[Dunia Remaja] Tampil Cantik, Memang Boleh?

[Dunia Remaja] Tampil Cantik, Memang Boleh?

Penulis: Shezan A. Gerung

Muslimah News, DUNIA REMAJA — Beberapa waktu lalu ada sebuah konten yang menunjukkan sekelompok murid yang sedang menghancurkan sejumlah produk kecantikan hasil sitaan guru. Menurut keterangan, hal itu dilakukan para guru dengan alasan bahwa make up para siswi berlebihan untuk ukuran anak sekolah. Komentar warganet tentu beragam. Ada yang mendukung, ada juga yang kontra.

Ya, kalau ada satu rutinitas remaja putri yang kini menjamur, itu tidak lain adalah perawatan diri. Tidak terhitung influencer muda yang kerap berbagi tip dan trik mengenai perawatan wajah hingga tubuh. Salah satu produk yang menjadi buruan remaja tentu saja skincare.

Memang, merawat kulit penting dilakukan sejak dini agar kulit wajah senantiasa sehat dan terhindar dari berbagai masalah nantinya. Itulah yang menyebabkan penggunaan produk skincare untuk remaja mulai banyak bermunculan. 

Di samping itu, aktivitas pada usia remaja yang sebagian besar dilakukan di luar ruangan, tidak jarang memicu beragam permasalahan kulit. Ini mengharuskan mereka memilih skincare yang sesuai untuk kulit remaja. Apalagi, usia pubertas kerap memicu permasalahan kulit lainnya, seperti jerawat atau kulit kusam dan berminyak yang umumnya muncul pada usia remaja.

Meski demikian, kalau diperhatikan, kebutuhan skincare remaja makin hari, kok, rasanya makin kompleks. Di media sosial, influencer yang berprofesi sebagai beauty vloger membombardir remaja dengan aneka produk endorse dan tutorial aplikasi produk. Untuk usia SMP atau SMA, tutorial yang berseliweran ini terkesan menor dan berlebihan.

Nah, sebenarnya, ada enggak, sih, batasan berhias bagi seorang muslimah? Seperti apa makna “berlebihan” ketika seorang muslimah berdandan saat hendak ke ruang publik? Simak tulisan ini hingga tuntas, ya, Sobat!

Ingin Tampil Cantik Itu Fitrah

Ingin terlihat cantik sesungguhnya merupakan perwujudan dari naluri seksual. Artinya, ini sesuatu yang pada dasarnya sesuai fitrah manusia. Apalagi bagi seorang perempuan yang mulai memasuki masa remaja, adanya pujian dari teman atau lawan jenis sangat berpengaruh terhadap penampilan seorang gadis. Oleh karenanya, remaja putri akan berusaha berpenampilan yang sekiranya akan menuai sanjungan teman-teman maupun lawan jenis.

Hanya saja, sistem kehidupan hari ini yang kerap menyandarkan penilaian fisik sebagai tolok ukur, membuat kebutuhan manusia akan fitrahnya menjadi teralihkan. Para remaja mulai mengukur baik tidaknya manusia dari seberapa glass skin wajahnya, seberapa mulus kulitnya, dan standar-standar khas ala manusia modern hari ini yang sifatnya fana.

Demi memenuhi standar kecantikan ala selebritas, tidak sedikit remaja melakukan berbagai cara agar tampil cantik dan memesona. Banyak remaja yang tergiur melakukan botox, waxing, hingga menjadi korban infused whitening. Tentu saja, rutinitas perawatan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Parahnya, banyak, lo, remaja yang bela-belain mencari duit hanya untuk membeli skincare ala artis Korea. Ckckck, makin kebablasan, kan, akhirnya.

Akhirnya, para remaja tumbuh dengan sikap konsumerisme yang kental. Tentu saja, standar kebahagiaan mereka pun sebatas kepuasan fisik semata. Walhasil, persepsi-persepsi ini membentuk sikap dan perilaku remaja. Sesungguhnya, bagi seorang muslim, Allah telah menggariskan sejumlah aturan yang membingkai persepsi mereka mengenai segala hal yang ada di dunia ini.

Ada Aturannya

Kata siapa urusan perawatan wajah ini enggak ada aturannya? Hal pertama yang harus diluruskan adalah pemahaman mengenai standar kebahagiaan seorang manusia. Bagi seorang muslim, perkara-perkara yang sifatnya duniawi haruslah releated dengan perkara akhirat. Dengan demikian, standar-standar manusia yang mengukur agungnya kepribadian manusia sebatas penampakan fisik semata itu salah besar, Sobat.

Keinginan tampil cantik maupun terlihat tampan adalah fitrah yang ada pada setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Ia bagian dari anugerah yang Allah ciptakan. Akan tetapi, Allah juga menurunkan Islam sebagai risalah yang akan menuntun hidup manusia. Islam juga menjadi panduan bagi manusia dalam mengendalikan naluri seksual ini, termasuk mengatur penampilan perempuan agar sesuai pemahaman Islam.

Dalam QS An-Nur ayat 31, Allah Swt. berfirman,“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak dari padanya.”

Ayat di atas memahamkan kepada kita bahwa menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak hanya berlaku pada mereka yang terkategori mahram. Di sisi lain, seorang perempuan harus menjaga diri agar tidak bersolek secara berlebih-lebihan atau tabarruj. Tabarruj ini bisa bermakna memperlihatkan keindahan pakaian dan perhiasannya kepada laki-laki yang bukan mahram. Catat, ya, menampakkan aurat dengan tidak mengenakan jilbab dan kerudung itu tabarruj, lo. Oleh karena itu, menutup aurat jangan hanya saat ke sekolah atau ke kondangan doang. Kategori tabarruj ini juga termasuk memperlihatkan keindahan tubuh melalui cara berjalan ataupun berdandan secara berlebihan, seperti menggunakan eye shadow, blush on, eye liner, dan sejenisnya. Ini, nih, yang tren banget di kalangan remaja hari ini. Dandannya benar-benar berlebihan.

Berlebih-lebihan di sini maksudnya, ketika dandanan seorang perempuan mampu mengalihkan perhatian orang lain, seperti warna yang mencolok, atau sejenisnya. Selain tetek bengek perawatan wajah, kudu hati-hati juga terhadap parfum yang wanginya mampu menyedot penciuman orang banyak. Dari Abu Musa Al Asy’ari ra., Rasulullah saw. bersabda, “Wanita mana saja yang memakai wewangian lalu ia keluar dan melewati para lelaki sehingga tercium sebagian dari wanginya tersebut, maka ia adalah seorang pezina. Dan setiap mata yang melihatnya juga pezina” (HR. Abu Daud no. 4173, At Tirmidzi no.2786, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 2701).

Nah, lo, untuk terlihat rapi tidak harus dengan melanggar batasan syariat, ya, Sobat. Tabarruj ini berbeda dengan tazayyun (rapi). Rasulullah saw. bahkan menganjurkan umatnya untuk menjaga penampilan dan mencintai keindahan. So, tampil cantik boleh-boleh saja, asal memperhatikan rambu-rambu syariat agar tidak bablas. Wallaahualam. [MNews/YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *