[Kabar] Aktivis: Hijrah Momentum Perubahan Hakiki Menuju Kejayaan Islam

[Kabar] Aktivis: Hijrah Momentum Perubahan Hakiki Menuju Kejayaan Islam

Muslimah News, NASIONAL — Aktivis dakwah nasional Ratu Erma Rachmayanti mengatakan, Tahun Baru 1446 Hijriah menjadi momentum perubahan hakiki dari kondisi buruk menuju kejayaan Islam dan kebangkitan.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan di acara FGD Intelektual dan Aktivis Muslimah Indonesia dengan tajuk “Tinggalkan Demokrasi, Perjuangkan Islam Kafah untuk Perubahan Hakiki,” Ahad (7 -7-2024).

Acara yang diselenggarakan di Jakarta itu dilaksanakan secara hibrida, diikuti sekitar seribu intelektual dan aktivis muslimah dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia.

“Sejalan dengan tema diskusi hari ini, saya mengajak memahami ayat Al-Qur’an surah An-Nur ayat 55,” ungkapnya.

Ia lalu membacakan ayat tersebut yang artinya, “Allah telah berjanji kepada orang-orang beriman di antara kalian yang mengerjakan kebajikan bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Namun, barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Dalam ayat tersebut, katanya, bisa diambil beberapa poin penting. “Dijelaskan dalam tafsir Ibnu Katsir bahwa ayat itu merupakan janji Allah yang Allah tidak pernah akan meleset. Allah tidak akan pernah menyalahi janjinya, yaitu bahwa hanya orang mukmin yang salihlah yang akan Allah beri kepercayaan menjadi pemimpin,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pemimpin yang saleh ini akan dikukuhkan kedudukannya saat melakukan pengaturan urusan umat dengan agama Islam atau syariat Islam.

“Ketika syariat ditegakkan, ketika agama Allah ditegakkan, apa yang terjadi? Allah menjelaskan, Kami akan mengganti situasi takut menjadi aman,” tukasnya.

Kondisi aman itu, terangnya, sejalan dengan penjelasan Rasulullah saw. “Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggaman kekuasaan-Nya, sungguh Allah benar-benar akan menyempurnakan urusan (Islam) ini hingga wanita pengendara unta berangkat dari Hirah, lalu melakukan tawaf di Baitullah tanpa ada seorang lelaki pun yang menemaninya (keadaannya aman sekali).”

Memberikan Panduan

Ia menegaskan bahwa Rasulullah saw. telah memberikan panduan cara mengubah peradaban itu dari Makkah jahiliah menuju kehidupan beradab di Madinah al-Munawwarah.

“Realitas ayat ini sudah digambarkan dalam kepemimpinan Rasulullah saw. yang dilanjutkan oleh para khalifah yang kesemuanya menerapkan syariat Islam,” bebernya.

Perubahan itu terjadi, ucapnya, karena Rasulullah saw. memberlakukan syariat Islam, bukan memberlakukan aturan buatan Rasulullah, atau kesepakatan orang-orang Quraisy jahiliah, atau kesepakatan manusia.

“Tidak ada kebaikan pada sistem buatan manusia yang lahir dari kepentingan hawa nafsu, seperti sistem demokrasi yang menuhankan akal manusia,” tegasnya.

Ia lalu berkesimpulan, kalau umat Islam menginginkan perubahan hakiki, itu bisa terjadi hanya jika umat menerapkan syariat Islam yang caranya sudah dituntunkan oleh Rasulullah saw..

“Oleh karena itu, kita semua punya kewajiban untuk menyampaikan bagaimana perubahan yang dicontohkan dalam Islam yang secara faktual telah benar-benar menunjukkan perubahan, bahkan menuju kebangkitan peradaban emas, menjadi contoh. Kuntum khaira ummatin ukhrijat lin-nâsi,” tutupnya. [MNews/IA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *