Muslimah News, INTERNASIONAL — Menjelang Ramadan, warga Gaza masih terjebak dalam kondisi memprihatinkan akibat perang. Namun, kesulitan ini tidak menyurutkan semangat mereka menyambut Ramadan dengan sukacita.
Di beberapa daerah di Gaza, warga tetap melakukan sedikit aktivitas yang menjadi tradisi Ramadan. Mereka bernyanyi lagu Ramadan bersama, hingga beramai-ramai ke pasar untuk membeli kebutuhan pokok dan pernak-pernik spesial.
Lagu berjudul Halo Ya Halo adalah nyanyian Ramadan berbahasa Arab yang terkenal di Palestina. Seorang pengungsi memimpin lagu tersebut bersama puluhan tetangga dan anak-anak di salah satu tenda pengungsian yang terletak di Tal al-Sultan Rafah.
Selain menghidupkan kembali tradisi merayakan Ramadan di Gaza, kegiatan ini menjadi penghibur anak-anak di tengah peperangan, serta menjadi sarana penyembuhan trauma.
Warga Palestina di Jalur Gaza bersiap menyambut bulan suci Ramadan di tengah konflik yang masih berlangsung tahun ini. Perang telah mengakibatkan warga kekurangan kebutuhan dasar hidup terutama akibat gangguan pasokan dan melonjaknya harga pangan.
Meskipun kondisi ekonomi dan kehidupan mereka memburuk, beberapa warga tetap berupaya membeli dekorasi Ramadan untuk menghiasi tenda mereka. Tradisi ini tetap mereka lakukan untuk menciptakan suasana ramai demi membuat anak-anak mereka bahagia.
Keimanan warga Gaza, menjadi gambaran keimanan penduduk surga, mereka diuji dengan himpitan kehidupan di tanah Syam yang penuh keberkahan di dalamnya.
Semoga pertolongan Allah, kemenangan demi kemenangan, izzul Islam wa muslimin akan segera hadir di tengah kepekatan, kegelapan, kezaliman, dan konspirasi kaum kafir yang membuat kerusakan dan kehancuran bagi kehidupan manusia dan alam semesta. [MNews/IA]
