[Kabar] Putin Mengingatkan Perang Dunia Ketiga, Pengamat: Itu Hanya Bumbu!

[Kabar] Putin Mengingatkan Perang Dunia Ketiga, Pengamat: Itu Hanya Bumbu!

Muslimah News, INTERNASIONAL — Presiden Rusia Vladimir Putin kembali mengeluarkan peringatan kepada negara-negara Barat. Senin (18-3-2024), ia memperingatkan bahwa konflik langsung antara Rusia dan aliansi militer NATO yang dipimpin Amerika Serikat (AS) sudah selangkah dari Perang Dunia Ketiga.

“Jelas bagi semua orang bahwa ini akan menjadi satu langkah lagi dari Perang Dunia Ketiga yang berskala penuh. Saya pikir hampir tidak ada orang yang tertarik dengan hal ini,” kata Putin seperti dikutip Reuters.

Hanya Bumbu

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik internasional Dr. Hasbi Aswar menilai pernyataan itu hanya bumbu.

“Saya kira ini adalah bagian dari bumbu-bumbu saja dalam peperangan yang terjadi sejak dua tahun terakhir ini,” ucapnya di Kabar Petang: “Putin Akan Tembak Nuklir Ke Tiga Negara, Ciyuss?” melalui kanal Khilafah News, Kamis (28-3-2024).

Ia beralasan, definisi perang dunia itu ketika melibatkan negara lintas benua dan berdampak juga lintas benua.

“Perang Rusia-Ukraina ini kan sampai hari ini masih terbatas di wilayah Eropa Timur saja. Jadi saya kira pernyataan itu hanyalah pernyataan politik saja yang tidak memiliki potensi dampak yang akan terjadi seperti yang disampaikan,” jelasnya.

Menggertak

Terkait penggunaan senjata nuklir oleh Rusia, ia menilai ini hanya untuk menggertak saja. Ia berargumen, senjata nuklir itu ketika dipakai tidak akan membedakan lagi siapa yang boleh dibunuh dan tidak boleh dibunuh, sedangkan perang itu tujuannya untuk mendapatkan kepentingan politik.

“Kalau bom nuklir ditembakkan ke Ukraina, misalnya, yang terdampak bukan hanya Ukraina tetapi bisa menjadi malapetaka kemanusiaan. Putin tidak akan seberani itu!” yakinnya.

Andai juga penggunaan senjata nuklir ini terjadi, lanjutnya, negara penyokong Ukraina bisa melakukan hal yang sama dan ini pasti masuk dalam kalkulasi Putin.

“Di internal Rusia sendiri masyarakatnya banyak yang menentang kebijakan Putin dua tahun terakhir. Jika Putin menggunakan nuklir, saya kira masyarakat akan semakin berontak karena yang akan kena dampaknya, menanggung bebannya, masyarakat juga,” prediksinya.

Menurutnya, bicara nuklir itu bukan masalah Rusia berani atau tidak, tetapi bicara nuklir itu akan menghancurkan semuanya, lingkungan tercemar, manusia yang tidak menjadi korban pun akan terkena dampak rekayasa genetika.

“Ini sudah terjadi di Irak, setelah perang Irak, ada banyak kelainan genetik yang terjadi pada anak-anak yang baru lahir. Ada yang berkepala dua, ada yang jarinya hilang dan sebagainya,” ucapnya mencontohkan.

Ia menilai, perang Rusia-Ukraina ini merupakan bagian dari strategi Barat untuk melemahkan kekuatan Rusia dengan cara menyibukkan Rusia, menguras energinya untuk menyelesaikan masalah di ‘halamannya’ sendiri. “Ini akan membuat Rusia tidak bisa menjadi pemain global yang tangguh,” ujarnya.

Islam

Terkait pengembangan nuklir, ia membandingkan antara negara sekuler dengan negara Islam.

“Riset tentang senjata itu dilakukan terus-menerus. Yang menjadi problem itu kan ketika negara yang melakukan perlombaan senjata itu negara-negara yang sekuler, pragmatis, materialistis, maka penggunaan senjata canggih itu hanya untuk kepentingan-kepentingan materi mereka, sehingga ketika terjadi perang atau konflik, masyarakat juga yang harus menanggung akibatnya, bebannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, biasanya perang-perang dalam konteks modern sekarang itu hanya untuk kepentingan elite politik atau elite pengusaha.

 “Islam tidak menginginkan hal tersebut. Kalau dalam Islam, kaum muslimin juga dibebani kewajiban untuk menjadikan negaranya sebagai negara terkuat. Jika ada senjata nuklir, kita harus mengejar itu sampai musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kaum muslim itu takut. Ini standarnya!” terangnya.

Meski demikian, lanjutnya, dalam sejarah walaupun umat Islam memiliki kekuatan senjata yang paling canggih, superpower, tetapi tidak digunakan untuk melakukan penjajahan, tidak digunakan untuk melakukan eksploitasi, pembantaian, genosida.

“Senjata canggih digunakan untuk melakukan futuhat, liberasi atau pembebasan kepada wilayah-wilayah yang terjajah kemudian mereka diatur oleh Islam. Masyarakatnya kemudian mendapatkan keadilan, kesejahteraan, keamanan,” bangganya.

Ia pun berharap tatanan dunia ke depan adalah tatanan dunia yang berlandaskan Islam yang tujuannya untuk menciptakan kebaikan-kebaikan di tengah-tengah umat manusia.

“Bukan Rusia, bukan Amerika Serikat, atau rezim-rezim internasional yang ada sekarang, tetapi umat Islam,” pungkasnya. [MNews/IA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *