[Kabar] Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat dengan Pemberdayaan Ibu, Pemerhati: Ilusi!

[Kabar] Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat dengan Pemberdayaan Ibu, Pemerhati: Ilusi!

Muslimah News, NASIONAL — Dalam momen Hari Ibu ke-95, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan salah satu makna Hari Ibu bagi Kementerian Kesehatan dan insan kesehatan, yakni meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Kalau mereka, termasuk ibu saya dulu, mengobati anaknya pada saat demam atau sakit itu tahu mengobati sesuai penyakitnya. Apabila kemampuan dari para ibu ini bisa ditingkatkan maka derajat kesehatan kita akan meningkat,” ujarnya.

Ada sekitar 40 juta sampai 50 juta ibu di Indonesia. “Apabila dapat diberdayakan maka kesehatan di Indonesia akan sangat meningkat,” tambahnya.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan berkewajiban memberdayakan para ibu di seluruh pelosok Indonesia agar dapat membangun modal sosial yang mereka miliki. “Bersama para ibu dan perempuan Indonesia, kita yakin kita akan mampu mewujudkan masyarakat Indonesia yang jauh lebih sehat untuk mencapai Indonesia Emas tahun 2045,” jelasnya.

Ilusi

Namun, pemerhati kebijakan publik Dr. Rini Syafri menyatakan, peningkatan derajat kesehatan masyarakat adalah ilusi ketika berbasis konsep batil kapitalisme.

“Konsep ini bersandar pada fungsi Ibu, sedangkan negara tetap dalam kelalaian, baik karena kebijakan berbasis konsep batil kesetaraan gender yang berkelindan dengan sistem dan politik ekonomi kapitalisme sehingga Ibu tercerabut dari fungsinya sebagai ummu wa rabbatul bayt, maupun akibat kehadiran negara bagi penerapan politik kesehatan kapitalisme dengan industrialisasi kesehatan menjadi intinya,” jelasnya kepada MNews, Selasa (26-12-2023). 

Apalagi sebenarnya, ia menerangkan, kemampuan para Ibu dalam merawat kesehatan keluarga adalah perkara yang tidak dapat dipisahkan dari fungsi Ibu. “Tidak saja dalam mewujudkan pola emosi yang sehat melalui praktik falsafah amal dalam Islam, tetapi juga perilaku hidup bersih dan sehat sebagaimana tuntutan syariat serta kemampuan dalam pemberian pertolongan pertama ketika anggota keluarga sakit,” urainya.

Ia menyayangkan, transformasi kesehatan yang dijadikan agenda prioritas pemerintah di bidang kesehatan—yang saat ini berada di tahun kedua—hanyalah untuk penguatan pencapaian politik kesehatan kapitalisme.

“Tanpa ditransformasi saja sudah berakibat kerusakan serius pada kesehatan ibu dan anak, apalagi ketika ditransformasi,” cetusnya.

Belum lagi, lanjutnya, ini diperparah dengan diadopsinya konsep kesehatan reproduksi yang intinya paham kekebasan dalam penyelenggaraan pelayanan ibu dan anak.

“Oleh karenanya, tidak heran jika angka kelahiran prematur masih sangat tinggi, demikian juga kematian Ibu, kematian bayi dan balita, di samping terampasnya hak ASI jutaan anak dan stunting oleh faktor penyakit yang tetap tinggi,” terangnya.

Kunci Rahasia

Menurutnya, jika pemerintah benar-benar tulus, maka harus berhenti dari kelalaian itu. “Ini karena kunci rahasia peningkatan derajat kesehatan masyarakat ada pada dedikasi dan kehadiran negara bagi penerapan politik kesehatan Islam yang merupakan bagian integral dari sistem kehidupan Islam berkarakter penyejahtera,” ungkapnya.

Untuk itu, tandasnya, kehadiran Khilafah sebagai satu-satunya metode penerapan ide-ide Islam adalah perkara urgen agar Indonesia Emas yang sesungguhnya segera terwujud. [MNews/Ruh]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *