Muslimah News, INTERNASIONAL— Kelompok dakwah Islam ideologis di Palestina mengecam kebrutalan Zion*s Yahudi yang telah menyerang Sekolah Al-Taba’een di lingkungan Al-Daraj timur Kota Gaza, Jalur Gaza pada Sabtu (10-8-2024). Badan Pertahanan Sipil Gaza mengatakan, jumlah korban tewas akibat serangan Zion*s sewaktu Subuh ke sebuah sekolah yang menampung para pengungsi Palestina telah meningkat menjadi sekitar seratus orang.
Juru bicara kelompok tersebut menyampaikan, “Bagaimana mungkin musuh tidak terus-menerus mengulangi kejahatannya ketika para penguasa muslim melakukan pengkhianatan secara berulang kepada kaum muslim?” ujarnya di media dakwah Islam ideologis Palestina, Sabtu (10-8-2024).
Ia menyeru, Allah Maha Besar bagi orang-orang yang menzalimi, merusak, menyombongkan diri, membunuh orang-orang yang bersujud, dan beribadah kepada Tuhannya di waktu subuh. “Darah tidak berdosa tertumpah dalam jumlah besar selama sepuluh bulan dan mereka (para penguasa negeri muslim-red.) tidak peduli atau membantu,” tuturnya.
Entitas Zion*s Yahudi, menurutnya, tidak pernah absen melakukan kebrutalan dan tidak ada kejahatan yang tidak mereka ulangi, baik sekali, dua kali, ataupun berkali-kali. “Mereka melakukan pengeboman terhadap puluhan sekolah dan ribuan korban syahid dengan gambaran dan cara yang sama. Namun, bagaimana mungkin musuh tidak melakukan kebiadaban ketika mereka menoleh ke kanan para penguasa negeri muslim sibuk membangun kekuatan rezim mereka dan berkhianat kepada muslim di Palestina?” serunya.
Para penguasa muslim melihat kekuatan yang luar biasa dari umat Islam, ujarnya, tetapi mereka tidak memperhitungkannya karena menyadari bahwa kekuatan itu tidak berdaya. “Lalu mereka menoleh ke kiri, hanya melihat mitra dan pendukungnya yang dipimpin Amerika yang lebih kriminal dari mereka (penguasa negeri muslim) penentang Islam yang paling sengit. Bukankah sudah waktunya bagi umat Islam, ketika semua kejahatan telah terulang puluhan kali dalam perang brutal ini, begitu pula dengan seruan bantuan, perkataan, dan pertumpahan darah, untuk bertawakal kepada Tuhannya dan tidakkah kamu mengambil wakil selain-Nya, agar penyebab ketakberdayaan kaum muslim dapat dihilangkan dengan menyingkirkan penguasa-penguasa yang pengecut dari belakangnya?” bebernya.
Ia mengingatkan kaum muslim semestinya melihat sejarah masa lalu. “Pernahkah kalian melihat sejarah atau masa lalu, bagaimana para tiran melarikan diri dengan ketakutan seperti tikus, jika mereka melihat kemarahan atau ketangguhan kaum muslim? Bukankah sudah waktunya bagi mereka yang mempunyai kekuasaan dan kemampuan untuk mengambil tindakan serius dan pada tingkat peristiwa dan pertumpahan darah, untuk menghentikan tragedi dan mengakhiri pembantaian?” tanyanya.
Menurutnya, kehormatan wanita muslim, anak-anak, para syuhada, dan jemaah subuh mempunyai hak besar yang mengharuskan mereka bergerak dan berbaris hingga Zion*s musnah dari Tanah yang Diberkahi. Ada pahala yang besar, lanjutnya, kepada orang-orang yang memiliki pendirian dan berpegang teguh kepada Islam dalam menuntaskan masalah di Palestina. Tidak ada solusi lain menghadapi Zion*s, ungkapnya, kecuali dengan mengumpulkan kekuatan dalam bingkai Khilafah.
“Apakah ada solusi lain selain menghadapi kekuatan dengan kekuatan dan tentara dengan tentara serta semua hambatan yang menghalangi, termasuk para penguasa? Bukankah sudah menjadi kewajiban besar untuk membantu kaum tertindas dan dosa besar jika mengabaikannya? Apa Anda masih merasa ketakutan dan khawatir? Bukankah kemenangan Tuhan sudah dekat? Ya! Sesungguhnya kemenangan Allah sudah dekat,” pungkasnya. [MNews/IK]
