Muslimah News, INTERNASIONAL — Mengutip The Irish Time (10-3-2024), Dr. Ali Selim, juru bicara masjid terbesar di Irlandia, Pusat Kebudayaan Islam di Clonskeagh, Dublin menyatakan, Ramadan adalah waktu istimewa bagi umat Islam.
Untuk itu, ia mengajak untuk mengingat saudara-saudara muslim di Gaza. “Mereka tidak akan memiliki makanan atau air untuk diminum saat mereka mempersiapkan dan mengakhiri puasa harian mereka selama 30 hari Ramadan. Juga tidak banyak masjid yang tersisa untuk salat,” ujarnya.
Oleh karenanya, ia menyampaikan agar dilakukan gencatan senjata di Gaza supaya umat Islam di sana mempunyai kesempatan untuk memperingatinya karena begitu banyak wilayah di Gaza yang telah hancur akibat serangan Zion*s . “Orang-orang pun terlihat masih salat di luar tempat masjid dulu berada. Mereka lapar, tetapi tetap punya keyakinan,” ucapnya.
Dr. Selim menyesalkan terjadinya kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat pemboman Zion*s yang berdampak pada masjid, gereja, dan sekolah. Menurutnya itu juga menunjukkan tidak adanya rasa hormat terhadap manusia sebagai manusia.
“Hal ini pun berdampak pada umat Islam di Irlandia. Begitu banyak yang memiliki kerabat di Gaza,” katanya.
Ia menerangkan, Irlandia dikenal netral dan adil dalam berurusan dengan warga Palestina. “Irlandia dihargai dalam hal ini. Namun, Ramadan tahun ini diwarnai dengan kesedihan karena kehancuran yang dihadapi Gaza dan banyaknya warga Palestina yang terbunuh, banyak yang memiliki keluarga di Irlandia,” ungkapnya.
Berdasarkan sensus 2022, terdapat 81.930 muslim di Irlandia, meningkat 32% daripada sensus 2016. Dr. Selim menyebutkan juga angka “tidak resmi”, yakni sekitar 120.000 muslim dengan 30 tempat ibadah di Dublin dan 95 di seluruh Irlandia. [MNews/Ruh]
