[Kabar] Sebanyak 99,2% Aktivis Muslimah Muda Memiliki Cita-Cita Besar untuk Tegaknya Islam

[Kabar] Sebanyak 99,2% Aktivis Muslimah Muda Memiliki Cita-Cita Besar untuk Tegaknya Islam

Muslimah News, NASIONAL— Sekitar 99,2% aktivis muslimah muda dari kalangan Gen-Z menyatakan memiliki cita-cita besar untuk tegaknya Islam. Bahkan, 90% di antaranya menilai, muslimah memiliki kewajiban untuk menjalankan Islam secara kafah.

Hal ini terungkap dari hasil kuesioner yang disampaikan panitia Temu Muslimah Muda 2024 bertema “The Next Level Activism: We Aspire, We Engage, & We Stand for Islam Kaffah”, Ahad (27-10-2024).

Acara yang dikemas secara hibrida ini dihadiri sekitar 17 ribu muslimah muda dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan disaksikan pula oleh muslimah di Malaysia dan Australia. Mereka berkumpul untuk menunjukkan kepedulian atas keterpurukan yang terjadi di tengah umat.

Ini tampak dari hasil kuesioner, 92,4% mengatakan, kemiskinan dan masa depan suram menjadi hal yang genting bagi Gen-Z saat ini dengan 84,5% mengaku bahwa apa yang telah mereka lakukan tidak tuntas menyelesaikan persoalan tersebut.

Bahkan, mereka turut merasakan mahalnya biaya pendidikan atau kuliah. Sebanyak 90,5% mengutarakan bahwa ini akibat adanya kapitalisasi pendidikan sehingga sebagian besar mencari beasiswa untuk mengatasinya.

Tidak hanya itu, ketika disuguhkan fakta setahun genosida di Palestina, 88,9% kalangan Gen-Z tahu terjadinya peristiwa tersebut dan telah melakukan berbagai cara, seperti donasi (46,4%), boikot produk Zion*s (87,7%), dan berdakwah (52,5%). Namun, 66,8% di antaranya menyatakan, hal itu tidak bisa membebaskan Palestina.

Oleh karenanya, para narasumber membeberkan apa akar persoalan yang menyebabkan beragam persoalan dan keterpurukan itu muncul, padahal Allah Taala telah menyematkan label umat terbaik atau khairu ummah pada diri kaum muslim.

Problem utamanya, sebagaimana disampaikan para narasumber, adalah diterapkannya sistem buatan manusia, yakni kapitalisme dan demokrasi, yang jelas bertentangan dengan perintah Allah untuk menerapkan sistem buatan-Nya, yaitu syariat Islam kafah dalam institusi Khilafah.

Akibatnya, ungkap para narasumber, ketika berharap perubahan melalui sistem demokrasi, maka tidak akan terwujud kesejahteraan dan welas asih hakiki. Terlebih, jelas mereka, demokrasi adalah alat Barat untuk menjajah dan menghegemoni negara lain, termasuk di negeri-negeri muslim.  

Oleh sebab itu, para narasumber menekankan agar para muslimah muda dapat memahami peran politiknya secara utuh dalam kerangka Islam. Juga menerangkan bahwa we aspire (kami bercita-cita) adalah untuk menjadi khairu ummah, penjaga Islam tepercaya, dan garda terdepan perjuangan Islam kafah. We engage (kami terlibat) untuk menjadi bagian solusi, dan we stand for Islam kafah untuk menjadi the best of me, the best generation, demi terwujudnya the best civilization, yakni Islam sebagaimana janji Allah Taala dan kabar gembira dari Rasulullah saw..

Respons

Menyimak pemaparan para narasumber, tampak respons peserta yang terus mengalir, khususnya melalui chat room Zoom. Dari pantauan MNews, tidak kurang dari lima puluh pertanyaan dan tanggapan diajukan kepada para narasumber. Ditambah lagi yang ingin menyampaikan pandangannya secara langsung, baik secara daring maupun luring.

Terdapat peserta, yang juga aktivis lingkungan, mengakui bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi adalah akibat penerapan sistem saat ini sehingga apabila masih menerapkan demokrasi, kerusakan akan terus berlangsung.

Begitu pula, ada peserta lain yang menyampaikan bahwa selama ini berjuang atas nama demokrasi. Namun, lanjutnya, setelah memahami realitas demokrasi dan mengetahui arah perjuangan untuk perubahan hakiki, ia telah memutar arah perjuangannya untuk tegaknya Islam secara kafah.

Di akhir acara, para peserta yang hadir secara luring menunjukkan bahwa Gen-Z adalah “si paling unstoppable”. Ketika pembawa acara menyilakan para peserta yang ingin menyuarakan komitmennya dalam menegakkan Islam kafah dan meninggalkan demokrasi, mereka berduyun-duyun naik ke atas panggung. We aspire, we engage, and we stand for Islam kafah! [MNews/RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *