Dalil Thariqah (Metode) Menegakkan Khilafah

Dalil Thariqah (Metode) Menegakkan Khilafah

Penulis: Syekh ‘Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah

Muslimah News, FOKUS TSAQAFAH — Thariqah (metode) dakwah untuk menegakkan Khilafah mencakup tiga tahapan dakwah yang dipraktikkan oleh Rasulullah saw. di Makkah hingga berhasil menegakkan Daulah Islam di Madinah. Secara global, dalil-dalil tentang thariqah ini qath’i, yakni sebagai berikut.

—

Rasulullah saw. secara rahasia menyeru orang-orang pada awal dakwahnya sekitar tiga tahun. Beliau saw. membina kaum muslim di rumah Al-Arqam bin Abi al-Arqam (Dar al-Arqam).

Kemudian, beliau saw. mengumumkan menyerukan dakwah secara terang-terangan setelah turun firman Allah Taala, “Karena itu sampaikanlah secara terang-terangan segala perkara yang telah diperintahkan kepada kamu dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (QS Al-Hijr [15]: 94).

Ayat tersebut, secara qath’i tsubût dan qath’i dilâlah, menunjukkan bahwa Rasulullah saw., sebelum ayat tersebut turun, berdakwah secara rahasia. Lalu setelah ayat ini turun, beliau mengumumkan dakwah. Sejak itu, beliau melakukan ash-shirâ’u al-fikri (pergolakan intelektual) dan al-kifâhu as-siyâsi (perjuangan politis), hingga akhirnya beliau melakukan thalab an-nushrah.

Saat melakukan ash-shirâ’u al-fikri, beliau menjelaskan kebatilan ibadah menyembah berhala. Beliau juga menegakkan hujah atas orang-orang kafir. Ayat-ayat terkait hal itu banyak. Di antaranya sebagai berikut.

أَمۡ خُلِقُواْ مِنۡ غَيۡرِ شَيۡءٍ أَمۡ هُمُ ٱلۡخَٰلِقُونَ

“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?” (QS Ath-Thur [52]: 35).

قَالَ أَتَعۡبُدُونَ مَا تَنۡحِتُونَ * وَٱللَّهُ خَلَقَكُمۡ وَمَا تَعۡمَلُونَ

Ibrahim berkata, “Apakah kalian menyembah patung-patung yang kalian pahat itu, padahal Allahlah Yang menciptakan kalian dan apa yang saja yang kalian perbuat?” (QS Ash-Shafat [37]: 95—96).

۞وَقَالَ ٱللَّهُ لَا تَتَّخِذُوٓاْ إِلَٰهَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِۖ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ فَإِيَّٰيَ فَٱرۡهَبُونِ

“Janganlah kalian menyembah dua tuhan. Sungguh Dialah Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu hendaklah kepada-Ku saja kalian takut.” (QS An-Nahl [16]: 51).

مَا ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ مِن وَلَدٖ وَمَا كَانَ مَعَهُۥ مِنۡ إِلَٰهٍۚ إِذٗا لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَٰهِۢ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ

“Allah sekali-kali tidak mempunyai anak. Sekali-kali tidak ada pula tuhan (yang lain) beserta Dia. Kalau ada tuhan beserta Dia masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang ia ciptakan. Lalu sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa saja yang mereka sifatkan itu.” (QS Al-Mu’minun [23]: 91).

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ * ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ * لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ * وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ

Katakanlah, “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan Yang bergantung kepada Dia segala sesuatu. Dia tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan. Tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS Al-Ikhlas [112]: 1—4).

قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡكَٰفِرُونَ * لَآ أَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُونَ * وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ * وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٞ مَّا عَبَدتُّمۡ * وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ * لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِيَ دِينِ

Katakanlah, “Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. Kalian pun bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kalian sembah. Kalian pun tidak pernah menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untuk kalian agama kalian. Untuk aku agamaku.” (QS Al-Kafirun [109]: 1—6).

Masih banyak ayat-ayat lainnya.

—

Adapun al-kifâhu as-siyâsi, ditandai dengan ayat-ayat yang turun yang membodoh-bodohkan mimpi mereka, juga klaim-klaim dan berbagai kesesatan mereka. Ayat-ayat dalam hal itu juga banyak. Di antaranya sebagai berikut.

تَبَّتۡ يَدَآ أَبِي لَهَبٖ وَتَبَّ * مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ * سَيَصۡلَىٰ نَارٗا ذَاتَ لَهَبٖ * وَٱمۡرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلۡحَطَبِ * فِي جِيدِهَا حَبۡلٞ مِّن مَّسَدِۢ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah bagi ia harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak ia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Begitu pula istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS Al-Lahab [111]: 1—5).

ذَرۡنِي وَمَنۡ خَلَقۡتُ وَحِيدٗا ١١ وَجَعَلۡتُ لَهُۥ مَالٗا مَّمۡدُودٗا ١٢ وَبَنِينَ شُهُودٗا ١٣ وَمَهَّدتُّ لَهُۥ تَمۡهِيدٗا ١٤ ثُمَّ يَطۡمَعُ أَنۡ أَزِيدَ ١٥ كَلَّآۖ إِنَّهُۥ كَانَ لِأٓيَٰتِنَا عَنِيدٗا ١٦ سَأُرۡهِقُهُۥ صَعُودًا ١٧ إِنَّهُۥ فَكَّرَ وَقَدَّرَ ١٨ فَقُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَ ١٩ ثُمَّ قُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَ ٢٠ ثُمَّ نَظَرَ ٢١ ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ ٢٢ ثُمَّ أَدۡبَرَ وَٱسۡتَكۡبَرَ ٢٣ فَقَالَ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ يُؤۡثَرُ ٢٤ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا قَوۡلُ ٱلۡبَشَرِ ٢٥ سَأُصۡلِيهِ سَقَرَ ٢٦ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا سَقَرُ ٢٧ لَا تُبۡقِي وَلَا تَذَرُ ٢٨ لَوَّاحَةٞ لِّلۡبَشَرِ ٢٩ عَلَيۡهَا تِسۡعَةَ عَشَرَ ٣٠

“Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakan dirinya. Aku menjadikan baginya harta benda yang banyak dan anak-anak yang selalu bersamanya. Aku pun melapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya. Kemudian ia ingin sekali supaya Aku menambahnya. Sekali-kali tidak. Sebab sesungguhnya ia menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur’an). Aku akan membebani ia dengan pendakian yang memayahkan. Sesungguhnya ia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang dia tetapkan. Karena itu celakalah ia! Bagaimana ia menetapkan? Kemudian celakalah ia! Bagaimanakah ia menetapkan? Kemudian ia memikirkan. Sesudah itu ia bermuka masam dan merengut. Kemudian ia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri. Lalu ia berkata, ‘(Al-Qur’an) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu).’ Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia dan Aku akan memasukkannya ke dalam Neraka Saqar. Tahukah kamu apakah Neraka Saqar itu? Neraka Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. Neraka Saqar adalah pembakar kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).” (QS Al-Muddatstsir [74]: 11—30).

وَلَا تُطِعۡ كُلَّ حَلَّافٖ مَّهِينٍ ١٠ هَمَّازٖ مَّشَّآءِۢ بِنَمِيمٖ ١١ مَّنَّاعٖ لِّلۡخَيۡرِ مُعۡتَدٍ أَثِيمٍ ١٢ عُتُلِّۢ بَعۡدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ ١٣ أَن كَانَ ذَا مَالٖ وَبَنِينَ ١٤ إِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِ ءَايَٰتُنَا قَالَ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٥ سَنَسِمُهُۥ عَلَى ٱلۡخُرۡطُومِ ١٦

“Janganlah kamu mengikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela. Yang kian ke mari menghambur fitnah. Yang banyak menghalangi perbuatan baik. Yang melampaui batas lagi banyak dosa. Yang kaku kasar. Selain itu yang terkenal kejahatannya karena ia mempunyai (banyak) harta dan anak. Jika dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata, ‘(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala.” Kelak akan Kami beri tanda ia di belalainya.'” (QS Al-Qalam [68]: 10—16).

Masih banyak ayat-ayat lainnya.

—

Adapun thalabu an-nushrah dari ahlul quwah wa al-man’ah, Rasulullah saw. meminta dari kabilah-kabilah yang kuat. Beliau mengutus Mush’ab bin Umair ke Madinah dan kaum Anshar pun memberikan nushrah (pertolongan)-nya. Lalu terjadilah Baiat Aqabah II.

Berikutnya, beliau saw. menegakkan Daulah Islamiah pertama di Madinah al-Munawwarah.

—

Tiga tahapan ini didasarkan pada dalil-dalil yang qath’i. Akan tetapi, ada sebagian perincian dalam ketiganya yang diriwayatkan dengan riwayat zhanni. Misalnya, perincian tatsqîf (pembinaan) secara sembunyi-sembunyi, perincian tentang pengumuman dakwah, dan sebagian perincian tentang ash-shirâ’u al-fikri dan al-kifâhu as-siyâsi. Juga perincian tentang hijrah dan penegakan Daulah setelah Baiat Aqabah II.

Sebagian perincian-perincian ini didasarkan pada dalil-dalil zhanni yang sahih. Siapa saja yang menadaburi kitab-kitab dan dalil-dalil kami, niscaya ia memandang bahwa tiga tahapan tersebut dalil-dalilnya qath’i, dan sebagian perinciannya didasarkan pada dalil-dalil zhanni yang terpenuhi secara istinbat. [MNews/Gz]

#KapitalismeSengsarakanUmat #KhilafahPerisaiHakiki #IslamSolusi #Khilafah

Sumber: Al-Wa’ie 2018

Share

One thought on “Dalil Thariqah (Metode) Menegakkan Khilafah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *