnah atau perisai dan raa’in atau pengurus kepentingan hidup publik. “Artinya, negara tersebut tidak saja berkemampuan sebagai penjamin akses mudah setiap individu masyarakat terhadap pemenuhan hajat hidupnya. Namun juga, berkemampuan memastikan agar setiap orang ada dalam ketaatan terhadap syariat Allah Swt.,” terangnya.
Hanya Khilafah
Rini menerangkan, selain sebagai kebutuhan pokok publik, kesehatan adalah anugerah terbaik dari Allah Swt.. “Setelah keimanan kepada bani insan, agar mampu berfungsi sebagai pemakmur bumi atau khalifatu fil ardh di samping kelak akan dimintai pertanggungjawabannya,” jelasnya.
Untuk itu, ucapnya, menjadikan masyarakat penyakitan hari ini menjadi masyarakat yang sehat adalah perkara yang dituntut syarak dan negara memiliki peran sentral dalam perkara ini.
“Pada tataran inilah kehadiran kembali negara Khilafah adalah perkara yang urgen. Karena hanya negara Khilafah yang memiliki kemampuan tersebut. Sebagaimana yang ada dalam surah Al-Muthaffifin ayat 26, ‘Untuk yang demikian itu, hendaklah orang berlomba-lomba’,” pungkasnya. [MNews/IK]
