Muslimah News, INTERNASIONAL — Sekjen PBB Antonio Guterres, Kamis (8-2-2024) waktu AS, menyatakan kesedihan mendalam atas ketakmampuannya mengakhiri perang di Gaza.
“Frustasi terbesar saya adalah melihat penderitaan dalam skala besar dan mengetahui bahwa saya tidak memiliki kekuatan untuk menghentikannya. Namun ini kenyataan, saya tidak punya kekuatan untuk menghentikannya,” ujar Guterres.
Sarjana hukum asal Yogyakarta Sa’adah Lestari, S.H. menegaskan, kondisi ini memperlihatkan PBB tidak punya kekuatan, apalagi kedaulatan.
Kepada MNews, Rabu (14-2-2024), ia menuturkan, selama ini PBB menganggap dirinya sebagai organisasi penjaga perdamaian dunia, organisasi yang selalu dianggap “wah” di kalangan mahasiswa humaniora.
“Terlebih saat menjadi student exchange (pertukaran pelajar-red.) guna ikut berpartisipasi dalam simulasi sidang PBB atau ketika ada sekelompok idol yang memberikan speech di dalam sidang rapat PBB. Dengan gagahnya, PBB memberikan kata-kata mutiara tentang krisis kemanusiaan dan perdamaian,” ungkapnya.
Omong Kosong
Siapa pun yang melihatnya, lanjutnya, akan terselip rasa bangga. “Namun, semua kebanggaan itu ternyata omong kosong belaka. Tidak terhitung puluhan resolusi untuk Zion*s yang tidak pernah diindahkan, bahkan cenderung dimentahkan,” tukasnya.
Dari sini, jelasnya, terkuaklah PBB sesungguhnya milik siapa dan disetir oleh siapa.
“Yakin, masih bisa mencari keadilan di bawah “kelambu” kapitalisme? Butuh bukti apalagi jika sistem ini menguntungkan sebagian kecil pihak dan menyengsarakan sebagian besar yang lain,” tandasnya. [MNews/Ruh]
