[Kabar] Setelah 300 Hari Genosida, Aktivis: Eropa Masih Berpihak kepada Zion*s, Pembunuh Massal

[Kabar] Setelah 300 Hari Genosida, Aktivis: Eropa Masih Berpihak kepada Zion*s, Pembunuh Massal

Muslimah News, INTERNASIONAL — Kaum Zion*s menghadiri Olimpiade Paris seolah-olah tidak ada aksi genosida yang berlangsung di Palestina. Padahal, menurut BBC, Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell saat menghadiri pertemuan Dewan Keamanan PBB pada 13 Maret lalu berkata,

“Kita sekarang menghadapi populasi yang berjuang demi kelangsungan hidup mereka sendiri”, “Kelaparan digunakan sebagai senjata perang dan ketika kita mengutuk kejadian ini di Ukraina, kita harus menggunakan kata-kata yang sama untuk apa yang terjadi di Gaza.”

Lebih jauh, Borell mencuitkan hal berikut pada 27 Mei sebagai tanggapan atas pemboman Zion*s terhadap kamp tenda di Rafah,

“Mengerikan mendengar berita dari Rafah tentang serangan [Zion*s] Isra3l yang menewaskan puluhan orang terlantar, termasuk anak-anak kecil. Saya mengutuk ini dengan sekeras-kerasnya. Tidak ada tempat yang aman di Gaza. Serangan ini harus segera dihentikan.”

Aktivis muslim Taimullah Abu-Laban, dalam sebuah media ideologis internasional, Sabtu (10-8-2024) menyatakan, ada kontradiksi sikap Eropa yang masih tetap berpihak dan mendukung Zion*s.

“Temuan kebijakan Zion*s yang menyebabkan kelaparan dan pembunuhan massal terhadap pria, lansia, wanita, dan anak-anak di Gaza oleh Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa ini tidak menyebabkan perubahan arah di Uni Eropa dalam hubungannya dengan pendudukan Zion*s,” tuturnya miris.

Lalu sekarang, lanjutnya, setelah lebih dari 300 hari genosida, tidak tampak sanksi dari Eropa yang ditujukan kepada para pembunuh anak-anak, sebaliknya Eropa terus mendukung Zion*s dan menindak protes pro-Palestina.

“Kecaman tidak hanya dari Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, telah berulang kali mengutuk Zion*s atas kejahatan keji mereka. Bahkan, ICJ selanjutnya menetapkan bahwa Zion*s harus mengevakuasi semua permukiman di Tepi Barat dan membayar kompensasi kepada Palestina. Diharapkan juga bahwa Pengadilan Kriminal Internasional akan segera mengeluarkan surat perintah penangkapan atas kejahatan perang terhadap Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant,” paparnya geram.

Terlepas dari fakta-fakta ini, jelasnya, Eropa terus mengekspor senjata kepada Zion*s, membuat Eropa terlibat dalam genosida. Genosida dengan demikian bukan hanya bagian dari masa lalu kolonialisme Eropa seperti yang tampak, misalnya genosida di Kongo, Namibia, Amerika, dan Australia.

“Bahkan, genosida adalah bagian dari masa kini Eropa,” tegasnya.

Namun, lanjutnya penuh keyakinan, dominasi imperialis Barat akan segera menjadi masa lalu dengan izin Allah.

“Kita menyaksikan pergolakan terakhir entitas Zion*s sebelum keruntuhan totalnya. Tatanan dunia yang diperintah Barat, yang selama beberapa dekade telah memasarkan dirinya sebagai negara yang merayakan “hak asasi manusia”, telah mengalami keruntuhan moralnya dalam dukungan mereka yang menyedihkan terhadap pendudukan yang membunuh anak-anak dan melemahkan lembaga-lembaga internasional mereka sendiri,” ulasnya.

Tidak lama lagi, ia menegaskan, dengan izin Allah, dunia akan menyaksikan tatanan dunia yang didominasi Islam yang mengutamakan keadilan dan mengakhiri imperialisme Barat. [MNews/AH]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *