[Tokoh Bicara] Menjadi Umat Terbaik dengan Meneladan Rasulullah ﷺ

[Tokoh Bicara] Menjadi Umat Terbaik dengan Meneladan Rasulullah ﷺ

Muslimah News, TOKOH BICARA — Maulid Nabi ﷺ memberi makna tersendiri bagi kaum muslim, tidak terkecuali bagi para tokoh dan intelektual muslimah. Mereka menyampaikan, hanya dengan meneladan Rasulullah ﷺ melalui pengamalan ajaran yang dibawanya, akan terwujud kaum muslim sebagai umat terbaik.

1. Dr. Ir. Umi Kalsum, M.P. (Intelektual Muslimah)

Semangat Menggali Ilmu Agama

Maulid Nabi Muhammad ﷺ memberikan makna yang sangat berarti bagi umat Islam. Perayaan Maulid Nabi ﷺ seharusnya menjadikan pengingat atas kabar gembira kelahiran Nabi ﷺ yang sosoknya sangat istimewa dan membawa pengaruh besar terhadap perubahan dunia.

Makna kepemimpinan Rasulullah ﷺ sangat tinggi, terutama untuk kepemimpinan dalam rumah tangga. Profil Rasulullah ﷺ sangat kita butuhkan sebagai teladan bagi para suami, anak-anak, dan para remaja yang akan berumah tangga.

Dalam masyarakat, beliau adalah sosok spektakuler dalam kepemimpinan. Rasulullah ﷺ berhasil mengubah masyarakat Arab yang asalnya jahiliah, bodoh, dan kebudayaannya sangat buruk, menjadi masyarakat teladan dan utama. Itu berkat kepemimpinan beliau yang penuh wibawa dan kearifan.

Rasulullah ﷺ juga memimpin negara yang memiliki hubungan luar negeri yang luas dengan pemimpin-pemimpin negara yang ada saat itu secara luar biasa yang menimbulkan rasa segan, baik bagi lawan maupun para Sahabat. Lawan atau musuh sangat segan dengan wibawa Nabi ﷺ saat memimpin negara, masyarakat, dan umatnya. Masyarakat Madinah saat itu mendapatkan pengayoman yang adil dan menenteramkan semua pihak (muslim dan nonmuslim), hidup rukun, damai, dan sejahtera dengan pengaturan syariat Islam.

Pada momen Maulid Nabi ﷺ 1446H ini, hendaklah para pemuda meneladan Rasulullah ﷺ dengan cara selalu menuntut ilmu, termasuk ilmu agama dan sirah Rasulullah ﷺ yang menggambarkan perannya dalam masyarakat. Makin dalam berbagai keilmuan itu kita gali, akan makin tampak kekurangan kita dalam berbagai hal yang masih perlu kita pelajari lagi.

Umat Islam jangan kehilangan figur teladan dan sumber ilmunya. Janganlah umat Islam terjebak mengambil pelajaran dari para tokoh yang jauh dari ajaran Islam, semisal kepemimpinan filosof Yunani atau dari Barat yang tidak bersumber dari syariat Islam atau yang menyimpang jauh dari syariat Islam. Sungguh pada diri Rasulullah ﷺ itu sudah tercakup semuanya.

Para pemuda atau pemudi muslim, marilah bersemangat untuk selalu menuntut ilmu, terutama ilmu agama yang bersumber dari ajaran Islam, ajaran Rasulullah ﷺ, yang nantinya bisa mewujudkan kesejahteraan dunia dan kebaikan, serta keselamatan di akhirat.

2. Dra. Hj. Nurhidayati, M.Pd. (Intelektual Muslimah)

Umat Terbaik

Rasulullah ﷺ adalah uswatun-hasanah (teladan yang baik). Rasulullah bukan malaikat yang tidak bisa terlihat mata dan kita tidak bisa meniru perilaku malaikat. Namun, sosok teladan kita ini manusia juga. Segala perilaku nabi itu can be imitated (bisa ditiru). Nabi berjalan di muka bumi, makan, minum, dan tidur seperti manusia pada umumnya. Akhlaknya can be copied. Akhlak Rasulullah ﷺ bak Al-Qur’an yang hidup. Oleh karenanya, untuk menjadi umat terbaik, kita cukup menjalani hidup sebagaimana yang beliau jalani, no haggling (tidak ada tawar-menawar). Allahumma shalli ‘ala Muhammad.

3. Riskia Setiarini, S.S., M.Hum. (Akademisi)

Pembawa Solusi

Maulid Nabi ﷺ bukan hanya momen selebrasi, tetapi juga momen untuk meresapi perjuangan beliau sebagai Nabi dan Rasul, serta contoh pemimpin cerdas dan tangguh.

Beliau membawa pedoman hidup yang tidak bisa dimungkiri menjadi solusi untuk dunia ini, sekaligus bekal di akhirat nanti. Syariat yang beliau bawa mengatur seluruh aspek kehidupan dari aturan tidur, bangun, beraktivitas, hingga tidur kembali. Dari aturan dapur, sampai aturan negara dan aparatur. Juga urusan halal haramnya bipang, hingga halal haramnya tambang.

Kehidupan sempit yang dialami sekarang akibat jauhnya kehidupan kita dari meneladan beliau. Syariat Islam hanya menjadi agama dan urusan pribadi. Sebaliknya, syariat Islam tidak mendapat tempat untuk urusan masyarakat dan negara sehingga kehidupan kita semua menjadi sempit.

4. Dr. Ira Geraldina, S.E.Ak., M.S.Ak. (Intelektual Muslimah)

Mengembalikan Cahaya Islam

Ketika kebodohan dan ketakadilan merajalela, 1.400 tahun lalu, Nabi Muhammad ﷺ membawa kejelasan wahyu yang penerapannya mampu mengubah kegelapan era jahiliah menjadi cahaya yang mengubah dunia. Saat ini, kita menyaksikan eksploitasi lingkungan, kerusakan sosial, dan ketakadilan perlakuan hukum akibat liberalisasi seluruh sendi kehidupan.

Oleh karenanya, mari jadikan momentum Maulid Nabi ﷺ ini untuk mengembalikan cahaya Islam bagi dunia dengan mewujudkan ajarannya dengan menentang eksploitasi lingkungan, memperjuangkan keadilan sosial, dan mendukung sistem politik Islam yang mampu menjunjung tinggi martabat setiap individu.

5. Masyaa Youlivisia (Aktivis Muslimah)

Perjuangan Menegakkan Syariat

Rasulullah Muhammad ﷺ telah memberikan contoh perjuangan menegakkan agama Islam dengan melakukan berbagai taktik politik yang mampu membawa Islam dikenal seluruh dunia. Sudah seharusnya kita sebagai aktivis muslim turut melanjutkan perjuangan beliau mengembalikan keagungan Islam dalam sebuah institusi Khilafah dengan metode yang telah beliau contohkan. Sangat tidak pantas jika kita yang tiap tahunnya memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ, tetapi pada praktiknya sama sekali tidak terlibat dalam memperjuangkan tegaknya agama Islam.

Sebagai Rasulullah sekaligus Kepala Negara, beliau memberikan contoh perjuangan menaklukkan jazirah Arab yang dahulu jahiliah dan digantikan dengan cahaya Islam. Berbagai upaya telah Rasulullah contohkan untuk mendirikan agama Allah dalam sebuah Negara Islam, mulai dari pendidikan akidah Islam kepada para Sahabat, mengajak para Sahabat mendakwahkan Islam, berhijrah dari Makkah menuju Madinah untuk mendirikan Negara Islam pertama, mengirimkan surat kepada para pemimpin sebagai ajakan untuk masuk ke dalam Islam, hingga strategi penaklukan berbagai wilayah demi memperluas ajaran Islam ke seluruh penjuru dunia.

Sistem sekularisme kapitalisme saat ini telah memorak-porandakan akidah umat Islam sehingga kita sebagai pemuda sekaligus aktivis muslim memiliki tanggung jawab besar yang tidak dapat dilakukan sendiri. Aktivis muslim harus bersama-sama melanjutkan misi perjuangan Rasulullah Muhammad ﷺ untuk memperjuangkan penerapan syariat Islam kembali secara kafah dalam naungan Khilafah. [MNews/RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *